Hijrah Setelah Patah Hati

Hijrah Setelah Patah Hati
Bab 68


__ADS_3

Kirana yang keluar dari kamar mandi kini berjalan menuju kamar tidurnya, saat dirinya masuk kamar tidur. Dilihatnya sahabat-sahabatnya sedang menangis, Kirana pun mendekati sahabat-sahabatnya. Fitri yang melihat Kirana berdiri mematung di belakang mereka segera dipeluknya Kirana hingga Lili dan Novi pun juga ikut memeluk Kirana, dan mereka berempat menangis sembari berpelukan.


Malam ini membuat suasana di kontrakan Kirana dan sahabat-sahabat penuh dengan deraian air mata perpisahan, Kirana dan sahabat-sahabatnya masih berpelukan sembari menangis. Mereka kembali merasakan kehilangan sosok sahabat lagi seperti kemarin, mereka juga tak bisa berbuat apa-apa karena setiap pertemuan pasti ada perpisahan.


Sekian lama mereka berempat menangis yang sambil berpelukan kini mulai reda dan mulai melepaskan pelukan itu, Kirana menghapus air matanya dengan tangan kirinya yang masih jatuh dan tangan kanannya digunakannya untuk menghapus air mata sahabat-sahabatnya.


"Semoga kita bisa ketemu lagi ya" kata Kirana kembali memeluk sahabat-sahabatnya


"Iya semoga aja" jawab sahabat-sahabatnya Kirana serentak membalas pelukan Kirana


"Aku pasti bakal kangen banget dengan kalian" kata Kirana melepaskan pelukannya


"Kita juga pasti bakal kangen dengan kamu" kata sahabat-sahabatnya Kirana bersamaan


"Udah malam kita tidur yuk" ujar Kirana

__ADS_1


Mereka berempat segera mengambil posisi tempat tidur masing-masing dan mulai berbaring, mereka berempat yang kelelahan menangispun memutuskan untuk tidur, apalagi malam memang sudah semakin larut. Kirana yang saat ini berusaha memejamkan mata tapi masih tak bisa, matanya belum merasakan kantuk.


Kirana pun memutuskan untuk bermain hp saja, ketika sibuk mengeser-geser layar hp dirinya baru ingat bahwa tadi sebelum masuk kamar mandi dirinya habis berkirim pesan whatsapp dengan Dokter Perdi. Menurut Kirana mungkin dari tadi Dokter Perdi menunggunya untuk menghubungi kembali, dilihat Kirana jam yang ada di atas layar hpnya sudah menunjukan pukul 10 malam lewat.


"Ahhh, mungkin Kak Perdi sudah tidur" gumam Kirana


"Kalo aku menelpon nanti ganggu dia istirahat, mana besok dia harus jemput aku kesini" kata Kirana


Kirana kini memilih untuk berselancar di sosial media saja, ingin melihat berita hari ini dan tentang hal di luar sana. Kirana masih terus mengeser-geser layar hp hingga rasa kantuk itu mulai datang, tapi Kirana masih belum mau tidur.


Saat sibuk membaca artikel tentang nasihat pernikahan seketika Kirana tiba-tiba memejamkan mata, tapi berusaha kembali terjaga meski hp yang di pegangnya pun berapa kali jatuh mengenai wajah hingga akhirnya Kirana sudah tak tahan lagi menahan rasa kantuk itu, dirinya pun terlelap juga seperti sahabat-sahabatnya yang sudah tidur dari tadi.


Dokter Perdi yang sudah tak menyambung mengobrol dengan temannya itu hanya menjawab iya dan anggukan saja, Dokter Perdi juga berapa kali memberi kode menguap dan pura-pura memejamkan mata hingga temannya itu pun menyuruh Dokter Perdi duluan tidur karena temannya masih mau menonton tv.


Dokter Perdi segera bangkit dari ruang tengah pergi dari hadapan temannya itu kemudian berjalan menuju kamar tidurnya, Dokter Perdi langsung berbaring di atas tempat tidurnya dan segera memejamkan matanya hingga Dokter Perdi pun sudah masuk ke alam mimpinya.

__ADS_1


Dokter Perdi dan Kirana berjalan memasuki sebuah gedung yang megah dengan dekorasi yang sangat indah, Dokter Perdi dan Kirana terus melangkahkan kakinya sembari melihat kanan kiri para tamu yang sedang memperhatikan mereka. Tiba di kursi pengantin Dokter Perdi dan Kirana segera duduk, mereka berdua tersenyum memandangi para tamu yang hadir di hari pernikahan mereka.


Namun tiba-tiba ada seorang laki-laki datang memasuki gedung tersebut dengan rombongannya membuat keributan di dalam gedung tersebut, para tamu pun berteriak sembari berlari kesana kemari. Dokter Perdi dan Kirana segera berdiri melihat pemandangan yang begitu kacau dihadapan mereka, laki-laki itu mendekati Dokter Perdi dan Kirana kemudian menodongkan sebuah pistol.


"Serahkan pengantin wanita itu dengan saya, kalau tidak salah satu dari kalian akan mati" kata Laki-laki tersebut


"Bunuh saja saya, saya takkan menyerahkan istri saya dengan siapapun" jawab Dokter Perdi lantang


"Oh kamu menantang saya, saya akan bunuh kamu. Istri kamu akan menjadi milikku" kata Laki-laki itu


"Jangan lebih baik kami bunuh saya saja" kata Kirana berdiri di depan Dokter Perdi


"Tidak sayangku, aku menginginkanmu jadi tidak mungkin aku membunuhmu" kata Laki-laki itu


Dor.....

__ADS_1


"Kirana...." Dokter Perdi berteriak


Laki-laki yang tadi ingin menembak Dokter Perdi malah menembak Kirana, setelah melihat Kirana tergeletak laki-laki tersebut langsung pergi dari situ.


__ADS_2