Hijrah Setelah Patah Hati

Hijrah Setelah Patah Hati
Bab 44


__ADS_3

Kirana yang melihat ruang tamu penuh dengan teman-teman adiknya, kini memilih kembali masuk kamarnya kemudian berbaring sembari berselancar di sosial media. Kirana memang dari dulu setiap kali lebaran dirinya tak pernah pergi kemana-kemana lebih suka menghabiskan waktunya di dalam kamar, dirinya masih sibuk berselancar di sosial media melihat setiap postingan orang-orang yang mengupload beragam foto keluarga.


"Mbak" kata adik sepupunya Kirana nyelonong masuk kamarnya Kirana, yang memang hanya setengah tertutup


"Kamu udah pulang dari rumah wawak" tanya Kirana sembari beranjak dari tidurnya kemudian duduk di tepi ranjang


"Udah, mbak ikut aku kerumah Sundari yuk" kata Anggun sembari duduk di samping Kirana


"Tunggu dulu, Sundari teman SD mbak itu. Apa dia juga pulang" kata Kirana sembari mengingat dan bertanya


"Iya mbak, masak mbak udah lupa mentang-mentang udah belasan tahun gak ketemu, Ayo" kata Anggun sembari menarik tangan Kirana


Kirana menurut saja tangannya di tarik Anggun, kemudian mereka berdua pamit dengan ibunya Kirana ingin pergi sebentar. Tentu ibunya Kirana sangat senang jika Kirana pergi keluar rumah karena Kirana semenjak bekerja jarang sekali mau keluar rumah apalagi suasana lebaran seperti ini terkadang Kirana mengurung diri dalam kamar, Kirana sangat malas bertemu dengan orang-orang yang selalu menghinanya sebagai perawan tua.

__ADS_1


Kirana dan Anggun pergi mengunakan kendaraan sepeda motornya Kirana karena dari rumah Kirana kerumah Sundari cukup jauh memakan waktu 5 menit lebih untuk sampai disana jika berkendaraan. Tak lama mereka berdua akhirnya tiba di depan jalan rumah Sundari, Kirana memarkirkan motornya di samping jalan dan mengunci setang motor.


Jalan menuju rumah Sundari melewati jembatan kecil yang di bawahnya air yang begitu dalam jadi Kirana takut jatuh makanya tak berani untuk membawa kendaraannya masuk ke jalan tersebut, Kirana dan Anggun setelah turun dari motor segera melangkah menuju rumah Sundari. Tak lama mereka berdua tiba di depan rumah Sundari


"Assalamualaikum" ucap Kirana dan Anggun saat sudah di depan rumah Sundari


"Walaikumsalam, masuk" kata Sundari


Kirana dan Sundari SD dulu sangat akrab kadang mereka berdua dapat julukan dua sejoli saking tak mau berjauhan tapi sayangnya setelah lulus SD persahabatan mereka berdua harus terpisahkan karena dulu orang tua Sundari ingin merantau jauh jadi Sundari terpaksa harus ikut dan melanjutkan SMP tempat lain, sudah belasan tahun Sundari tak pernah pulang hingga pada akhirnya hari ini Sundari sekeluarga kembali lagi kerumah lamanya disini.


Setelah itu Kirana, Anggun dan Sundari kini sudah duduk di sebuah kursi tamu sembari bercerita pengalaman masing-masing selama di tempat berbeda.


"Anggun kok kamu bisa tau kalo Sundari pulang" tanya Kirana yang penasaran

__ADS_1


"Tadi sholat 'id kita ketemu" jawab Anggun


"Aku senang lihat kalian sekarang udah pada pakai niqab, aku jadi pengen tapi gak tau boleh tidak dengan ibu dan ayahku" kata Kirana


"Berdoa dengan ALLAH minta hati ibu dan ayahmu dibukakan supaya bisa mengizinkanmu memakai niqab" kata Sundari


"Iya, doain aku juga ya biar bisa seperti kalian bisa pakai niqab" kata Kirana sembari merangkul Sundari dan Anggun


Ketika mereka bertiga masih mengobrol sembari bercanda dan tertawa ada suara laki-laki mengucap salam dari luar, Sundari yang sebagai tuan rumah segera mempersilakan laki-laki itu masuk.


Kirana dan Anggun hanya diam melihat laki-laki itu, kini laki-laki itu setelah masuk segera duduk di lantai rumah Sundari, sedangkan Kirana Anggun dan Sundari masih duduk di atas kursi. Sundari pun memperkenalkan laki-laki itu sebagai calon suaminya, Kirana yang mendengarnya ada rasa bahagia dan ada rasa sedih.


Kirana lagi-lagi akan ditinggal nikah oleh sahabatnya, melihat sahabat-sahabatnya yang sudah pada mau nikah membuat dirinya semakin minder akan jati dirinya sekarang. Namun Kirana sadar ini mungkin karma untuk dirinya yang dulu selalu menolak setiap ada laki-laki yang melamarnya hingga kini tak ada lagi satupun laki-laki yang dekat dengan dirinya, Kirana hanya bisa bersabar menunggu hari itu hari dimana dirinya akan menjadi pengantin.

__ADS_1


__ADS_2