
Kirana terbangun dari tidurnya ketika mendengar bunyi pintu depan dibuka seseorang, dilihatnya disamping ternyata sang suami telah pergi sholat subuh berjamaah di mushollah. Sang suami sengaja tidak membangunkannya karena dirinya tidak bisa menunaikan ibadah sholat, Kirana beranjak dari tempat tidur kemudian berjalan menuju kamar mandi.
Selesai mencuci muka dan gosok gigi Kirana mulai mengeluarkan bahan-bahan makanan dari kulkas untuk di masak pagi ini, sebelum memasak lauk Kirana mencuci beras terlebih dahulu setelah itu di masukannya beras ke rice cooker dan tak lupa memencet tombol cook.
Kirana pun mulai berkutik dengan bahan-bahan makanan yang sudah di ambilnya dari kulkas tadi, pagi ini dirinya ingin memasak sup ayam makanan favorit sang suami dan dirinya. Selagi menunggu sup ayam matang, Kirana membuat sambal mentah yang hanya mengunakan cabai merah panjang, cabai rawit dan bawang merah di ulek halus lalu disiramnya dengan minyak yang panas.
Terdengar lagi bunyi pintu depan dibuka seseorang, Kirana segera mencuci tangannya di wastafel kemudian memasukan sambal mentah tadi ke dalam lemari. Lalu Kirana berjalan ke depan menghampiri sang suami, di ciumnya punggung tangan sang suami dan sang suami juga mencium keningnya.
"Masyaallah harum sekali aroma masakan ini, masak apa sayang" kata Dokter Perdi sembari merangkul sang istri dan berjalan ke arah dapur
"Masak sup ayam, ini udah mateng kayaknya" kata Kirana mematikan kompor
"Boleh gak aku nyicip masakan ini?" tanya Dokter Perdi
"Iya bolehlah sayang, gak ada yang ngelarang" jawab Kirana
Kirana pun mengambil mangkuk lalu di masukannya sup ayam ke dalam mangkuk, kemudian di berikannya sup ayam itu dengan sang suami. Dokter Perdi menerima mangkuk yang berisi sup ayam, kemudian duduk dan mulai menyantap sup ayam buatan sang istri.
__ADS_1
"Enak banget sayang, ini cicip juga" kata Dokter Perdi sembari menyodorkan sendok yang berisi sup ayam ke mulut Kirana
Kirana menerima sup ayam itu saat sang suami menyuapinya, benar kata sang suami sup ayam ini rasanya pas di lidah. Dokter Perdi pamit ke kamar, ingin menganti pakaian serta mengambil handuk buat mandi.
Selepas Dokter Perdi pergi dari hadapan Kirana, Kirana mengambil semua pakaian kotor yang ada di keranjang khusus pakaian kotor. Dimasukannya semua pakaian kotor itu ke dalam mesin cuci, lalu diisinya air dan di beri rinso cair dan mulai memutar tombol yang ada di mesin cuci.
Selama menunggu putaran mesin cuci berhenti, Kirana mencuci beberapa piring kotor yang ada di wastafel. Kirana tidak merasa lelah mengerjakan kegiatan IRT karena disini semua fasilitas lengkap, ada mesin cuci yang membuat dirinya tak perlu repot lagi harus mencuci mengunakan tangan karena hal yang paling tidak disukainya mencuci baju karena harus repot kucek sana sini belum lagi rinsonya kemana-mana.
Matahari masuk dari jendela yang gorden telah dibuka Kirana tadi, selesai mencuci piring Kirana membuka jendela dapur dan pintu dapur. Dokter Perdi selesai mandi kembali ke kamar tidur, kemudian segera memakai baju kemeja kotak-kotak berwarna hijau mudah yang perpaduan dengan warna putih dan celana jeans pendek bawah lutut.
Beginilah keseharian Dokter Perdi cukup memakai pakaian yang sopan jika berhadapan dengan pasien, inilah alasan dirinya memilih untuk membuka praktek sendiri dari pada bekerja di luar yang harus memakai pakaian yang begitu formal sedangkan dirinya kurang suka dan di tambah dirinya juga malas untuk di atur-atur.
Lalu Kirana keluar dan menuju kamar mandi, Kirana meletakan handuk di gantungan kamar mandi. Sebelum mandi Kirana ingin membersihkan kamar mandi terlebih dahulu, Kirana menuangkan harpic di kloset kemudian mulai menyikat kloset agar makin kinclong dan menyikat setiap sudut kamar mandi serta memberi rinso di lantai kamar mandi agar makin kelihatan bersih.
"Aw..." teriak Kirana yang perutnya tersandung di ujung bak air kamar mandi
Dokter Perdi yang sedang membersihkan daun-daun yang rontok di halaman klinik saat mendengar teriakan sang istri segera berlari ke dalam kemudian menggedor pintu kamar mandi, Kirana membukakan pintu kamar mandi sembari memegang perutnya yang sakit.
__ADS_1
"Sayang kamu kenapa?" tanya Dokter Perdi
"Perutku..." jawab Kirana
Sebelum Kirana menjelaskan lebih detail Dokter Perdi langsung melihat perut sang istri, dituntunnya sang istri ke tempat tidur mereka. Dokter Perdi memeriksa kembali perut sang istri, terdapat memar di perut sang istri hingga berwarna biru.
Dokter Perdi segera mengambil salep di etalase yang khusus tempat salep, kemudian dirinya kembali ke kamar dan mulai mengoleskan salep itu di bagian perut Kirana yang memar. Kirana sesekali ngeluh kesakitan dengan Dokter Perdi, walaupun Dokter Perdi sudah sangat pelan mengoleskan salep itu tetap saja Kirana merasakan sakit.
Ada rasa khawatir yang dirasakan Dokter Perdi karena Kirana saat ini sedang datang bulan dan perut Kirana terkena ujung bak air kamar mandi, padahal wanita yang sedang datang bulan tidak boleh sampai perutnya terkena apapun namun Dokter Perdi harus tetap berpikir positif mungkin ini tidak akan berefek hal aneh-aneh.
Setelah itu Dokter Perdi keluar dari kamar kemudian berjalan menuju dapur, Dokter Perdi mengambil mangkuk lalu mengambil sup ayam yang di dalam kuali dan dituangnya ke dalam mangkuk tersebut. Dokter Perdi ingin memberikan sup ayam itu dengan sang istri agar sang istri bisa mengisi perut apalagi sekarang sudah waktunya untuk sarapan, Dokter Perdi masuk kamar sembari membawa mangkuk yang berisi sup ayam kemudian meminta Kirana untuk duduk sejenak.
Dokter Perdi sangat telaten menyuapi Kirana, Kirana berapa kali menolak karena dirinya bisa makan sendiri. Apalagi Kirana berpikir dirinya hanya sakit perut bukan sakit tangan, namun Dokter Perdi tetap kekeh ingin menyuapi sang istri. Kirana pun memilih menuruti saja maunya sang suami, selesai makan Dokter Perdi meminta Kirana untuk istirahat saja saat ini.
Setelah Dokter Perdi keluar, Kirana tak bisa memejamkan matanya apalagi hari masih terlalu pagi untuk tidur. Kirana pun memutuskan untuk berselancar di sosial media, dilihatnya postingan dunia maya yang banyak orang meng-upload foto anak-anak mereka serta ada juga yang mengupdate status "baru selesai melahirkan".
Tiba-tiba Kirana memegang perutnya sembari berharap secepatnya MAHA KUASA menitipkan seorang anak di dalam rahimnya, pernikahannya dengan Dokter Perdi memang baru berjalan belum sampai satu bulan tapi Kirana sudah sangat ingin memiliki anak secepatnya.
__ADS_1
Setelah hanyut dalam angan-angan Kirana memutuskan untuk tidur saja karena matanya juga mulai merasakan kantuk, Kirana menarik selimut kemudian memejamkan mata.