
Setelah keluar dari kamar mandi dan telah memakai baju, Kirana duduk disamping hp yang sedang dicas dan memainkan hp yang masih tercolok sembari menoleh kiri kanan ternyata sahabat-sahabatnya sudah pada tidur.
Kirana kembali berselancar di sosial media kemudian dirinya memilih aplikasi mesengger, dirinya ingin sekali mengirim pesan ke Agam tapi ragu.
Akhirnya dirinya memutuskan mengirim pesan mesengger dengan Danu saja, ingin menanyakan kabar dan tentang Agam melalui Danu karena Kirana tau hanya Danu orang yang paling dekat dengan Agam mungkin saja menurut Kirana Agam ada cerita dengan Danu apa yang sebenarnya terjadi. Kirana mulai mengetik kata demi kata dan kemudian dirinya menekan tanda kirim.
(Kak Danu, apa kabar? ini Kirana. Boleh sedikit bertanya tentang Agam tidak) Kirana
Danu kebetulan sedang online namun pesan dari Kirana belum dibaca, selagi menunggu balasan dari Danu. Kirana beranjak dari duduknya sembari membawa hpnya lalu berbaring di atas kasur, dirinya bermain hp sambil tiduran.
Saat sibuk menonton video di sosial media ada pesan mesengger masuk, Kirana melihat dari atas layar hp balasan dari Danu, Kirana segera membuka pesan itu dan membacanya.
(Ohh Kirana, alhamdulilah baik, Agam juga baik mau tanya apa lagi?) Danu
(Apa Agam punya masalah lain, selain masalah denganku) Kirana
(Aku kurang tau, Agam gak cerita apa-apa dia hanya bilang kalian sudah putus) Danu
(Ohh gitu, ya udah deh kalo gak ada apa-apa. Titip Agam ya kak) Kirana
(Oke) Danu
__ADS_1
"Ya ampun ni anak, super duper cuek bukannya mau nanya balik kek" rutuk Kirana setelah membaca pesan terakhir Danu
Kirana yang putus asa tidak mendapatkan hasil apa-apa, hanya membuka facebook Agam. Dirinya memperhatikan foto Agam yang bersama Danu di sebuah danau, Kirana tersenyum memandang foto itu.
"Senyum ini sekarang tak pernah bisa aku lihat lagi" gumam Kirana
Kirana saat ini sangat merindukan sosok Agam yang begitu humoris, yang sering membuatnya tertawa dan sosok yang sangat perhatian. Namun itu semua sudah hilang semenjak hubungan mereka sudah berakhir, ketika Kirana kembali mengingat masa-masanya bersama Agam, air matanya kembali menetes lagi.
"Andai aku punya waktu sehari bersamamu, aku ingin tau apa alasanmu mengakhiri ini semua" gumam Kirana sembari mengusap air matanya
Kirana memutuskan untuk tidur saja menyusul sahabat-sahabatnya yang sudah tidur dari tadi, dirinya tidak mau memikirkan tentang Agam terus menerus.
Kirana memakai gaun putih yang sangat indah, dirinya berdiri didepan cermin yang sangat besar sembari terus memandangi dirinya yang memakai gaun putih dengan dandan yang sangat cantik. Kirana menyunggingkan senyum yang begitu manis saat melihat dirinya di pantulan cermin itu, Kirana senang akhirnya keinginannya yang ingin menikah dengan Agam tercapai.
Kirana berjalan dengan di iringi sahabat-sahabatnya di aula yang sudah sangat ramai para tamu undangan, Kirana berjalan dengan senyum terus mengembang di bibirnya namun saat tiba di kursi pengantin justru yang duduk disana Agam dengan wanita lain yang tak kalah cantik dari dirinya.
Kirana mengangkat gaun yang dipakainya dengan tangannya sembari berjalan dengan begitu cepat mendekati kursi pengantin.
Plak
Bunyi tamparan yang menggema di aula
__ADS_1
Kirana menampar pipi Agam dengan sangat kuat tanpa bisa ditahan lagi air mata Kirana mulai berjatuhan.
"Agam bukankah kamu janji ingin menikahi aku, tapi kenapa justru wanita ini yang kamu nikahi" kata Kirana marah sembari menangis
"Kirana, maafin aku ya tidak menepati janjiku yang ingin menikahi kamu justru aku menikahi wanita lain" kata Agam memegang pipinya yang terasa panas setelah mendapat tamparan
"Kamu tidak boleh menikah dengan wanita lain, Kamu harus menikah dengan aku" kata Kirana menggoyangkan tubuh Agam
"Maaf Kirana kita sudah sah pagi tadi kita sudah ijab kabul, maafkan aku" jelas Agam
"Tidak mungkin, tidak mungkin, tidak mungkin" kata Kirana
"Kirana bangun, Kirana" kata Sevia menggoyangkan tubuh Kirana
"Tidak mungkin........" teriak Kirana langsung duduk dengan napas tak beraturan
"Kirana kamu kenapa, kamu habis mimpi apa. Kok sampai teriak-teriak begitu" tanya Sevia melihat Kirana dengan keheranan
"Aku tidak apa-apa, sudah pagi ya. Aku mandi dulu" kata Kirana beranjak dari tidurnya dan segera pergi menuju kamar mandi
Kirana saat dalam kamar mandi bukannya mandi justru hanya memandangi air di dalam bak sembari memegang gayung, dirinya memikirkan mimpinya tadi rasanya seperti nyata dan seperti sebuah jawaban yang sedang dicarinya selama ini.
__ADS_1