
Kirana kini duduk santai di ruang tamu bersama adik-adiknya yang sedang menonton TV, Kirana yang tadi pagi merasa pusing dengan pikirannya yang begitu kalut sekarang sudah lupa bahkan Kirana tak lupa dengan hpnya yang mati dan ada didalam tas kecilnya.
Kirana sesekali tertawa bersama adik-adik saat adegan lucu, Kirana dan adik-adik memang lebih suka menonton film komedi ketimbang film sinetron yang dikit-dikit sedih. Ibunya Kirana yang baru dari luar kini ikut bergabung bersama Kirana dan adik-adiknya, Ibunya Kirana duduk tepat di sebelah Kirana yang sedang duduk di sofa.
"Kirana, kamu sudah memberi tahu Perdi kalo udah nyampe rumah" kata Ibunya Kirana membuka percakapan
"Belum bu, nanti akan Kirana kabari, sekarang juga dipasti lagi sibuk" kata Kirana tak mau berbohong
"Iyalah sibuk, Kak Perdi kan seorang dokter" sahut adik Kirana yang paling bungsu
Kirana tersenyum mendengar jawaban adiknya jadi dirinya tak perlu mencari alasan lagi mengapa belum mengabari Dokter Perdi, Kirana kini mengubah topik pembicaraan dengan Ibunya agar Ibunya tak terus membahas Dokter Perdi.
Siang kini berganti malam Dokter Perdi pulang dari mushollah setelah sholat magrib belum langsung membuka kliniknya, Dokter Perdi mengambil hpnya yang masih tergeletak di atas kasur Dokter Perdi kembali menghubungi Kirana namun masih seperti pagi tadi tak aktif.
Dokter Perdi merasa heran kok bisa Kirana tahan begitu lama tak mengaktifkan hpnya padahal manusia zaman sekarang kadang susah jauh dari hp, ternyata sekarang masih ada manusia yang gak terlalu dekat dengan hp.
Dokter Perdi yang gagal menghubungi Kirana kini memutuskan untuk segera membuka kliniknya, soalnya sayang sekali jika harus tutup karena malam-malam begini paling banyak yang berobat atau sekedar beli obat.
Dokter Perdi yang telah membuka kliniknya, kembali duduk di kursi kasir. Dokter Perdi melamun sejenak memikirkan kembali masalahnya, Dokter Perdi berpikir selama ini dirinya tak pernah terlalu memikirkan setiap ada masalah tapi entah mengapa masalah kali ini terus dipikirnya apa karena bersamaan dengan mimpinya semalam yang seperti nyata jadi membuatnya ada rasa takut.
"Pak dokter" panggil ibu-ibu
__ADS_1
"Pak dokter" ulang ibu-ibu tu
"Ahh iya bu, maaf saya tidak dengar" kata Dokter Perdi
"Pak dokter melamuni apa" kata ibu-ibu ramah itu karena sering belanja obat jadi sangat akrab dengan Dokter Perdi
"Gak bu, hanya memikirkan calon istri" jawab Dokter Perdi asal
"Wah Pak dokter udah punya calon istri toh" kata ibu-ibu itu
Dokter Perdi hanya menyunggingkan senyumnya
Klinik Dokter Perdi mulai ramai yang mau berobat atau sekedar beli obat, Dokter Perdi juga sudah siaga melayani para pasien dengan ramah. Itulah membuat klinik Dokter Perdi sangat ramai karena Dokter Perdi memang sangat ramah bahkan paling bisa mengambil hati para pasien, bukan hanya itu wajah yang tampan membuat orang-orang semakin semangat datang kliniknya apalagi mereka tau kalo Dokter Perdi masih single.
Namun hingga saat ini Dokter Perdi masih menyembunyikan tentang kliniknya dengan Kirana bukan apa-apa, dirinya takut jika memberi tau, Kirana semakin minder dengan dirinya. Yang Kirana tau Dokter Perdi seorang dokter yang bekerja di rumah sakit, bahkan Kirana juga tak banyak bertanya hal privasi Dokter Perdi makanya Dokter Perdi tak banyak bercerita.
Tempat lain Kirana yang selesai makan malam bersama keluarganya, kini langsung kembali ke kamar tidurnya. Kirana pun segera berbaring di tempat tidur, Kirana memegang hpnya sembari menatap layar hp yang gelap, ada rasa dirinya ingin menghidupkan hp itu namun dirinya masih kecewa dengan Dokter Perdi.
Kirana kembali meletakan hpnya di atas meja hias kemudian memejamkan mata, hingga dirinya sudah terlelap. Adik bungsu Kirana masuk kamar Kirana, dirinya mengangkat satu alisnya karena dirinya berpikir tak biasanya Kirana langsung tidur setelah makan bahkan adzan sholat isya' pun belum berkumandang.
Adik bungsu Kirana masuk kamar Kirana berniat ingin meminjam hp Kirana ingin menonton you tube namun Kirana sudah tidur jadi dirinya berinisiatif meminjam saja tanpa meminta izin karena dirinya merasakan adiknya juga, Adik bungsu Kirana segera mengambil hp yang ada di atas meja hias.
__ADS_1
Kemudian duduk disamping Kirana yang sedang tidur sembari menghidupkan hp Kirana, Adik bungsu Kirana seperti tak berdosa membuka kunci hp dengan sidik jari Kirana. Adik bungsu Kirana duduk manis sambil memegang hp dengan santainya menghidupkan data seluler kemudian membuka aplikasi you tube, tak lama banyak pesan whatsapp yang masuk ke hp Kirana.
Adik bungsu Kirana mengabaikan saja karena kurang ngerti soal chatingan meski dirinya bisa membaca, saat sibuk menonton tiba-tiba hp Kirana berbunyi ada telepon masuk dari Dokter Perdi.
"Kak Perdi" baca Adik bungsu Kirana
Tanpa dosa di terimanya telepon tersebut
"Hallo, Assalamualaikum kak" kata Adik bungsu Kirana
"Hallo, Walaikumsalam. Kirana mana dik?" kata Dokter Perdi yang sudah tau kalu hp Kirana sering dipinjam Adik bungsunya
"Kak Kirana udah tidur dari tadi" jawab Adik bungsu Kirana
"Udah lama ya, padahal kakak mau ngomong" kata Dokter Perdi
"Apa aku bangunkan saja kak kalo memang penting" kata Adik bungsu Kirana
"Gak usah, kasian mungkin dia kecapean. Ya udah ya Assalamualaikum" kata Dokter Perdi
"Walaikumsalam" jawab Adik bungsu Kirana
__ADS_1
Setidaknya Dokter Perdi sudah lega, akhirnya dirinya tau bahwa Kirana sudah dirumahnya. Jadi Dokter Perdi harus mulai menjalankan rencananya, Dokter Perdi setelah menelepon Kirana tadi segera menutup kliniknya karena dirinya besok harus bangun pagi-pagi biar rencana yang di buatnya berjalan dengan sesuai apa yang dirinya inginkan.