
Setelah hp Kirana hidup, begitu banyak pesan whatsapp masuk terlihat dari atas layar hp Kirana. Semua pesan whatsapp itu dari Dokter Perdi, Kirana segera memilih aplikasi whatsapp dan mulai membaca pesan-pesan itu dari atas.
(Assalamualaikum)
(Maaf ya tadi pagi gak sempat ngabarin kamu soalnya habis sholat subuh tadi ketiduran lagi)
(Semangat ya kerjanya)
(Semoga harimu selalu bahagia)
(Assalamualaikum)
(Belum pulang ya)
(Kalo udah pulang, jika merasa lelah istirahat saja gak apa-apa. Chattingannya kapan-kapan saja)
Kirana membaca pesan whatsapp dari Dokter Perdi hanya senyam senyum saja, Kirana tak habis pikir saja laki-laki dewasa seperti Dokter Perdi ternyata bisa sedikit perhatian karena biasanya semua laki-laki itu dominan agak cuek ternyata masih ada juga yang perhatian.
Kirana pun mulai mengetik kata demi kata untuk membalas pesan dari Dokter Perdi, setelah itu dirinya segera memilih tanda kirim.
Dokter Perdi yang menunggu Kirana dari tadi sudah sangat mengantuk tapi masih berusaha membuka matanya karena masih ingin berkirim pesan whatsapp dengan Kirana, sesekali mata Dokter Perdi terpejam namun saat ada notifikasi pesan whatsapp masuk Dokter Perdi kembali membuka matanya.
Dokter Perdi segera mengambil hpnya yang terletak di samping kepala, Dokter Perdi melihat dari layar hpnya pesan whatsapp tersebut dari siapa. Dan ternyata yang ditunggu-tunggu muncul juga, Dokter Perdi membuka aplikasi whatsapp dan mulai membaca pesan dari Kirana.
(Walaikumsalam)
(Maaf baru balas, baru pulang kerja)
(Kakak lagi apa?)
__ADS_1
Dokter Perdi sangat senang artinya Kirana mau chattingan dengan dirinya, padahal mungkin Kirana harusnya pulang kerja langsung tidur karena lelah ini Kirana justru menyempatkan diri untuk chattingan dengan dirinya.
(Lagi guling saja dari tadi) Kak Perdi
(Kamu udah makan?) Kak Perdi
(Belum ini lagi mau makan sama sahabat-sahabatku) Kirana
(Ohh ya udah makan aja dulu, nanti lanjut lagi) Kak Perdi
(Gak masalah ditinggal sebentar) Kirana
(Gak kok, makan aja dulu) Kak Perdi
(Terimakasih, Assalamualaikum) Kirana
(Walaikumsalam) Kak Perdi
Setelah mereka berempat makan seperti biasa mereka berempat akan beres-beres dahulu sebelum tidur, selesai semua kini mereka berempat sudah ke kamar dan mengambil posisi tidur masing-masing.
"Kirana, rencananya kapan kamu dengan Kak Perdi mau lamaran?" tanya Lili
"Belum tau, tapi insyaallah berapa bulan lagi" jawab Kirana
"Memang pengennya kamu kapan?" tanya Lili lagi
"Maunya aku akhir tahun ini menikah tapi kita kan sebagai manusia hanya bisa berencana" jelas Kirana
"Iya sih, semoga lancar ya dan tak ada halangan" kata Lili
__ADS_1
Novi dan Fitri hanya mendengarkan saja obrolan antara Kirana dan Lili, Fitri dan Novi bukan gak mau bertanya hanya saja tak ingin terulang lagi seperti dulu ditanya-tanya soal Kirana ingin menikah dengan Agam dulu pada akhirnya gagal.
Namun sekarang Fitri dan Novi juga senang kini sepertinya Kirana mendapatkan laki-laki yang lebih baik dari yang dulu, Fitri dan Novi yang pernah melihat laki-laki itu bisa menilai gak ada yang namanya mau bercanda-canda lagi soal pernikahan.
Kirana yang masih asik mengobrol dengan Lili sembari sesekali tertawa dengan setiap omongan Lili.
"Astagfirullah" ucap Kirana tiba-tiba ingat bahwa dirinya ingin mengirimi Dokter Perdi pesan lagi tadi
"Kenapa?" Tanya sahabat-sahabatnya barengan
"Gak apa-apa, tadi janji dengan Kak Perdi sudah makan bakal ngirim pesan lagi dengannya" kata Kirana tersenyum
"Ya ampun, kirain ada apa" kata Lili
Kirana mengambil hpnya yang ada di samping kasurnya, Kirana melihat jam sudah menunjukan pukul 10 malam lewat. Dirinya benar-benar lupa dengan Dokter Perdi yang mungkin dari tadi menunggunya, Kirana mulai menulis pesan dan dikirimnya ke Dokter Perdi.
(Assalamualaikum)
(Maaf baru ngechat lagi, kakak lagi apa sekarang?)
Dilihat Kirana pesan whatsapp itu centang dua tapi tak kunjung dibuka, Kirana mulai berpikir mungkin Dokter Perdi sudah tidur apalagi ini memang sudah mulai larut malam. Kirana yang tak kunjung dapat balas kini mengirimi pesan lagi
(Selamat malam, semoga mimpi indah) Kirana
(Assalamualaikum) Kirana
Kirana pun memutuskan untuk berselancar di sosial media, dirinya melihat-lihat postingan orang-orang di sosial media yang selalu memposting foto dengan pasangan. Kirana tiba-tiba berpikir mengapa dulu dirinya suka sekali memposting foto bersama Agam di sosial media jika pada akhirnya semua foto itu kini sudah tak ada lagi karena sudah dihapus semua di sosial media maupun di hpnya.
Dan beruntung sebelum kenal Dokter Perdi foto-foto itu sudah di hapus kalo tidak dirinya pasti akan malu mengaku hijrah tapi masih menyimpan foto dengan yang bukan mahram, Kirana melihat jam di hpnya ternyata malam sudah semakin larut.
__ADS_1
Kirana mengakhiri bermain hp dirinya ingin segera tidur apalagi besok akan bekerja lagi, Kirana meletakan hpnya di samping kasur kemudian menarik selimut dan mulai memejamkan matanya.