
Kirana sudah agak mendingan meski masih sedikit pusing, dirinya tetap berusaha bangkit dari tidurnya, dirinya membuka pintu UKS dan berjalan keluar sambil berpegangan di dinding untuk menaiki anak tangan.
Dirinya terus berusaha menyeret kakinya setiap selangkah dirinya berhenti sejenak dan kembali melangkah lagi meski sangat lambat yang penting dia bisa sampai juga di atas.
Ruang UKS Restoran tersebut terletak di bagian bawah Bos restoran sengaja membuat ruang UKS itu di sana karena saat ada yang sakit ketika sedang beristirahat takkan terganggu dengan suara pengunjung ataupun suara karyawan lain.
Kirana saat sudah tiba di atas dirinya memaksa untuk kembali bergabung dengan karyawan lain. Manager yang melihat Kirana sedang membantu membersihkan meja yang kotor segera berjalan mendekati Kirana.
"Kirana kenapa kesini, kamu kan lagi sakit istirahat saja. Biar karyawan lain yang mengerjakan, tadi kesini siapa yang menuntun kamu" kata Manager saat sudah di depan Kirana
"Gak apa-apa Manager, aku saja. Aku udah agak mendingan kok sekarang, tadi naik sendiri" jawab Kirana pelan karena masih lemas
"Gak usah terlalu kasian dengannya. Manager lihat sendirikan dia sudah bisa berdiri sendiri artinya memang udah gak sakit, dia itu lagi sakit hati saja" kata Mita yang sedang membawa piring kotor sembari melewati Kirana dan Manager
"Mita apa-apaan kamu ini, Kirana itu memang lagi demam" kata Manager kesal
__ADS_1
Mita langsung berlalu saja dari Kirana dan Manager tak menghiraukan Manager yang sedang berbicara.
Kirana yang tak mau dikasihani oleh Manager, pamit kebelakang dan tetap mengerjakan pekerjaan meski hanya pekerjaan yang ringan-ringan saja.
Waktu terus berlalu hingga tak terasa sekarang seluruh karyawan sudah keluar dari restoran mereka semua ingin segera pulang ke rumah dan kontrakan masing-masing, Kirana masih dituntun berjalan oleh sahabat-sahabatnya sampai ke kontrakan.
Mereka sudah tiba di kontrakan dan masuk, Kirana langsung dituntun Sevia ke dalam kamar kemudian Kirana duduk di atas kasur sembari menyenderkan punggungnya ke dinding
"Kamu harus secepatnya sembuh, kita gak mau melihat kamu sakit begini. Gak ada yang jahil jadinya kalo salah satu kita sakit" kata Sevia sedih seraya memanyunkan bibir
"Aku udah mendingan Sev, lihat aku udah bisa tersenyum" kata Kirana berusaha kuat
Kirana membalas pelukan Sevia rasanya dirinya saat ini ingin memberitahu apa yang sebenarnya terjadi tapi dia tidak mau Sevia sampai merasa bersalah soalnya dulu Sevia yang meminta Kirana untuk menerima Agam.
Tak lama setelah itu Fitri masuk membawakan makanan untuk Sevia dengan Kirana, Sevia mengambil makanan yang ada ditangan Fitri lalu mulai menyuapkan makanan tersebut ke mulut Kirana. Fitri segera keluar setelah mengantar makanan itu dan kembali ke ruang depan untuk makan bersama Lili dan Novi.
__ADS_1
Kirana dan Sevia sudah selesai makan, Sevia meninggalkan Kirana sebentar ingin memberikan piring yang sudah kosong dengan Lili yang sedang mencuci piring di kamar mandi.
Selesai makan dan berberes mereka segera mengambil posisi masing-masing untuk tidur yang sekarang sudah diatur. Fitri dan Novi tidur diruang depan, kalo Kirana, Sevia dan Lili didalam kamar.
Yang lain sudah pada tidur sedangkan Kirana yang belum bisa tidur mengambil hpnya yang ada didalam tas, dirinya berharap Agam menghubunginya lagi namun saat mengeser layar hp membuka aplikasi pesan justru banyak pesan dari TELKOMSEL tak ada satupun pesan dari Agam.
Raut wajah Kirana kembali sedih, dirinya benar-benar masih mengharapkan cinta Agam. Rasanya ini seperti mimpi cinta yang dibangun mereka berdua yang sudah hampir berjalan satu tahun kurang tiba-tiba kandas ditengah jalan, rencana menikah yang bentar lagi ternyata gagal total.
Kirana memilih membuka aplikasi facebook dirinya berselancar di sosial media tiba-tiba dirinya ingin mengetahui kabar Agam sekarang, Kirana mulai mengetik nama Agam di kolom pencarian namun tak ada nama Agam mantan kekasihnya yang muncul justru nama Agam lain yang muncul.
"Apa facebookku juga diblokirnya" gumam Kirana dalam hati.
Kirana yang mulai bosan dengan sosial media membuka aplikasi gambar, Kirana mulai mengeser foto demi foto dirinya bersama Agam dulu. Kirana meneteskan air mata lagi saat melihat foto-foto itu dirinya kembali teringat setiap kenangan mereka, Kirana rasanya seperti merasa kehilangan separuh jiwanya.
Kirana memperbesar foto yang menampakan wajah Agam, dirinya mengusap layar hp yang terpampang foto Agam. Ada rasa rindu yang dirasakannya saat ini, tapi lebih besar rasa kecewa.
__ADS_1
Rasa yang sangat kecewa janji yang dulu pernah diucapkan nyatanya hanya tinggal janji, kebersamaan dulu kini tinggal kenangan. Semuanya sudah tak ada lagi yang utuh, apalagi hati. Benar-benar hancur berkeping-keping rasa sakit juga sangat sakit seperti ditusuk dengan pisau yang tajam.
Kirana memejamkan matanya sambil memeluk hp yang masih terpampang foto Agam hingga dirinya pun tak sadar lagi sudah tertidur.