
Rombongan kuli bangunan masih sibuk memasukan besi-besi ke dalam lomba parkiran, mereka belum selesai merenovasi parkiran gedung tersebut yang kemarin ambles.
Selesai memasukan besi-besi mereka beristirahat dulu karena hari memang sudah waktunya makan siang, mereka semua berjalan menuju mess. Mereka masing-masing mulai mengambil makanan dan makan bersama-sama di ruang depan.
Setelah makan Agam keluar dari mess lalu duduk dilantai teras, Agam mengambil hpnya yang didalam saku. Dirinya ingin sekali menghidupkan hp itu tapi dirinya belum siap karena layar hp itu masih jelas terpampang foto Kirana, dan pasti banyak pesan dari Kirana masuk ke hpnya.
Agam mengurungkan niat yang ingin menghidupkan hp tadi, dirinya hanya memandang hp yang berlayar gelap itu. Agam memutar-mutar hp yang ditangannya dan tiba-tiba dirinya teringat lagi dengan masalahnya saat ini.
Flashblack On
Malam itu Agam sedang berbaring menunggu Kirana pulang kerja setelah Kirana pulang dirinya akan menelepon Kirana, jadi selagi Kirana belum pulang dirinya berselancar di sosial media tapi tiba-tiba adik perempuannya menelpon.
"Hallo mas, ayah mas, ayah" kata adiknya Agam diseberang sana sembari menangis
"Ayah kenapa Heni, kamu coba tenang dulu. Jelasin pelan-pelan" kata Agam khawatir
__ADS_1
"Ayah pergi ninggalin Heni dengan ibu disini, ayah melarikan uang penjualan sapi, juragan marah dia tadi kesini anak buahnya ngeberantakin semua isi rumah kita mas. Juragan juga mengancam ibu kalo gak bisa mengembalikan uang itu Heni harus mau dijadikan istri ketiganya" jelas Heni sambil menangis diseberang sana
"Kelewatan ayah bisa-bisanya melarikan uang juragan, padahal juragan sudah mempercayainya selama ini. Ayah biadab, kamu tenang ya. Mas akan telepon juragan dulu kita cari jalan keluar, jangan nangis. Ibu gimana" kata Agam marah
"Iya mas bantu Heni, Heni gak mau jadi istri ketiga juragan. Heni masih mau sekolah, ibu dari tadi cuma nangis mas dalam kamar" kata Heni masih menangis
"Ya udah mas tutup dulu teleponnya, mas mau nelepon juragan. Heni temani ibu, kalian tenang saja disana. Mas akan selesaikan masalah ini" kata Agam mengakhiri telepon
Agam benar-benar marah dengan ayahnya, ayahnya ternyata belum berubah, Agam tau kalo ayahnya memang hobi bermain dengan wanita makanya ayahnya selalu menghambur-hamburkan uang untuk wanita ****** diluar sana.
Agam menghubungi nomor juragan sapi yang di desanya, juragan sapi itu sebenarnya sangat baik jika pekerjanya menurut dan juragan bahkan sangat mempercayai para pekerjanya, namun memang ayahnya Agam manusia yang suka neko-neko jadi membuat juragan marah dengan ibu dan adiknya Agam.
Tapi Agam meminta waktu dengan juragan setengah tahun lagi baru bisa menikahi putrinya karena Agam bilang ingin mencari uang mahar dulu, juragan menyetujui.
Agam yang tak ada jalan keluar lagi jadi menyetujui semua permintaan juragan apalagi ini semua demi kebaikan adiknya Heni, Agam takkan rela adik perempuan yang sangat disayanginya harus menjadi istri ketiga juragan itu.
__ADS_1
Agam juga sudah mengabari Heni jangan khawatir lagi masalah tadi sudah diurus oleh Agam, setelah menelpon juragan dan Heni tadi Agam langsung menghapus satu persatu foto-fotonya dengan Kirana di sosial media dan segera memblokir akun facebook Kirana.
Agam juga menganti foto WhatsApp nya setelah foto diganti tiba-tiba hpnya habis baterai jadi dirinya memutuskan untuk mengecas hpnya terlebih dahulu, ketika mulai terisi setengah Agam menghidupkan kembali hpnya dan bersamaan hpnya menyala Kirana menelpon.
Kirana yang kebetulan nelpon sambil marah-marah dijadikan Agam kesempatan mengajak putus, sebenarnya Agam tak tega tapi ini semua dilakukannya demi keluarganya.
Setelah mengakhiri telepon dari Kirana, Agam menghidupkan mode pesawat agar nomornya tak aktif Agam juga menulis story setelah dia pikir Kirana takkan menelepon lagi lalu Agam mematikan hpnya.
Agam mulai memejamkan mata sambil memikirkan keadaan Kirana kedepannya bagaimana jika tanpa dirinya ada terlintas Kirana yang menangis, Kirana yang sakit tapi Agam harus tega lama kelamaan juga Kirana bisa melupakannya pikir Agam.
Flashblack Off
"Woii Agam, melamuni apa sih. Dari tadi dipanggil" kata Danu menampar punggung Agam
"Aduh gak perlu ditampar juga kali punggungku, sakit" kata Agam sembari menggosok punggungnya yang terasa panas
__ADS_1
"Ayo kerja lagi, yang lain udah pada kesana" kata Danu menarik tangan Agam
Agam menurut saja ketika tangannya ditarik oleh Danu, mereka kembali bekerja lagi.