
...Happy reading...
Saat Helena keluar dari kamar Deon semua orang melihat kearahnya termasuk Erfan yang melangkah menyusulnya hingga mereka berdua saling berhadapan di atas tangga.
"Bagaimana apa kau baik-baik saja?" tanya Erfan khawatir bahkan memutari tubuh Helena
"Aku baik."
"Syukurlah!" Erfan dan Helena menuruni tangga dengan tangan saling bertautan hingga sampai di depan Nyonya Zergano
"Lalu bagaimana dengan Deon?" tanyanya khawatir
"Maaf Deon juga tidak mau menemuiku, tapi aku memberinya waktu untuk berfikir, jika dia tidak keluar aku juga tidak tau lagi bagaimana cara membuatnya mengerti." Helena juga sebenarnya tidak mengerti apa yang terjadi pada Deon hingga dia jadi sangat tertutup.
"Baiklah kita akan menunggunya sebentar lagi." Nyonya Zergano menunggu dengan begitu khawatir.
"Luna dimana?" tanya Helena pada Erfan yang sejak tadi mengenggam tangannya
"Luna disini Ma, dimana kak Deon apa tidak mau keluar?" tanya Luna dengan polosnya
"Sebentar lagi dia akan keluar tunggu saja ya, nanti begitu Kakak keluar Luna harus memeluknya ya bilang jika Luna sangat merindukannya." Helena memberi instruksi.
Luna mengangguk cepat dan berkata. "Luna memang sangat merindukan kakak, dan ingin mencubit kedua pipinya begini." Luna mempraktekkan dengan mencubit kedua pipi sang ayah yang malah terlihat lucu. membuat Helena menahan tawanya
"Baiklah sayang, tapi kenapa ayah yang kau cubit begini!" Erfan berbicara masih masih dengan pipinya yang dicubit gemas oleh sang putri.
Luna tertawa kemudian mengecup kedua pipi sang ayah yang tadi dicubit dengan gemas
"Nyonya, Tuan muda...." ucap salah seorang pelayan yang sedang mempersiapkan makan siang
__ADS_1
Semua mata tertuju pada seorang pria yang baru saja keluar dari kamarnya dengan wajah tertunduk, tidak perlu aba-aba Luna langsung berlari menaiki tangga menyusul sang kakak dan memeluk kakinya membuat langkah Deon terhenti
"Kakak Aku sangat merindukanmu, kenapa kau baru keluar?"tanya Luna
Deon hanya diam kemudian membawanya dalam gendongan dan memeluk Luna dengan penuh rasa haru dan berputar karena bahagia.
...🍀🍀🍀...
Mereka berdua melangkah keluar dari rumah keluarga besar Zergano itu, meninggalkan Luna yang begitu ingin menghabiskan waktu bersama kakak dan neneknya
Setelah keluar dan memeluk Luna dengan penuh rasa haru Deon berdiri tertunduk didepan Helena dan meminta maaf secara langsung.
"Aku memaafkanmu hanya saja, sebagai hukuman kau harus memanggilku Bibi mulai dari sekarang." ucap Helena menepuk bahu Deon dua kali tapi langsung ditarik oleh Erfan.
"Baiklah Bi-bi." ucap Deon merasa aneh, tapi tawa Helena dan Luna tidak bisa lagi menahan tawa yang membuat yang lain ikut tersenyum.
Kemudian mereka pamit setelah makan siang dan sekarang mereka berdua akan masuk kedalam mobil.
"Apanya yang bagaimana? bukankah kau baik-baik saja?" Jawab Helena apa adanya
Erfan menutup pintu mobil yang tadi dibuka, memutari mobil dan berdiri di depan Helena
"Ya aku memang baik-baik saja hanya saja bagaimana denganku sekarang?"
"Bicara yang jelas aku tidak mengerti." Helena menggeleng kepala tidak mengerti maksudnya
Erfan menghela napas berat tangannya bertumpu pada mobil mengurung Helena antara dirinya dan mobil
"Bagaimana dengan ini!" Erfan mendaratkan sebuah kecupan di bibir Helena yang membuat Helena terpaku dan melotot kesal
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan, bagaimana jika ada orang melihat!" Helena menutup mulutnya sendiri
"Aku tidak peduli." jawabnya dengan enteng.
"Tapi aku peduli minggir!" Helena mendorong pelan tubuh Erfan yang bahkan tidak mau bergerak
"Jadi kau tidak peduli padaku?" tanya Erfan lagi makin membuat Helena geram
"Bukan begitu hanya saja ini tempat umum."
"Jadi aku boleh melakukannya di tepat sepi?" goda Erfan membuat Helena merinding
"Apaan sih gak jelas banget." Helena membuang pandangan ke segala arah
"Jadi bagaimana kau akan menyelesaikan masalahmu denganku?"Erfan kembali mendekat hingga begitu dekat.
"Memangnya kita ada masalah apa?"
"Masalah membuat adik untuk Luna tentunya, aku tidak sabar ingin punya bayi perempuan yang lucu seperti Luna saat kecil." bisiknya tepat di telinga Helena.
Helena yang geram menginjak kaki Erfan hingga ia mengadu kesakitan dan loncat beberapa langkah kebelakang
"Tidak tau malu, Orang Mesvm!" kesal Helena masuk kedalam mobil dan membanting pintu mobil dengan cukup keras.
Bukan tidak ada sebab dirinya marah, hanya saja mereka sedari tadi mereka hanya menjadi bahan tontonan bagi penghuni rumah megah ini
"Sayang kau tega sekali padaku!" Helena melihat Erfan terpincang-pincang masuk kedalam mobil.
"Itu karena kau yang menyebalkan." Helena berdengus kesal dan membuang pandangan ke luar jendela mobil
__ADS_1
Tanpa mereka sadari ada seorang wanita yang mengawasi mereka dan ikut mengikuti mobil mereka yang melaju pergi.
...****...