
Kirana dan Dokter Perdi siap-siap ingin ke pantai sore ini keadaan matahari juga sudah mulai teduh, namun mereka berdua ingin membersihkan diri dahulu setelah bercinta tadi. Kirana sudah memakai gamis polos yang berwarna hitam serta jilbab dan niqab butterfly yang berwarna hitam juga yang dibelinya di online dulu, sedangkan Dokter Perdi hanya memakai baju kaos oblong yang berwarna putih dan celana jeans pendek di bawah lutut.
Mereka berdua keluar dari kamar hotel sembari bergandengan tangan menuju lift, lift berjalan turun menuju lantai utama. Dokter Perdi masih tak mau melepaskan gandengan tangan itu, meski Kirana sudah berkali-kali minta di lepas karena malu dilihat orang-orang di sekitar situ.
Mereka berdua kini tiba di pantai Ancol, pantai Ancol itu masih ramai bahkan ketika sore seperti ini bertambah ramai. Kirana baru kali ini ke pantai matanya terus melihat laut yang bergelombang itu sembari tak henti-henti mengucap kagum atas ciptaan MAHA KUASA yang ini, Dokter Perdi mengajak Kirana agar lebih mendekati air pantai.
Dokter Perdi tersenyum ketika melihat Kirana berputar-putar menikmati angin sepoi-sepoi itu, Dokter Perdi mengeluarkan hpnya mengabadikan Kirana yang berdiri di tepi pantai. Kirana yang tau di foto oleh Dokter Perdi segera mendekati Dokter Perdi dan mengajak Dokter Perdi mengabadikan foto berdua, mereka terus berfoto selfi dengan berbagai macam gaya.
"Ehh mbak, boleh minta tolong gak. Fotoin kita berdua" kata Kirana menegur seorang wanita yang seumuran dengan dirinya sedang lewat
"Boleh mbak, mana hpnya" jawab seorang wanita itu ramah
Kirana segera menyodorkan hp miliknya, wanita tadi sudah mulai mengambil foto Kirana dan Dokter Perdi sembari memberikan arahan bagaiman cara berfoto agar kelihatan semakin bagus. Kirana mengangguk menuruti arahan wanita itu, setelah selesai Kirana tak lupa mengucapkan terima kasih pada wanita itu.
Hari sudah semakin sore, Dokter Perdi mengajak Kirana untuk duduk di dekat orang jualan kelapa muda. Agar bisa meminum air kelapa muda sembari menikmati keindahan pantai dan sejuknya angin sepoi-sepoi, Kirana mengangguk menyetujui saran Dokter Perdi.
Mereka berdua sudah duduk di bawah sebuah payung yang lebar sembari meminum air kelapa muda yang langsung dari batok kelapa, matahari juga sudah mulai turun menandakan sebentar lagi akan terbenam.
Bunyi suara adzan magrib di hp Dokter Perdi bertepatan dengan matahari terbenam, mereka berdua setelah menikmati matahari terbenam kini memutuskan untuk kembali ke hotel ingin sholat magrib dahulu.
Tiba di dalam kamar hotel, mereka berdua bergiliran mengambil air wudhu. Setelah itu segera menunaikan sholat magrib dan tak lupa sholat sunah badi'ah magrib, Kirana dan Dokter Perdi juga menyempatkan membaca al-quran.
__ADS_1
"Mau pesan makanan disini, apa mau ke restoran?" tanya Dokter Perdi
"Gimana kalo ke restoran, kayak kata orang-orang tu dinner" jawab Kirana
"Baiklah, ayo kita turun. Cari restoran yang makanannya lezat-lezat" kata Dokter Perdi sembari merangkul Kirana
Setengah jam setelah itu, mereka berdua sudah duduk di sebuah kursi restoran menunggu pesanan mereka datang. Dokter Perdi meminta dengan Kirana untuk mengirim semua foto mereka tadi, setelah Kirana mengirim semua foto itu. Dokter Perdi segera mengeluarkan hpnya di saku celana kemudian melihat-lihat semua foto Kirana yang di abadikannya tadi serta foto-foto mereka, Dokter Perdi tertawa setelah melihat salah satu foto dirinya yang bergaya konyol
Kirana yang memperhatikan Dokter Perdi tertawa sendiri menaikan alis sembari bertanya-bertanya ada apa dengan sang suami, Dokter Perdi yang tau Kirana memperhatikannya segera menyodorkan hpnya memberi tahu bahwa ada salah satu foto yang membuat dirinya tertawa.
Setelah melihat itu Kirana pun ikut tertawa namun terhenti saat ada pelayan mengantarkan makanan yang mereka pesan tadi.
"Iya selamat makan juga pak dokter" jawab Kirana tersenyum
Mereka berdua pun mulai menyantap hidangan yang ada di atas meja dengan begitu nikmat, menu makanan mereka berdua kali ini udang saus padang. Mereka berdua bener-bener menikmati makanan itu walau sesekali minum air karena kepedasan tapi tetap tak membuat mereka kapok untuk terus mengunyah makanan itu hingga habis tak tersisa sedikitpun.
Selesai makan mereka berdua pergi dari restoran namun Dokter Perdi tak lupa meletakan uang di bawah piring bekas mereka makan tadi setelah meminta bill pembayaran, Kirana dan Dokter Perdi segera masuk mobil. Mobil pun mulai melaju meninggalkan restoran tersebut, Dokter Perdi melajukan mobil ke Taman Kota dirinya ingin menghabiskan malam ini di Taman Kota bersama sang istri.
Setelah tiba Dokter Perdi dan Kirana turun dari mobil, kemudian berjalan mencari bangku taman yang kosong. Taman Kota malam seperti ini sangat ramai para pemuda pemudi yang berkencan, setelah mendapatkan bangku kosong mereka berdua segera duduk di bangku tersebut.
Dokter Perdi menarik Kirana agar menyender di dada bidangnya, mereka berdua memandangi langit yang gelap dan dipenuhi bintang yang berkelap kelip. Kirana sangat senang seharian ini di ajak jalanan-jalanan oleh Dokter Perdi meski belum semua tempat mereka berdua kunjungi, Kirana juga begitu menikmati setiap suasana bersama sang suami.
__ADS_1
Dokter Perdi memang sangat pintar membuat Kirana bagaikan ratu yang di sayang, di perhatikan serta di istimewakan, tiba-tiba air mata Kirana menetes.
"Sayang kamu mengapa menangis, kamu gak suka aku ajak kesini" kata Dokter Perdi sembari menghapus air mata Kirana
"Tidak sayang, aku hanya terharu kamu begitu mengistimewakan aku. Aku nangis bahagia, terima kasih ya" kata Kirana memeluk Dokter Perdi
"Iya sayang udah tugas aku membuatmu bahagia" kata Dokter Perdi sembari mencium kening Kirana.
Malam semakin larut, Dokter Perdi mengeluarkan hpnya dari saku celananya. Dilihatnya waktu sudah menunjukan pukul 10 malam, Kirana juga sesekali menguap menahan ngantuk. Padahal jam segini Kirana biasanya belum merasakan kantuk namun mungkin hari ini begitu banyak aktifitas membuat tubuhnya terasa lelah dan tubuhnya meminta ingin segera tidur, Dokter Perdi yang melihat Kirana beberapa kali menguap hanya tersenyum.
"Mau pulang sekarang, sepertinya kamu sudah ngantuk" kata Dokter Perdi
"Iya badanku sudah tak bisa di ajak kompromi" jawab Kirana
"Ayo kita pulang" kata Dokter Perdi memegang kedua bahu Kirana dari samping
Dokter Perdi berjalan menuntun Kirana agar Kirana tak terjatuh karena sudah merasakan ngantuk luar biasa, Dokter Perdi dan Kirana tiba di mobil langsung masuk. Mobil yang mereka berdua kendarai pun mulai melaju meninggalkan Taman Kota, Kirana setelah masuk mobil langsung memejamkan mata hingga dirinya tak sadar lagi kalo ketiduran dalam mobil.
Sampai di lobi hotel, Dokter Perdi menghentikan mobilnya kemudian turun mengendong Kirana yamg sudah tidur tak lupa menutup serta mengunci mobilnya. Beruntung tubuh Kirana tidak terlalu berat jadi Dokter Perdi masih sanggup mengendong tubuh Kirana sampai ke kamar mereka, sampai di depan kamar mereka Dokter Perdi segera membuka pintu kamar kemudian masuk lalu menutup serta mengunci pintu kamar.
Dokter Perdi meletakan tubuh Kirana dengan sangat pelan di atas kasur, kemudian membantu melepaskan niqab dan jilbab yang di pakai Kirana. Selesai itu Dokter Perdi masuk kamar mandi mencuci wajahnya terlebih dahulu sebelum tidur, Dokter Perdi kini sudah berbaring di samping sang istri sembari memperhatikan wajah sang istri yang tertidur tak lupa di ciumnya kening sang istri kemudian mulai memejamkan mata sembari memeluk sang istri.
__ADS_1