
Kirana masuk restoran dengan perasaan yamg tak karuan tanpa menoleh sedikitpun kearah Agam yang sedang berada dibelakangnya, dirinya kembali duduk di sebuah kursi yang terletak disamping kasir. Perkataan Agam masih tergiang di telinganya tapi dirinya berusaha menenangkan perasaannya saat ini, Kirana tidak ingin pekerjaannya sekarang terganggu dengan pikirannya.
Kirana sudah kembali mengawasi seluruh pekerjaan karyawan, dirinya sekarang mulai sibuk apalagi ini hari pertama dirinya sebagai Manager. Setelah mengawasi seluruh pekerjaan karyawan Kirana kembali menulis pemasukan hari ini, kini dirinya mulai lupa dengan kejadian barusan.
Namun saat sedang membaca tulisannya saat ini dirinya tiba-tiba melihat tangan kirinya yang terletak di atas buku, Kirana memperhatikan cincin yang menglingkar di jari manisnya. Dirinya melepas cincin itu sembari memperhatikan setiap inci cincin tersebut, Kirana terus memutar-mutar cincin itu saat dilihatnya di dalam cincin itu ternyata ada ukir nama Agam disitu.
Kirana tersenyum membaca nama itu namun dirinya tak ingin percaya begitu saja dengan omongan Agam tadi, dirinya tak mau masuk ke dalam lobang yang sama. Kirana juga hingga detik ini belum tau apa alasan Agam yang mengakhiri hubungan mereka, dirinya ingin sekali bertanya namun dia tak mungkin menghubungi Agam terlebih dahulu dan dirinya juga ingat bahwa nomornya masih diblok oleh Agam.
"Mana mungkin dia akan menganti cincin ini dengan cincin emas yang artinya cincin nikah" gumam Kirana dalam hati
Kini siang telah berganti malam, seluruh karyawan sudah pada ingin pulang kerumah dan kontrakan masing-masing. Kirana yang sebagai Manager sekarang belum pulang masih memeriksa pemasukan uang hari ini dan ingin mengantarkan laporan tersebut dengan Bu bos, sahabat-sahabatnya masih menunggu Kirana diluar restoran.
Kirana setelah memberikan laporan keuangan dengan Bu bos kemudian pamit pulang, sekarang Kirana sudah berjalan menuju pintu keluar. Kirana mengembok restoran tersebut dari luar, kini restoran itu tanggung jawabnya. Jadi dirinya mulai besok dan seterusnya harus berangkat lebih pagi, tanggung jawabnya kini semakin banyak.
__ADS_1
"Yang semangat ya" kata Sevia merangkul Kirana
"Iya terima kasih, kalian selalu ada untukku" kata Kirana memeluk sahabat-sahabatnya
"Itulah gunanya sahabat" jawab Lili
"Hari ini aku berulang tahun dan naik jabatan jadi aku ingin mengajak kalian makan bakso di warung bakso 99, nanti aku yang bayar" kata Kirana melepas pelukan sahabat-sahabatnya
"Alhamdulilah makan gratis donk, udah lama banget ya kita gak makan bakso" kata Fitri senang
Jika malam hari warung bakso 99 tersebut akan semakin ramai pengunjung datang, apalagi warung bakso 99 sangat terkenal baksonya dan mie ayamnya yang sangat lezat ditambah lagi harganya sangat murah jadi bagi kalangan biasa akan sanggup membelinya apalagi yang kalangan atas bisa-bisa memborong seluruh bakso dan mie ayam di warung bakso 99 tersebut.
Kirana dan sahabat-sahabatnya sudah duduk di kursi yang kosong sembari masih menunggu bakso yang mereka pesan tadi, Kirana mengeluarkan hpnya dari tas yang selalu dibawanya jika pergi kemana-mana. Kirana mengambil foto kebersamaannya bersama sahabat-sahabatnya untuk kenang-kenangan apalagi sebentar lagi Sevia akan berhenti bekerja karena akan menikah di awal tahun ini.
__ADS_1
"Kapan kamu beli cincin ini" tanya Lili yang melihat ada cincin terlingkar di jari manis Kirana
"Ini ehm, itu ehm, eee" jawab Kirana gugup dan bingung mau jelasinnya bagaimana
"Kenapa kamu kok kayak bingung gitu" tanya Sevia
"Dari Agam" jawab Kirana tegas cepat dan lantang
"Apa" kata sahabat-sahabatnya terkejut dengan jawaban Kirana
"Kalian jangan salah paham dulu, Agam memaksa memasang cincin ini. Aku saja tadi terkejut" jelas Kirana yang tak ingin sahabat-sahabatnya berpikir macam-macam
"Intinya jangan terlalu berharap dengan manusia, berharaplah dengan Allah setelah itu cinta akan datang sendiri" jelas Fitri
__ADS_1
Yang lain hanya diam mendengarkan omongan Fitri, sedangkan Kirana mengangguk paham. Bakso pesanan mereka pun datang mereka mulai memakan bakso yang ada dihadapan mereka, makan kali ini mereka tak ada yang berbicara apapun entah mereka sedang menikmati bakso itu atau sedang berpikir.
Benar apa yang di katakan Fitri jangan pernah berharap dengan manusia karena jika berharap dengan manusia akan ada rasa kecewa jadi berharaplah dengan yang di atas karena jika berharap dengan yang di atas apa yang kita harapkan akan di kabulkan meski harus banyak doa usaha istiqomah dan tawakal tapi percayalah semua akan indah pada waktunya.