Hijrah Setelah Patah Hati

Hijrah Setelah Patah Hati
Bab 151


__ADS_3

Setelah banyak dilakukan oleh Dokter Kandungan seperti transfusi darah kepada Kirana yang kehilangan banyak darah, akhirnya operasi pengeluaran janin sudah berhasil namun kondisi Kirana masih lemah. Dokter keluar dari ruang operasi tersebut dengan wajah yang sedih, Dokter Perdi yang melihat jadi begitu takut.


"Bagaimana Dok, keadaan istri dan anak kembar saya?" tanya Dokter Perdi saat Dokter itu sudah berdiri di depan pintu ruang operasi


"Bu Kirana selamat namun kondisinya masih lemah karena kehilangan banyak darah, sedangkan anak kembar Bapak hanya bisa kita selamat satu" jawab Dokter Kandungan tersebut yang sebenarnya tak mampu juga mengatakan hal ini


"Jadi maksud Dokter salah satu anak kembar saya meninggal dunia" kata Dokter Perdi begitu terkejut mendapatkan kenyataan ini, tubuh Dokter Perdi melorot ke bawa tak sanggup kehilangan salah satu anaknya.


"Maafkan kami, kami terlambat menyelamatkan yang kedua" jawab Dokter Kandungan itu sembari membantu Dokter Perdi untuk berdiri


Tak lama brangkar Kirana di bawa ke ruang perawatan bersamaan kedua bayi mereka, Dokter Perdi segera melihat satu persatu anaknya itu. Dokter Perdi segera mengambil alih anaknya yang sudah tak bernyawa itu, sedangkan anaknya yang satu lagi segera di bawa oleh Perawat ke ruang bayi dan beruntung organ tubuh serta berat bayi itu cukup jadi tidak membutuhkan penanganan lebih.


Dokter Perdi menangis melihat mayat anaknya yang seperti tertidur bukan meninggal, Dokter Perdi izin dengan pihak rumah sakit ingin membawa anaknya dan ingin segera dimakamkannya karena dirinya tak ingin menunggu terlalu lama. Dokter pun mengizinkan karena mayat bayi memang harus segera dimakamkan lebih cepat lebih baik, Dokter Perdi pergi meninggalkan rumah sakit setelah izin dan menitipkan sang istri dan anak kepada pihak rumah sakit.


Tiba di rumah Dokter Perdi memandikan dahulu anaknya itu, kemudian memasang sendiri kain kafan tersebut. Selesai semua Dokter Perdi tak lupa mengambil pakaian ganti untuk sang istri selama di rumah sakit sekalian perlengkapan bayi untuk anaknya, Dokter Perdi kembali meletakan mayat anaknya di sampingnya sembari berusaha menahan air matanya agar tak jatuh.


Mobil Dokter Perdi memasuki pemakaman umum yang tak jauh dari rumah mereka, selesai pengalian Dokter Perdi segera meletakkan mayat anaknya ke dalam liang kubur dengan berusaha menahan air mata. Kini kuburan itu sudah tertutup sempurna, Dokter Perdi mencium papan nisan yang bertulis nama "ERIKA" nama anak mereka yang sudah mereka siapkan jauh-jauh hari saat tau anak mereka kembar.


Dokter Perdi kembali ke rumah sakit ingin melihat keadaan sang istri dan anaknya yang satu lagi yang bernama "ERISA", tiba di parkiran rumah sakit Dokter Perdi turun dari mobil sembari membawa tas yang berisi pakaian sang istri beserta pakaian anaknya.

__ADS_1


.


.


Tiga hari kemudian


Hari ini Kirana sudah di perboleh pulang oleh Dokter karena kondisinya sudah sangat baik dari hari sebelumnya, Kirana sudah tau kalo salah satu anaknya tidak selamat dirinya bisa menerima kenyataan itu apalagi semua yang terjadi sudah takdir dari yang MAHA KUASA. Yang penting masih ada salah satu yang selamat bahkan nyawanya juga sempat berada di ujung tanduk, namun karena belum waktunya dirinya menghadap MAHA KUASA jadi dirinya masih punya kesempatan untuk merasakan merawat anaknya.


Setelah merapikan semua barang sang istri dan anaknya Dokter Perdi membawa barang itu ke bagasi mobilnya, lalu dirinya kembali ke ruang perawatan sang istri dan ternyata disana sudah ada baby ERISA yang sudah berada di gendongan sang istri. Dokter Perdi mengambil alih baby ERISA karena Kirana pasca operasi sesar tentu masih sedikit nyeri jika dirinya mengendong baby ERISA, Dokter Perdi berjalan keluar rumah sakit beriringan dengan Kirana sembari mengendong baby ERISA.


"Sayang tunggu di dalam mobil ya, ini pangku baby ERISA. Aku ke dalam dulu sebentar mau tanya soal administrasi takut masih ada yang belum di bayar sekalian mau minta resep obat untukmu" ujar Dokter Perdi yang memberikan baby ERISA dipangkuan sang istri


Dokter Perdi menganggukkan kepalanya kemudian pergi dari situ dan segera masuk kembali ke dalam rumah sakit.


"Sus, minta resep obat untuk istri saya. Sekalian mau bayar sisa yang kemungkinan masih ada yang kurang" ujar Dokter Perdi


"Tunggu sebentar ya Pak, saya cek dulu" kata Suster tersebut


Suster itu segera mengambil resep yang sudah di tulis oleh Dokter Kandungan waktu itu

__ADS_1


"Ini pak resep obatnya, dan ini sisa pembayaran yang belum di bayar" kata Suster itu sembari memberikan rincian administrasi tersebut


Dokter Perdi segera mengesek kartu ATM nya ke salah satu mesin ATM yang ada disitu, selesau semua dengan urusannya Dokter Perdi kembali ke mobilnya yang ada di parkiran rumah sakit.


"Maaf ya agak lama" kata Dokter Perdi saat sudah berada di kursi pengemudi


Kirana menganggukkan kepalanya, Dokter Perdi segera melajukan mobil meninggalkan area rumah sakit dan menuju rumah mereka. Tak lama kemudian mereka tiba di rumah mereka yang sudah tiga hari mereka tinggal, Dokter Perdi membawa tas yang berisi pakaian sang suami sedangkan Kirana mengendong baby ERISA.


Kirana langsung menuju kamar utama dan segera meletakkan baby ERISA di atas tempat tidur, dirinya juga ikut berbaring di samping baby ERISA sedangkan Dokter Perdi segera meletakkan tas di dekat laundry room. Dokter Perdi mengambil hpnya untuk memesan makanan untuk makan siang mereka melalui aplikasi gofood, setelah itu Dokter Perdi duduk di ruang keluarga sembari menunggu pesanan makanan mereka datang.


Kirana mencium pipi baby ERISA yang sedikit cubby itu karena baby ERISA minum asi begitu lahap, Kirana tiba-tiba merindukan anak satunya dirinya bahkan belum sempat melihat baby ERIKA entah mirip tidak kedua anaknya ini. Andai dirinya berhati-hati waktu itu mungkin kedua anaknya sekarang masih berada di dalam kandungannya dan masih sehat, serta lahiran nanti keduanya tentu pasti selamat.


Namun tak bisa di pungkiri segala sesuatu sudah tercatat di mauhul mahfudz, mungkin baby ERIKA juga sudah bahagia disana bersama teman-temannya yang lain. Setelah menyusui baby ERISA Kirana segera memejamkan kedua matanya yang mulai mengantuk hingga tak terasa dirinya iku terlelap.


"Sayang makan dulu yuk" kata Dokter Perdi yang masuk kamar membawa makanan yang dipesannya tadi


"Hemm ternyata tidur" gumam Dokter Perdi sembari meletakkan tempat makanan itu di atas meja yang ada di samping tempat tidur


Dokter Perdi mencium pucuk kepala sang istri dan mencium pipi baby ERISA, kemudian keluar dari kamar tidur membiarkan sang istri untuk beristirahat sejenak waktu juga baru jam 11 jadi masih panjang waktu untuk makan siang.

__ADS_1


__ADS_2