Hutang Cinta Helena

Hutang Cinta Helena
101. khawatir


__ADS_3

...Happy reading ...


Erfan memasak makanan kesukaan Luna, Erfan fokus dalam memasak hingga tidak menyadari apa yang dilakukan putrinya


"Ayah!" pekik Luna berlari keluar dari kamar Helena menuju Erfan yang sedang memasak makanan, Erfan yang mendengar tangisan putrinya malah tersentak kaget berbalik melihatnya.


Pintu kamar Helena terbuka, pasti dia dari dalam sana dan tidak melihat apapun lagi sudah kosong.


"Ya ampun Sayang ada apa?" Erfan memeluk putrinya membawanya dalam gendongan


"Ma-mama Helena pergi! ba-barangnya hilang! Aaa.." tangisan pilu Luna membuat hati Erfan juga merasa sedih karenanya


"Sudah sayang jangan menangis lagi!"


"Ayah kemana perginya Mama, kenapa pergi tidak bisa bilang pada Luna!" bahkan tangisnya isak tangis


"Ayah gak tau sayang!" Erfan memeluk Erat Luna mencoba memenangkannya


"Aa Mama kenapa pergi!"


Erfan hanya bisa memeluknya tanpa terasa air matanya ikut menetes tidak tega dengan keadaan putrinya.


Sepanjang siang Luna menangis tidak hentinya hingga sesugukan sampai tertidur saat hari sudah menjelang sore, matanya bengkak dengan pipi memerah karena menangis cukup lama.


"Maafkan ayah sayang, ayah tidak bermaksud membuat Mama Helena pergi."


"Ayah akan membawa Mama Helena pulang lagi ya!"

__ADS_1


Erfan melihat putrinya yang tertidur dengan sayu, hatinya teriris melihat tangisannya yang memilukan tapi tidak ada yang bisa dilakukan karena Helena tidak menjawab bahkan ponselnya tidak aktif.


Dan Erfan juga tidak tau harus mencarinya kemana, sedangkan putrinya tidak bisa ditinggal sendiri.


...⚘⚘⚘...


Sementara Helena baru membuka ponselnya saat ingin tidur untuk sekedar berselancar di dunia maya. seharian hatinya merasa tidak tenang karena itulah dia tidak memegang ponsel sama sekali


Tapi yang membuatnya terkejut adalah panggilan tak terjawab sudah 43 kali dan 15 pesan lebih dari Erfan.


"Ada apa dengan Erfan kenapa banyak sekali panggilan tak terjawab!" Helena melonggo melihat ponselnya dipenuhi nama Erfan.


Helena beralih pada aplikasi hijau ada panggilan tidak terjawab juga lebih dari 10 kali disertai pesan, yang benar saja!


"Helena tolong pulanglah, aku mohon setidaknya untuk Luna, ia membutuhkan dirimu di sini!"


"Pulanglah"


"Luna!"


"Pulanglah ku mohon...."


"Aku akan pulang kesana sekarang!" Setelah membaca pesan Luna sakit, Helena tidak tau apa yang akan di lakukan, Helena dengan cemas memakai jaketnya.


"Naa kamu mau kemana jam segini?" tanya Aliza duduk di sebelahnya dengan membawa segelas kopi.


"Luna sakit Zaa. Aku khawatir, aku harus pulang ke sana!" Helena memakai sepatu Aliza yang memang ukurannya sama dengan miliknya.

__ADS_1


"Pulang kemana, ini udah tengah malam gini!"


"Tapi aku harus pulang Naa kasian Luna."


"Tunggu aku panggil kak Anton supaya bisa antar kamu kesana." Aliza bangkit dari tempat duduknya ingin memanggil Anton.


"Tidak perlu, katakan padanya aku pinjam mobilnya, ini penting sekali!" Helena meraih kunci mobil yang tergantung di dinding.


"Tapi Helena!" Aliza berat hati jika membiarkan sahabatnya pergi seorang diri.


"Jangan khawatir oke?" Helena menenangkan sahabatnya supaya tidak khawatir dengan dirinya


"Helena!"


"Aku pergi dulu!" Helena pun pergi dengan langkah pasti sedikit berlari menuju lift hingga turun ke lantai bawah dengan kekhawatiran tidak luput dari dirinya.


Helena mengendarai mobil Anton dengan terburu-buru hingga meninggalkan apartemen Anton dalam sekejap, dalam kecepatan sedang Helena melajukan mobil menuju apartemen Erfan.


"Luna tenang sayang Mama akan pulang!" gumam Helena mencengkeram setir mobil.


"Aliza kenapa kau belum tidur?" tanya Anton baru keluar dari kamar dengan muka bantalnya


"Itu, Helena meminjam mobilmu pergi ke rumah Luna katanya!" jawab Aliza dengan raut wajah khawatir


"Mobil! Kerumah Luna? Erfan?" tebak Anton dengan wajah yang seketika pucat karena panik, bagaimana ini?


"Ya, katanya Luna sakit! Ada apa kak?" Aliza bertambah khawatir karena ekspresi Anton.

__ADS_1


"Mobilnya ada kerusakan yang belum sempat aku perbaiki dibengkel tapi apa hubungan-" ucapan Anton terhenti.


"Apa! Nanti aja aku jelasin kak!" Aliza sudah berlari mengambil jaket dan memakai sepatu bersiap keluar.


__ADS_2