Hijrah Setelah Patah Hati

Hijrah Setelah Patah Hati
Bab 50


__ADS_3

Suara adzan berkumandang membangunkan Kirana dan sahabat-sahabatnya dari tidur mereka, mereka pun bergiliran masuk kamar mandi untuk mengambil air wudhu dan mereka mulai menunaikan sholat subuh berjama'ah yang kali ini di imami oleh Fitri tapi Kirana saat ini tak bisa ikut sholat karena kedatangan tamu bulanan.


Saat yang lain sedang sholat Kirana memilih untuk mandi terlebih dahulu mumpung kamar mandi tak ada yang memakainya, Kirana setelah mandi dan memakai gamis dirinya kini merapikan tempat tidur mereka. Sedangkan Fitri dan Novi yang selesai sholat bergiliran masuk kamar mandi, sedangkan Lili mulai sibuk di dapur memasak untuk sahabat-sahabatnya yang akan bekerja.


Selesai Lili memasak dirinya segera meletakan makanan yang dimasaknya tadi di ruang depan supaya sahabat-sahabatnya bisa secepatnya sarapan, kemudian Lili kembali ke dapur untuk menyiapkan bekal makanan untuk sahabat-sahabatnya yang akan mereka bawa bekerja nanti.


Kirana dan sahabat-sahabatnya mulai sarapan setelah selesai bersiap-siap untuk berangkat kerja, Kirana yang selesai duluan dari sahabat-sahabatnya dan selama menunggu sahabat-sahabatnya dirinya mengambil hpnya yang ada di dalam tas kecil yang selalu di bawanya kemana-mana lalu Kirana mulai sibuk dengan hpnya.


(Assalamualaikum ukhty) Perdiansyah


Kirana melihat di atas layar hpnya ada pesan mesengger dari laki-laki yang bernama Perdiansyah, Kirana tak ingin meladeni lawan jenis jadi dirinya memilih mengabaikan pesan itu.


Sedangkan Dokter Perdi masih duduk di atas kasurnya sembari menunggu balasan dari Kirana, Dokter Perdi terus membuka mesengger itu berharap Kirana membalas pesannya padahal dirinya tau saat ini Kirana sedang online karena belum juga ada balasan Dokter Perdi pun beranjak dari kasurnya dan segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Kirana Fitri dan Novi kini sudah mau sampai di depan restoran, mereka berangkat kerja hanya bertiga sedangkan Lili mendapatkan jadwal libur hari ini. Kirana segera membuka gembok rolling door kemudian masuk setelah restoran terbuka, dirinya segera menuju mejanya dan mengambil buku absen lalu meletakan buku absen itu di atas mejanya.

__ADS_1


Dokter Perdi yang selesai mandi dan memakai baju kini mengambil kunci motornya, dirinya ingin menemui Kirana secara langsung karena Dokter Perdi pikir sepertinya Kirana tak terlalu suka berkirim pesan dengan lawan jenis. Dokter Perdi mulai melajukan motornya dengan kecepatan sedang, begitu jauh jarak yang akan ditempuhnya untuk sampai di restoran tempat Kirana bekerja.


Tiga jam telah berlalu Dokter Perdi pun tiba di depan restoran tempat Kirana bekerja, Dokter Perdi bingung bagaimana caranya agar dirinya bisa mendekati Kirana karena Dokter Perdi tau kali ini dirinya akan kesulitan mendekati seorang wanita seperti Kirana. Mungkin bagi Dokter Perdi mengambil hati pasien atau wanita yang biasa saja dirinya merasa gampang tapi kali ini benar- benar berbeda dirinya akan merasa kesulitan karena tidak tau harus di mulai dari mana, setelah lama berpikir Dokter Perdi pun masuk ke dalam restoran dan mencari kursi kosong.


Dilihatnya ada sebuah kursi yang menghadap Kirana yang sedang duduk di samping kasir, Dokter Perdi pun memilih kursi tersebut agar bisa memandangi Kirana meski dari jauh. Salah satu karyawan mendekati Dokter Perdi menanyakan akan memesan makanan apa, setelah memesan makanan Dokter Perdi pura-pura bermain hp yang sebenarnya diam-diam mengambil foto Kirana dari jauh.


Kirana selesai mengecek nota pembelian bahan-bahan dapur, kini ingin mengontrol para karyawan. Dokter Perdi yang melihat Kirana akan melewati mejanya pura-pura menjatuhkan sendok, sontak Kirana pun membantu mengambilkan sendok yang jatuh barusan saat tangan mereka hampir bersentuhan Kirana secepat kilat mengambil sendok itu lalu kembali diletakkannya ketempat sendok dan pergi begitu saja.


Kirana melangkahkan kaki agak lebih cepat dirinya ingin secepatnya tiba di belakang, saat tiba di belakang Kirana memegang dadanya mengatur detak jantung yang tak beraturan dirinya antara terkejut hampir bersentuhan dengan lawan jenis atau terpesona dengan ketampanan Dokter Perdi.


"Akh Fitri, aku tidak apa-apa" jawab Kirana


"Gak mungkin, kita ini udah lama kenal jadi jangan bohong" kata Fitri


"Tadi ada laki-laki yang hampir saja tangan aku dengan tangan dia bersentuhan, makanya aku kaget" jelas Kirana

__ADS_1


"Ya allah jadi bagaimana tidak bersentuhankan" kata Fitri terkejut


"Alhamdulilah tidak kok" kata Kirana


Sedangkan Dokter Perdi merasa bersalah mengapa bisa dirinya tadi ingin memegang tangan Kirana, Dokter Perdi terus mengucap istigfar dalam hati yang hampir saja melakukan kesalahan. Dokter Perdi setelah makan meminta nota dengan karyawan yang melayaninya tadi, Dokter Perdi meminjam pulpen dengan karyawan itu lalu menulis permintaan maaf dengan Kirana sembari menjelaskan agar tak ada kesalahpahaman.


Dokter Perdi berjalan menuju kasir kemudian membayar makanan yang sudah di makannya tadi dan menitipkan sebuah kertas dengan kasir itu untuk di berikan dengan karyawan yang berniqab disini, Dokter Perdi pun pergi dari restoran dan ingin kembali ke kliniknya meski jauh jarak yang ditempuh, dirinya tetap harus pulang karena tak ada tujuan lain selain kliniknya.


Kirana kini berjalan menuju kasir ingin menghitung pemasukan siang ini, saat sudah mengambil semua uang berwarna merah dan biru. Karyawan kasir itu memberikan sebuah kertas kepada Kirana yang di bilang dari seorang laki-laki, Kirana menerima kertas itu kemudian membuka kertas tersebut.


(Maaf ya tadi benar-benar tidak sengaja tak ada maksud untuk menyentuh tanganmu, sekali lagi maaf ya... Perdiansyah) 


Kirana menutup kertas itu setelah membaca isi yang tertulis di dalam kertas tersebut kemudian di masukannya ke dalam saku gamisnya, Kirana kembali fokus menghitung uang-uang yang sudah di kumpulkannya tadi.


Selesai menghitung uang Kirana ingin memasukan uang-uang itu kedalam brankas saat membuka brankas dimelihatnya isi brankas yang sudah penuh kini dirinya mengambil uang-uang yang dalam brankas itu beserta uang yang ditangannya untuk di berikannya dengan Bu bosnya, Kirana memasukan uang-uang itu ke dalam plastik berwarna hitam kemudian Kirana ke belakang kasir menuruni anak tangga sembari membawa plastik berwarna hitam yang berisi uang-uang itu.

__ADS_1


__ADS_2