Hijrah Setelah Patah Hati

Hijrah Setelah Patah Hati
Bab 72


__ADS_3

Adzan isya berkumandang


Adik bungsu Kirana berhenti memainkan hp Kirana kemudian kembali meletakan di tempat semula namun hanya mematikan data seluler tidak mematikan hp itu, lalu Adik bungsu Kirana menggoyangkan tubuh Kirana setelah adzan isya selesai berkumandang, Kirana yang memang sangat mudah dibangunkan pun langsung bangun.


"Udah adzan isya kak" kata Adik bungsu Kirana


"Ohh iya, kakak ketiduran" kata Kirana sembari beranjak dari tempat tidurnya lalu keluar dan menuju kamar mandi


Selesai mengambil air wudhu Kirana kembali ke kamar tidurnya, lalu mengambil mukenah beserta sajadah kemudian dibentangnya sajadah tersebut setelah memakai mukenah dan mulai menunaikan sholat isya dengan khusyuk.


Setelah sholat dan berdoa, Kirana kembali melanjutkan tidurnya karena memang dirinya merasa sangat lelah saat ini. Kirana pun sudah tak sadar lagi, hingga masuk ke alam mimpi.


Keesokan pagi


Setelah pulang dari mushollah habis sholat subuh Dokter Perdi kini segera melepas pakaian jubahnya yang selalu di pakaian ketika sholat, lalu membalut tubuhnya dengan handuk. Dokter perdi berjalan masuk kamar mandi dirinya ingin segera mandi karena ada urusan yang harus di selesainya hari ini, cukup lama Dokter Perdi bergelut di dalam kamara mandi dan akhirnya selesai.


Keluar kamar mandi dengan handuk yang terlilit di tubuhnya, Dokter Perdi segera memakai pakaian yang sudah di siapkannya tadi sebelum mandi. Setelah selesai Dokter Perdi menyiapkan keperluannya dulu sebelum pergi, dirinya berpikir jangan sampai ada yang ketinggalan terutama hp.


Dokter Perdi setelah siap segera melangkahkan kaki ke pintu klinik kemudian keluar dari kliniknya lalu menutup dan mengunci pintu kliniknya lagi, Dokter Perdi bergegas menuju mobilnya yang ada di garasi, di panaskannya dahulu mesin mobil sebelum digunakan. Setelah itu Dokter Perdi mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, Dokter Perdi sekarang berniat ingin kerumah Kirana dirinya sengaja begitu pagi berangkat dari kliniknya karena perjalanan yang ditempuh juga agak lumayan lama jadi ketika tiba dirumah Kirana nanti tidak terlalu sore.

__ADS_1


Ditempat lain Kirana setelah sholat subuh, memutuskan ingin membaca al-qur'an dahulu  sebelum membantu pekerjaan ibunya. Hingga akhirnya Kirana selesai membaca al-qur'an, Kirana keluar kamar lalu melangkahkan kaki ke arah dapur.


Tiba di dapur Kirana sudah melihat Ibunya yang sedang mengupas kulit bawang, Kirana segera mendekati Ibunya. Tanpa bertanya lagi apa yang harus di bantu, Kirana langsung saja berinisiatif mencuci piring kotor yang ada di wastafel.


"Kamu udah selesai ngajinya?" tanya Ibunya Kirana setelah menyadari kedatangan putrinya


"Sudah bu" jawab Kirana masih fokus membilas piring-piring tersebut


"Ibu mau masak apa?" tanya Kirana mendekati ibunya setelah selesai mencuci piring yang memang hanya sedikit


"Ibu mau masak pindang ikan gabus" jawab Ibunya Kirana sembari mengulek bumbu yang sudah disiapkan beliau tadi


"Wahh mantap udah lama Kirana gak makan pindang ikan gabus" kata Kirana duduk disamping Ibunya


Sedangkan keluarga Kirana merantau waktu Kirana mau lulus SMA, dan pada akhirnya mereka menatap di Jakarta hingga sekarang.


Kirana setelah membantu Ibunya kembali ke kamar tidurnya, dirinya ingin mengambil handuk karena ingin segera mandi. Sebelum mandi Kirana menyisir rambut dahulu, Kirana duduk di kursi meja hias sembari menatap dirinya yang ada di pantulan cermin.


Dret...dret...dret...

__ADS_1


Bunyi hp Kirana membuatnya terkejut, Kirana segera mengambil hpnya yang ada di depan dirinya. Dilihatnya hp itu sembari mengingat karena dirinya merasa hpnya dari kemarin belum dihidupkannya sama sekali tapi mengapa sekarang hidup, dirinya belum mencari tau mengapa hp bisa hidup.


Kirana justru fokus dengan pesan whatsapp yang masuk begitu banyak, dilihatnya dari atas layar hp semua pesan whatsapp itu dari Dokter Perdi. Kirana terpaksa harus membuka pesan whatsapp itu satu persatu dari atas hingga bawah, Kirana membuka kunci layar hpnya kemudian menghidupkan data seluler dan membuka aplikasi whatsapp.


(Assalamualaikum)


(Maafkan aku, bukan ingin mengikari janji)


(Aku benar-benar lupa jika hari ini udah ada janji denganmu)


(Bahkan aku saja pagi ini tadi kesiangan karena semalam bergadang soalnya ada temanku numpang nginep)


(Aku benar-benar minta maaf, tolong jangan marah)


(Tadi aku nelpon tapi justru adik bungsumu yang ngangkat katanya kamu sudah tidur)


(Syukurlah kalo kamu udah dirumah, aku benar-benar khawatir ditambah nomormu tak aktif dari pagi tadi)


(Besok aku kerumahmu, agar kamu percaya aku benaran serius denganmu)

__ADS_1


(Tunggu aku ya, Assalamualaikum selamat malam mimpi indah)


Kirana sudah membaca semua pesan whatsapp dari Dokter Perdi, ada rasa bahagia dirinya mau berjuang dan ada rasa tak enak ternyata dirinya sudah salah paham kemarin. Kirana setelah membaca pesan whatsapp dari Dokter Perdi kemudian beranjak dari kamarnya ingin segera mandi, Kirana sebelum masuk kamar mandi yang melewati Ibunya yang sedang masak dirinya memberitahu bahwa hari ini Dokter Perdi akan kerumah mereka.


__ADS_2