
...Happy reading ...
"Tentu saja, aku juga harus menghadiri pernikahan kakakku yang terlihat begitu bahagia hari ini." Keysa langsung menghampiri Helena dan memeluknya dengan senyum menghiasi wajah cantiknya.
"Maaf kami datang terlambat!" lanjutnya
"Tidak apa yang penting kalian datang, aku sangat senang!" balas Helena memeluknya dengan perasaan lega.
Kini beralih Ibu Helena memeluk putrinya dengan erat seraya meminta maaf.
"Maaf Helena, tadi mobil kami mogok dan tidak bisa datang tepat waktu."
"Helena juga minta maaf karena berburuk sangka pada kalian, aku pikir kalian tidak akan datang." Helena memegang kedua tangan ibunya.
"Sudahlah sayang peluknya jangan lama-lama, sini peluk aku saja!" Erfan menarik lengan Helena hingga tautan tangannya dengan ibunya terlepas.
"Ya ampun menantu macam apa yang kau carikan ini Helena, kenapa dia bahkan cemburu padaku, aku ini ibumu!" ibu Helena pura-pura marah dengan bersidekap kesal.
"Itu tidak benar, ibu mertua kau sudah memeluknya sedari bayi sekarang dia sudah besar biar aku saja yang memeluknya." kilah Erfan yang makin membuatnya tidak percaya
"Ya ampun menantu kau pintar sekali bicara." geramnya memukul pelan bahu menantunya itu.
"Mohon dimaklumi ibu, dia memang seperti itu." Helena tersenyum malu-malu
__ADS_1
Semua tertawa dengan tingkah Erfan yang dengan tidak tau malunya cemburu pada Ibu mertuanya sendiri
...🍁🍁🍁...
Setelah sepanjang hari berdiri menyalami tamu akhirnya pesta resepsi berakhir menjelang tengah malam.
Helena mengeluh kelelahan saat berdiri tadi jadi Erfan yang tidak tega mengantarnya kekamar dan dirinya kembali mengobrol dengan beberapa teman walau sebenarnya juga merasa lelah.
Helena yang sudah selesai mandi merebahkan tubuhnya di tempat tidur yang sudah di hiasi dengan banyak mawar seperti kamar pengantin baru seperti pada film-film, membayangkannya membuat Helena malu sendiri karena memikirkan malam pertamanya.
"Aaah kak Erfan mana sih bisa-bisa gila aku karena memikirkannya disin!" teriak Helena menutup wajahnya dengan bantal
Helena menepuk pipinya sendiri yang terasa memanas, dirinya harus berganti pakaian kan tidak mungkin tidur dengan handuk saja, bisa-bisa dia terlihat sangat menginginkan hal itu.
Cari-cari terus mencari tapi tidak ada satupun pakaiannya didalam koper hanya ada kain transparan yang berwarna warni.
"Koper siapa ini ke mana semua bajuku!" kesalnya menendang koper itu yang berakhir dengan kakinya yang kesakitan. Helena melirik koper Erfan yang ada di sebelah kopernya
"Bodo amat gak ada baju tidur, kan bisa pakai baju Kak Erfan!" Helena membuka koper milik Erfan dan mencari baju yang mungkin cocok untuknya hanya ada tidak kemeja berwarna hitam ada satu dan sisanya kemeja putih
Helena tidak melihat yang lainnya langsung menyambar kemeja berwarna putih yang paling besar mungkin bisa menutupi hingga diatas lutut.
Helena berganti pakaian dikamar mandi saat keluar bersamaan dengan Erfan yang juga baru masuk dan merenggangkan dasinya malah dibuat tidak berkedip dengan penampilan Helena.
__ADS_1
"Ka-kakak disini?" tanya Helena begitu pandangan mereka bertemu
Erfan tidak menjawab pertanyaannya Helena, dia merasa tidak bisa mengendalikan tubuhnya sendiri, ingin langsung menerkam mangsa yang ada di depan matanya.
"Kak i-ini aku pinjam kemeja milikmu ya, i-itu baju di-dalam koperku tidak ada yang bisa dipakai sobek semua."
Helena malah merasa bergidik dengan tatapan Erfan, Ia terus mundur diikuti langkah Erfan yang terus maju mendekatinya hingga langkah Helena terhenti menabrak dinding
"Ka-kak mandilah dulu, kau pasti lelah kan?" Helena mendorongnya pelan tapi Erfan langsung menangkap tangannya yang seperti menari didepan tubuhnya.
"Buka!" Erfan membawa tangan Helena untuk membuka kemeja yang masih dikenakan. Karena gugup Helena bahkan tidak mengerti akan hal itu.
"Cepat buka kemejaku!" ucap Erfan lagi, dengan tangan gemetar Helena mulai membuka satu persatu kancing kemeja yang dikenakan Erfan. Hingga tubuhnya terpampang nyata didepan Helena yang hanya bisa menelan ludahnya dengan susah payah.
"Apa yang kau lakukan, apa kau sedang menggodaku?" bisik Erfan mampu membuat tubuh Helena bergetar hebat.
"Ti-tidak kak, aku ingin tidur, man-mandilah kau pasti juga lelah ingin tidur kan?" Helena melihat wajah Erfan berusaha tersenyum disela kegugupannya.
"Tidak lalu apa yang kau kenakan ini?" tanya Erfan membenamkan wajahnya diceruk leher istrinya mencium wangi tubuhnya
"Kemeja milikmu kak..." ******* malah keluar dari mulut Helena saat Erfan mengigit bahunya yang terbuka. "Apa yang kau lakukan kak!"
"Bersiaplah, aku tidak melepaskanmu malam ini!" Erfan mengecup bibir Helena sekilas dan masuk kedalam kamar mandi meninggalkan Helena yang masih terpaku.
__ADS_1
...****...