
Berbulan-bulan telah berlalu, Kirana menjalani hari-harinya seperti biasa tak ada yang luar biasa bagi Kirana, Pagi-pagi Kirana sudah sibuk mengawasi pekerjaan seluruh karyawan restoran, dirinya sudah berada di bagian belakang untuk mengecek persiapan bagian dapur.
"Bagaiman chef, apakah semuanya udah siap dan lengkap" tanya Kirana ketika sudah di belakang chef
"Iya Kirana, semuanya sudah siap dan lengkap" jawab chef
"Baguslah kalo begitu" kata Kirana sembari melangkah ke arah lain
Kirana berjalan ke arah Novi yang sedang mencuci sayur-sayuran dan bahan-bahan lainnya. Novi saat ini dengan karyawan lain sedangkan Fitri saat ini sedang libur
"Yang bersih ya" kata Kirana saat berada di belakang Novi
"Akkhh oke siap Bu Manager" canda Novi
Kirana langsung mencubit pinggang Novi dan pergi meninggalkan Novi begitu saja, Novi hanya tertawa geli melihat Kirana cemberut jika di panggil Bu Manager. Kirana melangkah keluar dari bagian belakang menuju bagian depan, dirinya masih mengawasi pekerjaan seluruh karyawan dan kini Kirana mulai melangkah lagi ingin kembali ke tempat duduknya di samping kasir namun tak sengaja melihat Mita yang sedang mengobrol dengan Yeyen Kirana menghampiri mereka berdua.
"Kalian berdua ini bukannya bantu yang lain masih saja sibuk mengobrol" tegur Kirana ketika sudah di hadapan Mita dan Yeyen
Yeyen langsung pergi saat kena tegur Kirana, Yeyen segera membantu karyawan lain.
__ADS_1
"Orang jomblo lagi marah-marah ni, kesepian ya. Gak ada yang ngelus" kata Mita bercakat pinggang
"Mita" bentak Kirana sembari menunjuk wajah Mita
"Kenapa? Yang dulu bilang aku jomblo, sekarang kebalikannya hahahaha. Hukum karma itu memang nyata ya" kata Mita sembark melipat kedua tangannya di dada
"Apa maksudmu" kata Kirana
"Memangnya kamu gak merasa gitu, kalo kamu saat ini sedang kena karma" kata Mita
"Menyendiri itu pilihanku saat ini" jawab Kirana berlalu meninggalkan Mita
Kirana sudah pergi dari hadapan Mita, dirinya tak ingin menjawab omongan Mita lagi. jika di ladeni terus menerus akan menjadi panjang dan Kirana takut di dengar para pengunjung meski memang belum ada pengunjung pagi ini.
Kirana sudah duduk di kursi yang ada di samping kasir, dirinya terus menundukkan kepala berusaha merendam amarahnya saat ini. Kirana tak ingin amarahnya meledak jika itu terjadi bisa-bisa Bu bos memarahinya karena hal pribadi di bawa-bawa ke tempat kerja.
Ketika amarah Kirana sudah hilang, kini dirinya mulai memeriksa berkas-berkas yang tertumpuk di atas mejanya dari tadi.
Siang sudah berganti malam, Kirana dan sahabat-sahabatnya juga sudah membersihkan diri masing-masing dan makan. Saat ini mereka sedang berbaring di posisi tempat tidur masing-masing, mereka juga sibuk dengan hp milik mereka masing-masing.
__ADS_1
Ketika Kirana terus mengeser layar hpnya tiba-tiba hpnya berbunyi tanda ada yang menelepon masih dalam keadaan memegang hp Kirana melihat nomor baru yang meneleponnya, Kirana tak mau langsung mengangkat nomor itu jadi membiarkan saja sampe teleponnya terputus sendiri. Tapi lagi-lagi nomor itu menelepon lagi, Kirana masih membiarkan namun masih juga terus menerus menelepon akhirnya Kirana memutuskan untuk mengangkat nomor tersebut karena dirinya takut ada hal penting.
"Halo Kirana akhirnya kamu angkat juga" kata seseorang diseberang sana ketika telepon terhubung
Kirana belum menjawab dirinya hanya diam mendengar suara laki-laki diseberang sana, dirinya berusaha mengingat suara siapa itu.
"Halo Kirana, Kirana ini aku Agam" kata Agam yang terus memanggil Kirana
"Kirana kamu masih disitu kan" kata Agam
"Ohh iya maaf, ada apa" kata Kirana yang tak menyangkah Agam menghubunginya lagi
"Bagaimana kabarmu baik kan, jaga diri baik-baik disana" kata Agam
"Oh iya aku mau pamit, besok aku mau ke Papua menyusul Ayahku disana" jelas Agam
Kirana masih diam mendengar setiap omongan Agam, karena dirinya sedang bingung apa maksud Agam saat ini. Namun akhirnya mereka berdua kini mengobrol dan bercerita segala hal apa saja yang mereka lakukan selama tak berkabaran, mereka juga tertawa dan bercanda bersama.
Lili dan Novi keheranan melihat Kirana yang bertelepon sembari tertawa karena tumben sekali selama putus dengan Agam Kirana tak pernah teleponan dengan siapa-siapa kecuali Ibunya tapi mereka pikir mungkin Kirana saat ini sudah memiliki pacar baru.
__ADS_1
Kirana mengakhiri teleponnya dengan Agam beralasan ingin segera tidur, setelah itu Kirana kembali berselancar di sosial media. Kirana tak ingin terbawa perasaan makanya memilih mengakhiri telepon, apalagi selama ini dirinya sudah berusaha menghilangkan rasa cintanya untuk Agam dan sudah semakin hilang namun Agam malah muncul lagi dikehidupannya tapi dirinya tak akan berharap lagi dengan Agam karena Agam juga akan semakin jauh dari dirinya sekarang dan Kirana juga akan terus memulai hidupnya tanpa seorang kekasih dulu.