
Hari ini Dokter Perdi menemani Kirana untuk periksa lagi dengan Dokter kandungan yang ada di rumah sakit elizabeth Singapore, yang tak jauh dari York hotel tempat penginapan mereka. Setelah mendaftar di bagian administrasi Kirana dan Dokter Perdi segera duduk di kursi tunggu yang ada di depan ruangan poli kandungan itu, Kirana yang begitu ketakutan mengenggam jari jemarinya agar bisa rileks.
Dokter Perdi yang melihat tingkah sang istri seperti sedang gelisah langsung mengenggam tangan sang istri yang terasa sangat dingin seperti es batu, cukup lama mereka menunggu akhirnya nama Kirana di panggil. Kirana dan Dokter Perdi beranjak dari duduk mereka, kemudian berjalan masuk ke dalam ruangan poli kandungan itu.
"Hai, want to check the content or something else? (Hai, mau periksa kandungan atau ada hal lain?)" tanya Dokter kandungan yang duduk berhadapan dengan Kirana dan Dokter Perdi yang terhalang oleh sebuah meja
"Someting else, Dok (Ada hal lain, Dok)" jawab Dokter Perdi masih dalam keadaan mengenggam tangan sang istri
"Is there any problem? (Apa ada masalah?)" tanya Dokter kandungan itu lagi
Dokter Perdi pun menjelaskan tentang penyakit Endometriosis yang di derita sang istri dan juga menjelaskan tujuan mereka kesini ingin berobat karena sudah tau kalo Dokter kandungan ini sudah sering menangani berbagai macam pasien yang bermasalah dengan rahim, Dokter kandungan itu mengangguk dan memberi tahu jalan satu-satu bisa sembuh dari Endometriosis iyalah melakukan operasi.
"So how can you not do surgery? (Jadi bagaimana mau tidak melakukan operasi?)" tanya Dokter kandungan itu memastikan pasien yang ada di hadapannya itu
"I want to, Dok (Saya mau, Dok)" jawab Kirana yang akhirnya bersuara juga
"Kamu yakin?" tanya Dokter Perdi kepada sang istri sembari menatap lekat kedua mata sang istri itu
Kirana menganggukkan kepalanya agar sang suami percaya kalo ini keputusan yang tepat yang dipilihnya, apalagi dirinya sudah bertekat ingin segera sembuh agar bisa hamil dan memiliki anak.
__ADS_1
Dokter kandungan itu meminta Kirana datang besok untuk melakukan operasi serta menjelaskan harus puasa terlebih dahulu sebelum melakukan operasi besok, Kirana dan Dokter Perdi pamit setelah mendapat penjelasan dan persetujuan Dokter kandungan yang siap melakukan operasi besok.
Dokter Perdi mengajak Kirana jalan-jalan ke berbagai tempat indah yang ada di Singapore ini sebelum melakukan operasi besok, karena kalo sudah operasi tentunya Kirana harus istirahat total agar segera pulih dan mereka bisa secepatnya pulang ke Jakarta.
Kini Dokter Perdi dan Kirana ada di sebuah restoran yang terletak dekat di Merlion park Singapura, Dokter Perdi sengaja memilih restoran itu agar bisa melihat gedung-gedung tinggi dan hamparan laut yang luas itu. Kirana begitu bahagia karena sang suami sangat memanjakan dirinya di Singapore ini, apalagi sang suami tak segan-segan mengajaknya makan di restoran yang makanannya mahal-mahal.
Mereka berdua mulai menyantap dan menikmati makanan yang terhidang di hadapan mereka, bukan hanya restoran mewah dan indah bahkan makanannya terasa sangat lezat sampai Kirana tak segan-segan menghabiskan semua makanan yang mereka pesan tadi.
Drrt...drrt...drrt
Bunyi hp Kirana, Kirana mengambil hpnya yang ada di dalam tas kecil yang di bawanya tadi. Dilihatnya nama yang tertera di layar hpnya, Kirana pun menerima telepon tersebut.
"Udah belum Li?" tanya Kirana
"Udah, jawab semua pertanyaan aku tadi" kata Lili yang akhirnya bisa lebih santai berbicaranya
"Aku lagi pergi dengan suamiku, makanya rumah sepi" jelas Kirana mengambil intinya saja
"Ohh begitu, aku tu nelepon kamu ingin memberi kabar kalo Fitri mau menikah sebentar lagi. Aku mau ngajak kamu untuk menghadiri acara pernikahan Fitri" kata Lili yang saat ini sedang berbaring di atas kasur yang ada di kontrakannya karena Lili sedang libur
__ADS_1
"Hemm, sepertinya aku gak bisa hadir. Aku lagi pergi jauh jadi gak bisa pulang sekarang, aku titip salam ajalah untuk Fitri" kata Kirana yang tak ingin memberi tahu apapun dengan sahabatnya itu
"Iya padahal aku pengen banget kamu hadir, tapi mau bagaimana lagi kalo kamu sedang pergi jauh. Kalo boleh tau kamu dimana?" kata Lili yang mulai penasaran
"Kita lagi bulan madu di Singapura" jawab Kirana sedikit berbohong tapi sebenarnya tak ada kata berbohong
"Wah, enak banget ke Singapura. Kalo aku jangankan ke Singapura ke luar dari kota Jakarta aja belum pernah" kata Lili merenggut di seberang sana tapi tak akan kelihatan dengan Kirana
"Ya sudah Li, kita mau lanjut jalan-jalan dulu" kata Kirana mengakhiri sambungan telepon secara sepihak
Setelah sambungan telepon berakhir Kirana dan Dokter Perdi ingin kembali melakukan traveling di Singapura mumpung masih siang, Kirana mengajak sang suami untuk berfoto di dekat patung Merlion park Singapura itu agar ada kenangan bahwa dirinya dan sang suami pernah ke Singapore.
Dokter Perdi menyetujui permintaan sang istri, mereka berdua pun berjalan mendekati patung Merlion park Singapura itu. Dokter Perdi minta tolong dengan orang-orang yang lalu lalang disitu mengambilkan gambar dirinya dan sang istri, lumayan banyak foto mereka berdua di patung Merlion park Singapura itu.
Kini Kirana dan Dokter Perdi kembali melanjutkan perjalanan mereka, mereka harus bisa mengelilingi beberapa tempat wisata yang ada di Singapore ini. Kali ini Dokter Perdi mengajak Kirana ke Universal studios meski pun sudah siang dan pastinya membeli tiket masuk harus mengantri tapi tak masalah bagi Dokter Perdi yang terpenting sang istri bahagia, tiba di Universal studios dan benar sekali antrian membeli tiket masuk lumayan panjang.
Kirana yang melihat antrian membeli tiket masuk lumayan panjang meminta sang suami untuk berfoto saja di dekat bola dunia Universal studios, lagi-lagi Dokter Perdi hanya bisa menuruti maunya sang istri dan minta tolong dengan orang-orang disitu untuk mengambil gambar mereka berdua.
Waktu sudah mulai sore Kirana mengajak Dokter Perdi untuk pulang saja, apalagi Kirana mulai lelah meski mereka berdua jalan-jalan tadi hanya di sekitar York hotel tempat penginapan mereka namun setidaknya tetap lelah karena pergi turun naik kendaraan. Ditambah Kirana harus mempersiapkan diri untuk melakukan operasi besok kadi harus segera beristirahat, Dokter Peedi mengangguk kemudian mengandeng kembali tangan sang istri.
__ADS_1
Tak terasa mereka pun sudah tiba di area York hotel tempat penginapan mereka, Kirana dan Dokter Perdi segera masuk ke dalam lift menuju lantai 15 tempat kamar hotel yang mereka pesan untuk beberapa hari ke depan.