Hijrah Setelah Patah Hati

Hijrah Setelah Patah Hati
Bab 103


__ADS_3

Mita yang sudah keluar dari rumah Kirana dan Dokter Perdi segera melangkahkan kaki ke arah jalan raya ingin mencari angkutan umum, dirinya sengaja datang kerumah Kirana dan Dokter Perdi tidak mengunakan sepeda motornya karena sudah diniatkannya agar Kirana tidak curiga kalo yang datang adalah dirinya.


Saat dirinya yang hampir dekat dengan pohon rindang yang ada dihalaman rumah Kirana dan Dokter Perdi, dirinya melihat seperti ada seseorang sedang bersembunyi disana. Mita mempercepat langkahnya ingin melihat siapa yang ada dibalik pohon rindang itu, namun seseorang itu langsung berlari saat Mita sudah hampir dekat.


"Ehh siapa kamu?" kata Mita berlari mengejar seseorang itu.


Namun tak terkejar lagi karena seseorang itu larinya lebih cepat dari Mita, tapi disaat seseorang itu berlari topi yang dipakainya terjatuh. Seseorang itu menoleh ingin mengambil topi itu lagi tapi dibelakangnya ada Mita yang masih mengejar, Mita berhenti tepat didekat topi yang jatuh itu sembari menyunggingkan senyum liciknya setelah tau siapa orang itu tadi.


"Aku gak mungkin salah lihat, itu tadi Agam. Ternyata dia tau kalo Kirana tinggal disini, Hahaha....tuhan sepertinya sedang berpihak denganku" kata Mita berbicara sendiri sembari memungut topi yang ada di dekat kakinya


"Lihat Kirana, aku tak perlu merencanakan apapun tapi kehancuran rumah tanggamu sedang menghampirimu" kata Mita sembari berjalan dan memperhatikan topi yang ada ditangannya


Mita segera menghubungi seseorang yang akan dijadikannya sebagai mata-mata untuk memantau rumah Kirana dan Dokter Perdi dari kejauhan, dirinya sangat yakin bahwa Agam masih sangat mencintai Kirana karena buat apa coba Agam memperhatikan rumah Kirana dari kejauhan kalo itu tidak ada apa-apa.


Dirumah Kirana dan Dokter Perdi


Dokter Perdi yang baru selesai menerima telepon segera ingin kembali keruang tamu mau menghampiri sang istri, saat tiba diruang tamu sudah tidak ada siapapun disitu. Dirinya pun mencari sang istri ke kamar mereka, dibukanya handle pintu dan ternyata benar sang istri sedang duduk di depan meja hias lagi menatap diri sendiri dipantulan cermin.


Dokter Perdi menghampiri sang istri, kemudian memegang pundak sang istri dan mencium pipi sang istri. Kirana hanya tersenyum tapi tak melakukan gerakan apapun, dirinya masih menatap diri sendiri lalu berali menatap wajah sang suami dari pantulan cermin.


Kirana pun mengakui bahwa sang suami memang sangat tampan meski usianya sudah kepala tiga, tetap kelihatan awet muda. Bahkan jika disandingkan dengan anak SMA masih pantas, dirinya yang baru kepala dua saja wajahnya sudah mulai ada garis-garis penuaan.


Wajar jika Mita berniat merebut suaminya karena bukan hanya tampan yang dimiliki suaminya tapi harta dan segalanya ada, semua wanita juga pasti menginginkan itu tapi jika wanita itu wanita baik-baik pasti tidak mau merebut suami orang.


Namun sekarang wanita itu adalah Mita wanita ular yang licik, jadi sekarang Kirana benar-benar harus berhati-hati karena jika tidak dari suaminya rumah tangga mereka hancur bisa jadi dari dirinya sendiri.


"Temanmu udah pulang?" tanya Dokter Perdi yang masih berdiri di belakang sang istri, membuyarkan lamunan sang istri


"Udah tadi, mau pamit. Kamu nya sibuk, jadi langsung pulang" jawab Kirana beralasan


"Ohh gitu, tapi kok bentar. Kenapa tadi gak ditawari makan siang dulu bareng kita nanti" ujar Dokter Perdi


"Katanya tadi udah janjian dengan pacarnya, mau makan dirumah makan lesehan bambu" jelas Kirana sembarangan


Dokter Perdi mengangguk, kemudian berjalan ke arah ranjang dan duduk ditepi ranjang.


"Tadi siapa yang nelepon?" tanya Kirana sembari beranjak dan menghampiri sang suami

__ADS_1


"Al yang nelepon, nanyai mau ikut reunian gak malam ini di hotel Merah Putih. aku jawab mau tanya kamu dulu, boleh apa tidak" jelas Dokter Perdi menghempaskan tubuhnya diatas ranjang


"Iya gak apa-apa kalo sayang mau ikut" jawab Kirana sembari duduk ditepi ranjang


"Kamu gak apa-apa aku tinggal sendirian dirumah, nanti kamu takut" kata Dokter Perdi berbaring didekat sang istri dan menjadikan paha sang istri sebagai bantal


"Memangnya mau takut dengan apa coba, kita ini punya MAHA KUASA" jawab Kirana


Dokter Perdi tersenyum menanggapi perkataan sang istri.


.


.


Kini rembulan malam telah muncul


Setelah sholat isya' Dokter Perdi mulai bersiap-siap ingin segera berangkat menghadiri acara reunian bersama teman-temannya yang satu fakultas, Kirana membantu mengancingkan baju kemeja yang dipakai sang suami.


Setelah selesai Dokter Perdi pamit dengan sang istri, Kirana mencium punggung tangan sang suami dan dibalas oleh Dokter Perdi dengan mencium kening sang istri serta mencium pipi kanan kiri sang istri.


Kirana mengantar sang suami hingga masuk mobil, setelah Dokter Perdi masuk mobil dan mobil mulai melaju. Kirana masuk kerumah, kemudian menutup serta mengunci pintu. Kirana kini kembali ke kamar tidur, lalu membaringkan tubuhnya diatas ranjang sembari mengambil hp yang ada diatas meja dan dirinya mulai sibuk dengan hp yang ada ditangannya.


Dokter Perdi sudah berada di dalam lift, selama lift berjalan naik ke atas Dokter Perdi memeriksa hpnya ingin melihat nomor berapa ruangan yang dipesan oleh teman-temannya. Saat pintu lift terbuka, Dokter Perdi berjalan terus menyesuaikan nomor ruangan yang di pakai untuk reunian. Setelah bertemu Dokter Perdi segera masuk, disana sudah sangat ramai semua teman-temannya sudah pada hadir.


"Wah, untuk pertama kalinya Dokter Perdi mau menghadiri acara reunian ini" ujar Dokter Ading sembari menyalami Dokter Perdi


Dokter Perdi tersenyum, teman-teman yang lain juga menyambut kedatangan Dokter Perdi. Al sahabatnya Dokter Perdi segera mendekati Dokter Perdi, kemudian mereka berpelukan ala laki-laki. Mereka semua kini duduk di kursi yang sudah tersedia disitu, kursi itu berada di sekeliling meja yang sangat lebar.


"Pengantin baru, wajahnya masih berseri" kata Dokter Ading sembari tersenyum


"Iya, benar. Disini tinggal Al dan Roby yang belum menikah, kapan kalian menyusul Perdi" kata Yang lain


"Wah santai aja, kalo udah waktunya pasti nikah juga" jawab Al tersenyum menanggapi pertanyaan teman reuniannya itu


Kini hidangan makanan yang mereka pesan pun datang, setelah pelayan keluar mereka semua mulai menyantap dan menikmati hidangan di atas meja itu. Selesai makan mereka kini berbincang-bincang membahas usaha dan tempat kerja mereka sekarang, Dokter Ading baru tau ternyata Dokter Perdi juga sudah membuka klinik.


Bahkan yang akan mengelola klinik Dokter Perdi bulan depan adalah sahabatnya yaitu Al, itu semua sudah dibicarakan oleh Dokter Perdi dan Al apalagi sekarang Al sudah mengajukan surat pengunduran diri di rumah sakit. Al menawarkan diri ingin mengelola klinik Dokter Perdi karena dirinya sudah lelah bekerja di rumah sakit, apalagi sering dapat tekanan membuatnya semakin tidak betah.

__ADS_1


Dokter Perdi juga setuju Al mau mengelola kliniknya, kesempatan dirinya untuk beristirahat dalam segala hal. Jadi dirinya cukup duduk manis di rumah bersama sang istri, namun keuangan tetap masuk dari kliniknya dan kos-kosan serta kebun sawitnya.


Waktu telah menunjukkan pukul 9 malam, acara reunian pun sudah berakhir. Dokter Perdi dan teman-teman reuniannya sudah keluar dari hotel Merah Putih ingin segera pulang kerumah masing-masing, Dokter Perdi berjalan menuju mobilnya lalu membuka pintu mobil bagian depan dan masuk.


Di lobi hotel ada seorang wanita sedang duduk dikursi sembari memperhatikan Dokter Perdi dari kejauhan, dirinya mengikuti Dokter Perdi sudah dari awal Dokter Perdi kekuar rumah hingga menunggu sampai acara Dokter Perdi selesai. Saat mobil Dokter Perdi sudah pergi meninggalkan hotel, seorang wanita itu juga keluar dari hotel kemudian segera naik ke sepeda motornya dan melajukan sepeda motornya mengikuti mobil Dokter Perdi dari belakang.


Saat sepeda motornya sudah semakin dekat dengan mobil Dokter Perdi, dirinya menambah kecepatan sepeda motor yang dikendarainya.


.


.


Bruk....


Dokter Perdi langsung mengerem mobilnya namun mobilnya ternyata masih menabrak sesuatu, Dokter Perdi segera keluar ingin mengecek situasi diluar. Dilihatnya ternyata pengendara sepeda motor yang ditabraknya barusan, Dokter Perdi secepatnya membantu orang itu untuk berdiri. Seseorang itu pun juga berusaha berdiri sembari berpegangan dengan Dokter Perdi tetapi orang itu meringis kesakitan, kemudian seseorang itu membuka helm yang ada dikepalanya.


"Kamu... maaf ya saya tidak sengaja" ujar Dokter Perdi segera melepaskan tangannya dari wanita itu.


"Iya gak apa-apa, saya yang salah karena rem sepeda motor saya blong" kata Wanita itu tersenyum


"Jadi bagaimana ini, sepertinya sepeda motormu gak bisa hidup dan kaki kamu juga sepertinya keseleo" kata Dokter Perdi


"Bisa gak antar saya pulang, sepeda motor saya nanti biar tukang bengkel kesini untuk mengambilnya nanti saya hubungi tukang bengkel langganan saya" kata Wanita itu


Dokter Perdi yang merasa bersalah tak bisa menolak, apalagi dirinya sebagai seorang Dokter tidak mungkin membiarkan orang yang sedang terluka begitu saja. Dokter Perdi pun menuntun wanita itu untuk masuk kedalam mobilnya, dirinya segera membukakan pintu belakang agar wanita itu bisa berbaring dikursi belakang.


Akan tetapi wanita itu menolak, wanita itu ingin duduk dikursi sebelah pengemudi. Dokter Perdi yang malas berdebat dan tak mau mengundur-undur waktu segera diturutinya maunya wanita itu, kini mereka berdua sudah berada di dalam mobil.


Dokter Perdi mulai melajukan mobilnya meninggalkan tempat kejadian tabrakan barusan, dirinya melajukan mobil masuk ke jalan tempat kontrakan sahabat-sahabatnya sang istri namun hanya melewati jalan itu.


Rumah wanita itu masih melewati hutan di kiri kanan, Dokter Perdi menambah kecepatan mobilnya agar bisa segera tiba dirumah wanita itu. Sedangkan wanita itu yang pura-pura kesakitan dalam hatinya tersenyum puas, karena sudah bisa menjalankan rencananya yang akan membuat Kirana dan suaminya berantem.


Setelah tiba dirumah wanita itu, Dokter Perdi membantunya hingga ke pintu masuk. Rumah wanita itu kebetulan tidak ada siapapun, dirinya hanya tinggal bersama ibunya namun ibunya saat ini sedang menginap dirumah adik perempuannya yang baru saja habis melahirkan.


Wanita itu mengeluarkan kunci rumahnya, setelah pintu dibuka Dokter Perdi pamit pulang dan wanita itu mengangguk mengizinkan Dokter Perdi pulang kemudian masuk kerumah.


Setelah menutup dan mengunci pintu Wanita itu tersenyum senang saat melihat layar hpnya telah mendapat kiriman fotonya bersama Dokter Perdi, foto tersebut akan dijadikannya senjata untuk menghancurkan rumah tangga Kirana dan Dokter Perdi.

__ADS_1


"Kamu sangat pintar, Mita" puji Mita pada diri sendiri


Sedangkan Dokter Perdi sudah melajukan mobilnya ingin segera pulang, dirinya takut sang istri menunggunya padahal tadi dirinya sudah janji bakal pulang pukul 9 lewat nyatanya sekarang waktu sudah menunjukan pukul 10 kurang sedikit tapi dirinya masih dijalan.


__ADS_2