Hijrah Setelah Patah Hati

Hijrah Setelah Patah Hati
Bab 139


__ADS_3

Setelah sholat subuh Dokter Perdi mendapat pesan dari wanita paruh baya yang bekerja di rumah mereka jika hari ini tidak bisa kerja karena anaknya yang bungsu sedang demam tinggi, Dokter Perdi pun membolehkan wanita paruh baya itu untuk menjaga anaknya dahulu hingga benar-benar sembuh.


Dokter Perdi berkeinginan mengobati anak bungsu wanita paruh baya itu, setelah matahari muncul nanti. Kini Dokter Perdi kembali duduk di samping sang istri yang sedang membaca al-qur'an setelah membalas pesan dari wanita paruh baya tadi, Dokter Perdi juga ikut membaca al-qur'an miliknya jadi mereka berdua sekarang sibuk dengan al-qur'an masing-masing.


Matahari mulai menampakkan cahaya di upuk timur, Kirana dan Dokter Perdi menikmati sarapan dari hasil memesan di gofood. Kirana memang belum di suruh Dokter Perdi untuk melakukan aktifitas seperti biasa karena Dokter Perdi tak ingin jahitan bekas operasi di perut Kirana kembali robek hanya gara-gara mengerjakan pekerjaan rumah, selama sebulan ini wanita paruh baya yang memasakan mereka berdua makanan namun kebetulan hari ini tidak bekerja jadi mau tak mau Dokter Perdi memesan makanan di gofood.


"Sayang, aku mau ke rumah Bu de sebentar mau mengobati anak bungsunya" kata Dokter Perdi setelah selesai sarapan


"Iya sayang hati-hati di jalan ya" jawab Kirana sembari mengantar sang suami hingga ke depan pintu utama


Dokter Perdi segera keluar dari rumah setelah pamit kepada sang istri, Dokter Perdi mengeluarkan sepeda motor milik sang istri untuk ke rumah wanita paruh baya itu meskipun dekat namun agar cepat tiba dan cepat pulang. Dokter Perdi tak ingin meninggalkan sang istri lama-lama sendirian di rumah, Dokter Perdi segera melajukan sepeda motor tersebut meninggalkan rumahnya.


"Ya Allah, gimana sih Kak Perdi. Masak mau ngobati orang sakit tapi peralatan buat periksa dan obat-obatnya tertinggal" kata Kirana berbicara dengan diri sendiri


Kirana keluar membawa sebuah box transparan yang berisi peralatan buat periksa serta obat-obatan, dirinya ingin mengejar sang suami mungkin saja sang suami belum jauh. Namun ternyata sepertinya sang suami sudah pergi karena sudah tak ada lagi sepeda motor miliknya di garasi mobil, Kirana ingin masuk ke rumah lagi tapi karena tadi dirinya terlalu tergesa-gesa membuat perutnya kembali nyeri dan sakit.


Tubuh Kirana tiba-tiba oleng hampir jatuh beruntung ada seseorang menangkap tubuhnya, Kirana yang kesakitan tak melihat siapa yang membantunya karena dirinya benar-benar tak kuat untuk sekedar berdiri saat ini.

__ADS_1


"Heii lepaskan tangan kamu dari tubuh istriku" teriak Dokter Perdi yang ternyata kembali saat sadar bahwa box transparan yang berisi peralatan buat periksa pasien serta obat-obatan tadi tertinggal.


Kirana yang mendengar teriakkan sang suami langsung tersentak dan mulai berusaha berdiri serta melihat siapa yang menangkap tubuhnya, mata Kirana membulat dengan sempurna saat tau siapa yang ada di dekatnya saat ini dengan sekuat tenaga yang dimilikinya Kirana berdiri meski harus menahan sakit di bagian perutnya.


Dokter Perdi segera memakirkan sepeda motor di sembarang tempat, dirinya berlari mendekati sang istri dengan seorang laki-laki itu. Dokter Perdi tak terima miliknya di sentuh orang lain apalagi sepertinya Dokter Perdi juga kenal dengan laki-laki di hadapannya.


Bugh


Tanpa ba-bi-bu Dokter Perdi memukul wajah laki-laki yang ada di hadapannya saat ini, Kirana melihat pertengkaran antara sang suami dan mantan kekasihnya hanya bisa berteriak histeris. Beruntung para tetangga belum pada pergi bekerja jadi mereka berdatangan ke rumah Kirana dan Dokter Perdi, berusaha melerai pertengkaran antara Dokter Perdi dan Agam.


"Awas kalo kamu masih menampakan batang hidungmu di rumah kami lagi, tak segan-segan aku bunuh kau" teriak Dokter Perdi saat sudah di lerai oleh para tetangga


"Kirana..." panggil Agam lemah yang wajahnya sudah bonyok akibat kena pukul dari Dokter Perdi tadi


"Aku sudah katakan dengan kamu, jangan menganggu hidupku lagi. Tapi mengapa kamu masih muncul di depanku" kata Kirana kesal melihat Agam yang seperti belum jera setelah dapat pukulan dari sang suami


"Baiklah aku akan pergi, maaf sudah membuat kekacauan. Aku hanya khawatir denganmu yang tadi hampir jatuh, selamat tinggal mungkin ini terakhir kita bisa bertemu. Selamanya aku akan tetap mencintaimu" kata Agam kemudian pergi dari hadapan Kirana dan Dokter Perdi serta para tetangga

__ADS_1


Dokter Perdi ada rasa ingin kembali menghajar laki-laki yang tak tau malu masih mencintai sang istri, antara marah atau cemburu menjadi satu membuat darah Dokter Perdi seperti mendidih. Kirana mengajak Dokter Perdi masuk ke rumah setelah para tetangga bubar, Dokter Perdi baru teringat bahwa sang istri dari tadi kesakitan.


Dokter Perdi mengendong tubuh sang istri hingga masuk ke dalam kamar utama yang mereka tempati, Dokter Perdi membaringkan tubuh sang istri dengan pelan ke atas ranjang dan memeriksa luka di bagian perut ang istri yang seperti sedikit berdarah. Dokter Perdi segera membersihkan darah tersebut sekalian memberi sang istri obat anti nyeri serta anti biotik agar luka bagian perut sang istri segera sembuh dan tak sakit lagi.


"Maaf ya sayang luka kamu jadi berdarah lagi" kata Dokter Perdi merasa bersalah


"Gak apa-apa sayang, tapi jangan di ulangi lagi ya" kata Kirana mengelus wajah sang suami


"Aku gak bisa janji kalo laki-laki itu masih muncul dihadapanku" kata Dokter Perdi mengecup telapak tangan milik sang istri


"Dia pasti takkan kesini lagi, setelah dapat pukulan dari kamu. Dia gak mungkin mau mengantarkan nyawanya ke kamu" kata Kirana yang sebenarnya kasian melihat keadaan Agam bonyok tadi


"Ya udah kamu istirahat dulu sekarang, aku mau memasak buat makan siang kita nanti" kata Dokter Perdi mengelus pucuk kepala sang istri


Kirana menganggukkan kepala, kemudian mulai memejamkan kedua matanya. Setelah Kirana benar-benar terlelap Dokter Perdi menyelimuti tubuh sang istri, kemudian keluar dari kamar dan ingin membereskan sepeda motor milik sang istri yang belum di masukkan ke dalam garasi mobil.


Dokter Perdi memeriksa sekitar rumahnya memastikan bahwa laki-laki tadi sudah benar-benar pergi dari rumah mereka, sebenarnya Dokter Perdi belum puas memukul laki-laki itu tadi namun sayang para tetangga keburu datang.

__ADS_1


Tak ada yang tau sama sekali bahwa kejadian dari Kirana jatuh di tangkap Agam hingga pertengkaran Agam dan Dokter Perdi tadi ternyata ada yang memvideokan itu semua, orang itu yang selama ini mengintai kehidupan Kirana dan Dokter Perdi seorang mata-mata yang di bayar oleh orang yang berniat menghancurkan rumah tangan Kirana dan Dokter Perdi.


__ADS_2