Hijrah Setelah Patah Hati

Hijrah Setelah Patah Hati
Bab 60


__ADS_3

Kirana kembali berkutik dengan nota dan buku pemasukan restoran, dirinya harus segera membuat laporan untuk diberikan dengan Bu Bosnya. Kirana sesekali menyapa para pengunjung yang sedang membayar nota di kasir, Kirana pun akhirnya selesai membuat laporan.


Setelah itu Kirana segera membawa laporan tersebut ke ruang Bu Bosnya, setelah diminta Bu Bosnya masuk Kirana duduk kemudian segera memberikan laporan itu dengan Bu Bosnya sembari menjelaskan apa yang tertulis di laporannya.


"Bu, sepertinya berapa bulan lagi saya akan resign" kata Kirana


"Kenapa? Apa kamu punya masalah" tanya Bu Bosnya Kirana


"Insyaallah saya mau nikah Bu" jelas Kirana


"Masyaallah berita bahagia ini, selamat ya Kirana. Ibu senang dengarnya" kata Bu Bosnya Kirana


"Iya Bu, terima kasih" jawab Kirana


Setelah banyak mengobrol dengan Bu Bosnya, Kirana sudah kembali ke meja kerjanya. Kirana kini berdiri di samping kasir menyapa setiap para pengunjung yang keluar masuk, sedangkan para karyawan terus sibuk kesana kemari mengantar makanan ke setiap meja.


Tak terasa kini waktunya makan siang untuk para karyawan restoran, seluruh karyawan restoran udah mulai berganti untuk istirahat makan. Kirana juga sudah selesai makan, setelah makan Kirana memutuskan ingin ke toilet untuk membersihkan tangannya yang habis makan tadi.

__ADS_1


Kirana mulai berjalan menuju belakang, toilet yang tertutup dari dalam pasti ada yang sedang mengunakan toilet. Jadi Kirana memilih untuk menunggu saja karena dirinya ingin membuang air kecil juga, cukup lama akhirnya orang yang di dalam toilet keluar. Ternyata dari toilet itu Fitri, Kirana menyapa sembari tersenyum kemudian segera masuk toilet karena dirinya sudah tak tahan untuk segera membuang air kecil.


Setelah itu Kirana keluar dari toilet dan ingin kembali ke meja kerjanya, Kirana berjalan agak menunduk sembari membersihkan gamisnya yang kena percikan air tadi saat di toilet.


Bruk


Suara tabrakan antara Kirana dan Mita, Kirana segera mengangkat kepalanya. Dilihatnya tatap Mita seperti mengajak Kirana berperang, Kirana pun berusaha tenang agar tak terpancing emosi karena perbuatan Mita barusan.


"Kalo jalan itu matanya ke depan jangan ke bawah" kata Mita nada bicara agak meninggi


"Iya maaf" jawab Kirana singkat


Kirana hanya diam tak menjawab, dirinya sudah paham betul dengan sifat Mita. Jika dijawab terus menerus tak akan usai hanya masalah sepele seperti ini, Kirana pun akhirnya pergi meninggalkan Mita yang masih marah-marah gak jelas.


"Ehh Mita, bukannya kamu yang sengaja menabrak Kirana tadi. Kenapa kamu marah-marah dengan dia" kata Novi


"Emang kenapa gak ada urusannya sama kamu" kata Mita sewot

__ADS_1


"Iya adalah, Kirana itu sahabat aku" jawab Novi


"Sahabat, bukannya dulu kamu juga sering ngejelek-jelekin Kirana" kata Mita


Novi yang juga malas berdebat dengan Mita pun memilih untuk pergi dan mengerjakan tugasnya lagi, sedangkan Mita melanjutkan langkahnya yang ingin ke toilet tadi.


Tak terasa siang kini telah berganti malam, restoran tempat Kirana bekerja juga semakin ramai para pengunjung jika malam hari. Para karyawan benar-benar kewalahan melayani para pengunjung yang terus berdatangan, apalagi ini awal bulan membuat restoran semakin ramai.


Malam semakin larut, para pengunjung juga sudah tidak ada lagi di dalam restoran. Para karyawan yang sudah membersihkan restoran kini mulai keluar dari restoran ingin pulang kerumah atau kontrakan masing-masing, Kirana yang juga sudah memberikan buku pemasukan dan uang pemasukan hari ini ke Bu Bos kini berjalan keluar restoran.


Kirana menutup rolling door restoran dan menguncinya, sahabat-sahabatnya selalu setia menunggu Kirana di depan restoran meski Kirana kadang agak lama ke ruangan Bu Bosnya. Kirana dan sahabat-sahabatnya pun mulai berjalan menjauhi restoran tempat mereka bekerja, selama di perjalanan mereka berempat mengobrol sembari bercanda.


Kirana dan sahabat-sahabatnya pun tiba di depan kontrakan mereka, Fitri segera mengambil kunci kontrakan dari saku gamisnya kemudian segera membuka pintu kontrakan. Semuanya segera masuk setelah pintu terbuka, Fitri kembali menutup pintu kontrakan dan menguncinya.


Kirana setelah meletakan tas kecilnya langsung menuju kamar mandi sembari menarik handuknya yang tergantung di dinding, Kirana sengaja memilih duluan masuk kamar mandi sebab dirinya yang sudah sangat risih dengan badannya yang agak lengket karena keringat.


Tak bisa di pungkiri hari ini restoran sangat ramai meski kerjaan Kirana tak terlalu lelah tak seperti para karyawan lain yang melayani para pengunjung kesana kemari tapi tetap saja badan Kirana begitu terasa lengket kena keringat karena cuaca juga hari ini begitu panas, berapa menit dalam kamar mandi Kirana pun keluar.

__ADS_1


Kirana berjalan menuju kamar tidur, kemudian mengambil hpnya yang ada di dalam tas kecilnya. Sahabat-sahabatnya yang melihat Kirana sudah keluar kini berganti masuk kamar mandi, Kirana segera menekan tombol power untuk menghidupkan hpnya yang dari tadi pagi di matikan.


__ADS_2