Hijrah Setelah Patah Hati

Hijrah Setelah Patah Hati
Bab 98


__ADS_3

Kirana terbangun dari tidurnya ketika mendengar suara adzan subuh berkumandang dari pengeras suara mushollah yang tau jauh dari tempat tinggalnya, Kirana yang sudah membuka kedua matanya membangunkan sang suami yang masih tidur. Kirana berkali-kali memanggil sang suami namun masih tetap sang suami belum mau membuka mata, Kirana pun menepuk pipi sang suami dengan begitu lembut.


Dokter Perdi yang merasa ada yang menepuk pipinya dengan lembut segera membuka matanya, dilihatnya sang istri dihadapannya sedang tersenyum. Dirinya pun ikut tersenyum, kemudian beranjak dari tempat tidur dan menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu.


Setelah Dokter Perdi keluar dari kamar mandi, giliran Kirana yang masuk kamar mandi. Namun saat dirinya ingin membuang air kecil ternyata dirinya kedatangan tamu bulanan, raut wajah Kirana kembali kecewa ternyata sampai saat ini belum juga dirinya diberi momongan meski memang masih baru pernikahannya dengan sang suami.


Kirana keluar dari kamar mandi, Dokter Perdi pamit dengan sang istri ingin pergi ke mushollah untuk sholat berjamaah. Kirana mengangguk kemudian mencium punggung tangan sang suami, dibalas sang suami dengan ciuman kening. Namun Dokter Perdi merasa raut wajah sang istri saat ini seperti sedang tak semangat, ingin bertanya sekarang tapi dirinya harus mengerjakan kewajiban terlebih dahulu.


Selepas kepergian sang suami, Kirana teringat janjinya semalam kepada Lili. Kirana pun kembali ke kamar tidur, kemudian berbaring lagi sembari mengambil hpnya yang ada diatas meja. Kirana mencari nama Lili dikontak hpnya, setelah ketemu segera dirinya memilih tanda panggil.


Drrt..drrt..drrt...


Bunyi hp Lili yang ada di dekat rice cooker sedang diisi daya, Lili yang kebetulan berhalangan sholat dan sedang memasak mendengar bunyi hpnya segera melihat nama siapa tertampil dilayar hpnya dan dilihatnya nama (Kirana) yang meneleponnya langsung menggeser ikon yang berwarna hijau keatas.


"Hallo, Assalamualaikum" kata Lili sembari berjalan kedapur kemudian mematikan kompor


"Iya Walaikumsalam" jawab Kirana


"Semalam kamu mau cerita apa?" tanya Lili berjalan ke kamar kemudian duduk di atas kasur sembari bersandaran dengan dinding


"Oh iya, bulan depan aku bakal pindah kerumah baru kami yang dekat dengan restoran tempat kalian bekerja jadi nanti aku bisa sering-sering kesana" jelas Kirana bahagia


"Alhamdulilah jadi kita bisa sering ketemu, kalian beli perumahan disini?" kata Lili


"Bukan beli perumahan tapi ada tanah suamiku disana jadi sekarang rumah kami lagi tahap pembangunan" jelas Kirana

__ADS_1


"Wah enak banget ya jadi kamu dapat suami kaya raya" kata Lili merasa minder dengan Kirana yang sudah memiliki segalanya


"Tapi kemarin aku ketemu A...." kata Kirana terpotong dengan suara pintu depan yang dibuka oleh sang suami


"A.. apa?" tanya Lili


"Sudah dulu ya Li, suamiku udah pulang dari mushollah" kata Kirana mematikan sambungan telepon secara sepihak


Kirana segera keluar dari kamar, kemudian menghampiri sang suami yang ada di depan. Seperti biasa diciumnya punggung tangan sang suami, dibalas sang suami dengan ciuman dikening. Dokter Perdi ingin membaca al-quran dulu sebelum berbicara dengan sang istri, sedangkan Kirana kini sudah didapur mulai sibuk dengan bahan-bahan dapur ingin memasak untuk sarapan pagi ini.


Saat ini Dokter Perdi yang selesai mandi dan sudah memakai pakaian santai segera menghampiri sang istri yang sedang mencuci piring di wastafel, Dokter Perdi memeluk sang istri dari belakang. Kirana yang merasa ada tangan yang melingkar diperutnya segera menoleh sembari tersenyum, kemudian Dokter Perdi mencium pipi sang istri.


"Sayang, aku perhatikan dari tadi kamu gak secerewet biasanya" kata Dokter Perdi


"Gak apa-apa kok" jawab Kirana masih dengan kegiatannya yang mencuci piring


"Aku gak hamil, sekarang datang bulan lagi" jelas Kirana sedih


"Iya gak apa-apa sayang, mungkin MAHA KUASA ingin kita pacaran dulu makanya belum dikasih momongan. Kita nikah juga baru hitungan bulan, sabar ya" kata Dokter Perdi membalikan tubuh Kirana kemudian memeluknya


Kirana mengangguk dirinya tau mungkin memang mereka belum saja diberi momongan, tapi ada rasa khawatir didalam hati Kirana, dirinya takut tak bisa memberi keturunan dengan sang suami. Apalagi dirinya mendengar iparnya sang suami yang baru menikah lebih dulu dari mereka juga sudah hamil, membuat dirinya semakin khawatir dan takut.


Ditempat lain Lili cemberut karena sambungan telepon dimatikan Kirana secara sepihak ditambah dirinya penasaran Kirana tadi ingin berbicara apa, dirinya belum menemukan jawaban dari Kirana memutuskan untuk mandi karena kedua sahabatnya sudah selesai mandi.


Dalam kamar mandi Lili terus berpikir sembari berusaha mengeja kata yang ingin dikatakan Kirana tadi, merasa pusing memikirkan perkataan Kirana. Lili menyelesaikan kegiatan mandi, Lili keluar dari kamar mandi dan melangkahkan kaki ke kamar.

__ADS_1


Lili Fitri dan Novi bersiap-siap akan berangkat kerja namun seperti biasa, mereka bertiga sarapan terlebih dahulu. Lili menyantap sarapannya sembari melamun masih dengan perkataan Kirana. Dirinya sangat yakin ada hal penting yang ingin dikatakan Kirana tapi Kirana tak mau sampai suaminya tau, itulah pikiran yang sedang berkelana dipikiran Lili.


"Li, kamu kenapa melamun terus sih dari tadi?" tanya Fitri


"Ahh, gak ada. Hanya mikirin hp ku yang masih suka eror" kata Lili mencari alasan, dirinya belum ingin memberitahu dengan kedua sahabatnya karena dirinya juga masih belum tahu yang sebenarnya terjadi dengan Kirana


"Ya udah buruan makan, nanti telat ke restorannya. Tugas kamu kan harus lebih pagi dari kami tapi kita tetap harus berangkat bareng" kata Fitri


Lili mengangguk kemudian segera menghabiskan sarapannya yang memang baru sedikit tersentuh oleh dirinya, Fitri merasa Lili menyembunyikan sesuatu tapi dirinya tak mau berburuk sangka dengan sahabatnya itu.


Selesai sarapan Lili Fitri dan Novi kini ingin berangkat kerja, setelah keluar tak lupa mereka menutup dan mengunci kembali pintu kontrakan mereka. Berapa menit kemudian mereka bertiga pun sudah tiba didepan restoran tempat mereka bekerja, Lili segera mengeluarkan kunci restoran dan mulai membuka rolling door.


Mereka bertiga masuk setelah rolling door dibuka, Lili seperti biasa menyiapkan buku absen di atas meja kerjanya. Kemudian dirinya mengambil sebuah kotak untuk meletakan hp seluruh karyawan yang akan disimpan dilemari belakang kasir, Lili segera duduk dikursi kerjanya sembari menunggu kedatangan karyawan lain.


Jam sudah menunjukan pukul 7 pagi, seluruh karyawan juga sudah datang dan ketempat tugas mereka masing-masing. Lili ingin mengontrol pekerjaan seluruh karyawan restoran, dirinya mulai melangkahkan kaki menuju belakang. Dilihatnya ada Novi dan Fitri sedang berdiri didepan pintu toilet, entah apa yang dilakukan mereka atau mungkin sedang mengantri ingin ke toilet.


"Sedang apa kalian?" tanya Lili saat sudah berada dibelakang kedua sahabatnya itu


"Aku mau ke toilet tapi ada orang didalam" kata Novi


"Kalo aku cuma menyapa Novi karena dia ada disini" jawab Fitri


"Ohh ya, aku belum kasih kabar gembira dengan kalian. Bulan depan Kirana pindah kedaerah sini dekat dengan tempat kerja kita, saat ini rumah mereka masih tahap pembangunan" jelas Lili


"Wah alhamdulilah, kita bisa sering ketemu dengan dia donk" kata Novi

__ADS_1


Pembicaraan mereka bertiga didengar oleh seseorang yang ada didalam toilet yang tak lain adalah Mita, dirinya kembali kesal mengapa hidup Kirana selalu beruntung. Mita berpikir dirinya harus mempunyai cara agar Kirana atau pun orang-orang disekitarnya harus hancur tidak ada kata bahagia, Mita tersenyum licik entah apa niatnya kali ini.


Mita keluar dari toilet, Lili Fitri Novi menoleh ketika mendengar bunyi pintu toilet dibuka. Mereka bertiga kompak menatap Mita dengan tatapan tajam, sedangkan Mita tersenyum licik kemudian sengaja menabrak Lili.


__ADS_2