
Kirana yang sudah menutup pintu segera berjalan menuju belakang, dilihatnya tante dan adik sepupunya duduk di kursi makan sedang memakan makanan yang di bawa oleh Dokter Perdi tadi. Kirana lalu ikut duduk di kursi makan tersebut dan juga ikut menikmati makanan itu.
Sore sudah berganti malam Kirana sudah merapikan mukenah dan sajadahnya setelah sholat isya', kini Kirana memilih untuk berbaring disamping adik sepupunya yang sudah tidur Kirana bermain hp dan mulai berselancar di sosial media.
Sedangkan Dokter Perdi baru nyampe di kliniknya, setelah memasukan sepeda motornya dan mengunci kembali kliniknya Dokter Perdi segera menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Cukup lama Dokter Perdi di dalam kamar mandi dan akhirnya keluar dengan pakaian yang lengkap, lalu Dokter Perdi mengambil hpnya yang ada di dalam tas kemudian berbaring di atas tempat tidurnya.
"Untung tadi sholat diperjalanan jadi nyampe bisa langsung istirahat" gumam Dokter Perdi sembari melihat-lihat sosial media
Dokter Perdi melihat facebook Kirana yang sedang online segera mengetik pesan untuk dikirim ke Kirana.
(Assalamualaikum)
(Senang akhirnya bisa bertemu dan berkenalan secara langsung)
(Semoga kamu tidak kapok untuk bertemu dengan saya)
Kirana yang sedang sibuk video call dengan sepupunya yang bernama Anggun masih belum tau bahwa Dokter Perdi sedang mengiriminya pesan.
Dokter Perdi masih memperhatikan pesan mesengger yang dikirimnya dengan Kirana tapi hingga detik ini belum di balas Kirana jangankan untuk membalas di baca Kirana pun belum, Dokter Perdi yang sudah lama menunggu namun tak kunjung dapat balasan memutuskan untuk beristirahat karena dirinya juga merasa sangat lelah karena perjalanan hari ini.
__ADS_1
Kirana yang sudah mengakhiri video call dengan Anggun tadi kini kembali berselancar di sosial media, dilihatnya di atas layar hpnya ada pesan mesengger dan segera dibukanya karena Kirana tau itu dari Dokter Perdi.
Kirana setelah membaca pesan mesengger itu segera mengetik pesan untuk membalas pesan dari Dokter Perdi tersebut kemudian memilih tanda kirim
(Walaikumsalam)
(Terimakasih senang juga bisa bertemu dan berkenalan dengan kakak)
(Insyaallah gak kapok)
Dokter Perdi yang tadinya sudah memejamkan mata tiba-tiba membuka matanya kembali saat mendengar ada messenger masuk, Dokter Perdi segera mengambil hpnya yang ada di atas meja lalu membuka dan membaca messenger dari Kirana.
Dokter Perdi sangat senang sekarang Kirana sudah mulai mau membalas pesan darinya, Dokter Perdi kembali mengetik pesan untuk dikirim ke Kirana.
(Kakak mau ngomong apa?) Kirana
(Saya mau mengajak kamu kejenjang yang serius) Perdiansyah
(Maksud kakak apa? Kirana kurang ngerti) Kirana
(Apa kamu bersedia menikah dengan saya?) Perdiansyah
__ADS_1
(Apa menikah? Kakak jangan bercanda) Kirana
(Saya gak bercanda, ini serius) Perdiansyah
(Tapi kitakan baru kenal kak, kenapa kakak begitu cepat mengungkapkan kata MENIKAH) Kirana
(Saya bukan anak kecil lagi yang harus PDKT apa segalanya, saya serius ingin mengajak kamu menikah kalo bisa secepatnya) Perdiansyah
(Maaf kakak, Kirana belum bisa jawab sekarang. Kirana mau sholat istikhoroh dulu) Kirana
(Silahkan) Perdiansyah
(Ya udah ya kak, udah mulai malam besok Kirana mau kerja. Kakak juga besok harus kerjakan, Assalamualaikum) Kirana
(Walaikumsalam) Perdiansyah
Kirana memilih mengakhiri berkirim pesan dengan Dokter Perdi, Kirana segera meletakan hpnya lalu keluar dari kamar tidur dan menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu.
Setelah itu Kirana mulai mengerjakan sholat istikhoroh dengan sangat khusyuk, selesai sholat Kirana segera meminta petunjuk dengan MAHA KUASA apa Dokter Perdi memang yang terbaik untuk dirinya. Kirana menyerahkan semuanya kepada MAHA KUASA Kirana percaya pasti MAHA KUASA sangat tau untuk hamba-Nya yang terbaik, kini Kirana kembali berbaring disamping adik sepupunya yang sudah tidur dari tadi kemudian Kirana menarik selimut dan segera memejamkan matanya.
Dokter Perdi sangat ingin segera menikahi Kirana karena dirinya sangat yakin Kirana yang terbaik untuk dirinya namun saat ini Dokter Perdi masih menyembunyikan identitas dirinya yang sebenarnya seorang dokter, yang memiliki klinik sendiri, memiliki tanah dan perkebunan karena Dokter Perdi ingin datang hanya dengan cinta bukan dengan harta.
__ADS_1
Ini juga sebagian rencana apa Kirana akan menerimanya atau tidak karena dirinya tak ingin terulang lagi seperti dulu, dulu Dokter Perdi berkenalan dengan wanita yang mengetahui dirinya sebagai seorang dokter tetapi nyatanya wanita itu ketika ingin menikah dengannya meminta mahar ratusan juta.
Dokter Perdi bukan tak mampu memberikan tapi dirinya selalu berpikir jika wanita itu saja sudah berani meminta hal yang besar dirinya takut setelah menikah wanita seperti itu bukannya membantu untuk mengembangkan bisnisnya tetapi malah menghancurkan bisnisnya karena akan mengunakan uang-uangnya untuk hal yang tak berguna.