Hijrah Setelah Patah Hati

Hijrah Setelah Patah Hati
Bab 127


__ADS_3

"Sayang, bersenang-senanglah kalian sekarang. Aku masuk kamar ya" ujar Dokter Perdi mengelus pundak sang istri


"Iya sayang" jawab Kirana tersenyum


Dokter Perdi segera melangkahkan kakinya kearah kamar utama yang ditempatinya dengan sang istri, dirinya yang memang sudah sangat lelah memilih ke kamar mandi dulu untuk melakukan aktivitas seperti biasa sebelum tidur.


Selesai semua Dokter Perdi keluar dari kamar mandi dan mengganti bajunya sekarang dengan baju santai, kemudian dirinya segera membaringkan tubuhnya diatas ranjang hingga dirinya pun terlelap.


Diluar kamar setelah kepergian sang suami, Kirana mengajak ketiga sahabatnya itu untuk makan terlebih dahulu sebelum tidur atau acara lain. Kirana bersyukur sore tadi masak lauk jadi ketiga sahabatnya bisa makan karena dirinya tau pasti ketiga sahabatnya itu belum makan dari pulang kerja tadi, Kirana tersenyum melihat ketiga sahabatnya itu makan dengan begitu lahap.


"Ohh ya Kirana kita punya hadiah untuk kamu" kata Fitri setelah selesai makan


"Hadiah apa, kenapa kalian harus repot-repot sih. Kalian kesini aja aku udah seneng banget" jawab Kirana yang sebenarnya juga penasaran


"Ini, bukalah" kata Lili memberikan sebuah box gepeng


Kirana menerima box itu saat Lili menyodorkan ke arah dirinya, Kirana belum membuka box itu dirinya justru memperhatikan box tersebut jika dilihat seperti sebuah album foto. Kirana yang mulai penasaran akhirnya membuka box tersebut dan benar saja itu sebuah album foto, Kirana membuka lembaran pertama sembari tersenyum.


"Kok kalian bisa punya foto kita berlima?" tanya Kirana sembari terus mengelus album foto yang ada dipangkuannya itu


"Inikan waktu ulang tahun kamu 2 tahun yang lalu, sebelum Sevia berhenti bekerja" jelas Lili


"Akkhh iya, waktu pulang dari makan bakso" jawab Kirana yang teringat masa-masa itu

__ADS_1


Kirana kembali membuka album berikutnya, dirinya sangat senang begitu banyak foto-foto kebersamaannya dengan sahabat-sahabatnya di album foto itu. Dirinya tak pernah terpikir untuk mengeprint foto-foto tersebut, hanya disimpannya dihp itupun sekaranag jarang sekali dilihat-lihatnya karena foto-foto kebersamaannya dengan sahabat-sahabatnya tersimpan digaleri hp album tersendiri.


Ketika membuka galeri foto dihp pasti foto kebersamaannya dengan sang suami yang pertama kali terlihat, ya makanya Kirana jarang membuka galeri foto dihp mungkin sudah penuh memori penyimpanan dihpnya.


Saat Kirana melihat bagian terakhir dirinya langsung tertawa terbahak-bahak, sontak ketiga sahabatnya pun kaget melihat Kirana tertawa hingga Novi mengambil album foto itu dari tangan Kirana saat dilihat Novi pun juga ikut tertawa terbahak-bahak sampai Novi memegang perutnya karena begitu sakit gara-gara ketawa.


Lili pun sama seperti yang dilakukan Novi tadi, dirinya segera merebut album foto itu dari tangan Novi. Namun Novi memegang album foto itu begitu kuat, hingga mereka berdua saling tarik menarik album foto tersebut.


Fitri yang sebenarnya biang kerok disini akhirnya memilih pura-pura tidak tau, padahal Fitri yang sudah mengeprint foto itu dan diletakannya kedalam album foto tersebut.


Karena belum dapat juga Lili kembali menarik album foto tersebut, tapi siapa sangka kalo Novi justru melepaskannya begitu saja. Lili yang berusaha menarik sekuat tenaga, jadi terjengkang kebelakang karena ulah Novi barusan.


"Aduhh..." kata Lili mengeluh kesakitan karena bok*ngnya jatuh kelantai dengan begitu keras.


"Lili, maaf ya" kata Novi merasa bersalah sembari mengulurkan tangan untuk membantu Lili


"Lili...." teriak Novi begitu kuat karena dirinya sudah kenah tipu oleh Lili


"Satu sama, OKE" kata Lili mengedipkan sebelah matanya


Kirana hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah kedua sahabatnya itu, sedangkan Fitri masih posisi duduk dikursi sembari menahan tawa dari tadi.


"Sayang kenapa ribut sih" ujar Dokter Perdi dengan setengah sadar dirinya berjalan mendekati Kirana dan ketiga sahabatnya Kirana

__ADS_1


"Ahh sayang maaf, sudah menganggu tidurmu" jawab Kirana kemudian mendekati sang suami


"Sayang, kekamar yuk kita ML" kata Dokter Perdi tanpa dosa karena matanya masih terpejam


"Sayang, malu akh" kata Kirana sembari menepuk lengan sang suami dengan pelan


Ketiga sahabatnya Kirana tentu menahan tawa saat mendengar suami sahabat mereka itu mengajak sahabatnya untuk kekamar melakukan Making Love, Kirana yang wajahnya sudah merah karena menahan malu segera menarik tubuh sang suami untuk masuk ke kamar mereka.


Sampai didalam kamar Kirana segera mendorong tubuh sang suami sekuat tenaganya ke atas ranjang, namun bukannya sang suami yang terdorong justru dirinya ikut menindih tubuh sang istri.


"Akkhh...." teriak Kirana reflek segera dirinya menutup mulutnya takut ketiga sahabatnya mendengar


Lili Fitri dan Novi yang ada diruang keluarga mendengar teriak Kirana, mereka bertiga pun segera masuk kamar tamu yang mereka tempati dan mulai mengeluarkan tawa mereka yang sempat tertahan tadi.


"Hahahaha... Ada-ada aja sepasang suami istri itu" kata Lili yang masih tertawa


Saat kejadian Kirana dan sang suami, sejenak Lili melupakan soal album foto itu membuat Fitri aman untuk saat ini. Fitri tau Lili itu sangat jahil makanya Fitri membalas kejahilan Lili dengan mengeprint foto Lili yang sedang tertidur dalam keadaaan mulut terbuka yang tentu mengeluarkan air ludah yang akan menjadi peta, serta ada juga foto Lili yang berfoto selfie yang bergaya lidah dikeluarkan mata sengaja dibelongin.


Fitri mengambil itu diam-diam dari hp Lili tanpa Lili ketahui, serta yang mengeprint semua foto yang dialbum foto itu juga Fitri makanya Novi dan Lili tidak tau apa-apa isi foto-foto itu karena semua sudah direncanakan Fitri jauh sebelum Kirana ulang tahun.


Lili Fitri dan Novi segera berbaring, waktu sudah menunjukan pukul 12 malam yang artinya sudah masuk waktu esok. Mereka bertiga yang besok harus kembali bekerja pun mulai memejamkan mata, namun salah satu dari mereka tidak bisa tidur siapa lagi kalo bukan Lili.


Lili masih penasaran dengan album foto tadi, dilihatnya Fitri dan Novi sudah terlelap segera dirinya keluar kamar ingin mencari album tadi. Lili terus memutari ruang keluarga itu namun tak kunjung ketemu album foto tadi, Lili terus mencari kesana kemari tapi tetap tak ketemu.

__ADS_1


Sayup-sayup Lili mendengar seperti ada dua manusia yang sedang menikmati indahnya bercinta, Lili yang tau suara itu berasal dari mana hanya bisa menelan ludah. Meski dirinya masih terlalu muda tapi dirinya tau apa yang terjadi didalam kamar utama itu, Lili memilih pergi dari situ dari pada otaknya jadi ikut traveling kemana-mana.


Didalam kamar utama, Kirana dengan Dokter Perdi akhirnya menuntas hasrat yang telah mengebuh itu. Mereka berdua memang bercinta setelah kejadian Kirana yang tak sengaja menindih tubuh sang suami tadi, setelah itu Kirana dan Dokter Perdi pun terlelap.


__ADS_2