Hutang Cinta Helena

Hutang Cinta Helena
6. Menipu


__ADS_3

...Happy reading ...


Siang ini Erfan sedang makan siang seorang diri ditemani secangkir kopi dan juga panggilan Video dengan sang putri Luna


"Kapan Ayah pulang, jemput Luna?" rengeknya manja pada ayah yang tersayang


"Maaf sayang ayah tidak bisa pulang secepatnya!" Ucap Erfan pada putrinya dengan lembut.


"Pokoknya ayah jemput Luna!!" Putrinya tambah merengek sekaligus mengiba.


"Lusa ayah jemput oke?" tawarnya dengan sabar


"No!, pokoknya besok Ayah! Luna rindu!" Ibanya dengan senyum dan mata berbinar


"Baik sayang ayah jemput besok." Erfan memilih mengalah pada putri kesayangannya.


"Daahh ayah!" Luna melambaikan tangan pada ayahnya


"Dah sayang," dibalas dengan lambaian pula.


Di saat yang bersamaan Helena berjumpa dengan pasangan kencannya direstoran yang sama tempat Erfan berada fokus pada laptopnya


Helena langsung duduk didepan pasangan kencannya tersenyum padanya. Ia sudah merencanakan semua agar berpenampilan culun dan miskin


"Halo aku Helena.." ucapnya memperkenalkan diri seraya mengulurkan tangan dan duduk tepat didepan pria itu.


"Kau Helena, bagaimana mungkin tidak terlihat mirip dengan yang difoto," pria itu membandingkan foto Helena dilayar ponselnya dan juga dengan yang asli.


"Itu foto pada ibuku saat aku berumur 15 tahun," balas Helena duduk dengan tidak sopan sama sekali


Tiba-tiba seorang pelayan restoran mendekati mereka, "anda mau makan apa?"tanya pelayan perempuan itu dengan sopan


"Tolong makanan terbaik di restoran ini?" Helena memesan tanpa melihat menu sama sekali.


"Seharusnya kau bisa membayar semua makanan yang ku pesan kan?" tanya Helena meremehkan

__ADS_1


"Kau!" Pasangan kencannya itu merasa terkejut melihat Helena dengan meremehkan.


"Maaf tuan, dikampung kami tidak pernah makan enak, jadi ibuku bilang hidupku bisa jadi lebih baik dengan menikahi mu."


"Maaf untuk pernikahan terlalu dini, mari kita bicarakan tentang keluargamu"ucapnya ketus mengedarkan pandangan dengan malas


"Keluargaku tidak punya ayah dan ibuku tidak bekerja, aku baru saja dipecat saat menjadi karyawan toko roti, aku tidak punya uang untuk merawat diri, jadi beginilah aku," Helena tertunduk menghapus sesuatu di sudut matanya,"Tidak ada yang bisa diharapkan dari keluargaku!"


Helena menunduk dalam dengan bahu bergetar padahal dirinya sedang menahan tawa agar tidak pecah disini.


"Apa ibumu bersandar pada kekayaan pada menantunya kelak!" Tanyanya langsung menyindir Helena dan inilah yang diinginkan Helena.


"Ya mencintai uang, harus menjadi sikap turun temurun di keluagaku."


"Kau sangat menjijikkan "


"Dikampung mereka bilang ini adap yang sopan," ucapnya melihat tayangan TV yang terlihat lebih menarik tapi pasangan kencannya berdiri menghalangi pandangannya.


"Minggir sedikit "ucapnya menyuruhnya minggir.


Helena terkejut dan berdiri pria itu dengan menantangnya "Beraninya kau!" Bentak Helena yang gelagapan sendiri.


Helena menegakkan kepalanya ingin marah pada lelaki didepan ini


Helena melihat deon di Tv yang sedang mempermalukan keluarganya sendiri yang mencelakakan dirinya sendiri. Helena tidak dapat menahan tawanya


"Rasain gimana kamu mempermalukan aku sekarang kamu mempermalukan diri sendiri " gumam Helena dalam hati


Disanalah Helena melihat anak angkat keluarga Zergano yaitu Erfan Zergano pria yang menabraknya di bandara.


"Dia benar-benar tampan, apa benar jodohku?" Helena melihat sekitar sebelum melancarkan aksinya menipu orang di depannya ini


"Aman!" batin Helena


"Lihat, dia Erfan Zergano pria yang selalu mengejarku, apa yang bisa dibandingkan dengan dirimu!" Helena menyombongkan diri seraya berkacak pinggang.

__ADS_1


"Kau wanita gila mana mungkin Erfan Zergano mengejar wanita sepertimu!" ucap pria itu hanya melihat Helena sebagai orang gila .


Tidak segaja Erfan mendengar namanya seperti disebut oleh seorang wanita hanya menyimak tanpa minat


"Aku gila katamu, justru kau pria tua tidak ada yang mau! Makanya kau ikut perjodohan begini!" ucap Helena lantang membuat beberapa pengunjung restoran menoleh kearahnya.


"Hanya perempuan gila bahkan orang yang lebih tua dariku juga tidak mau menikahi wanita gila sepertimu!"8


"Kau mengakui bahwa kau itu tua, ah betapa tampan dan macho Erfan kesayangan akuh," pujinya kagum dengan sosok Erfan yang tampan


"Kau!"


Erfan terus mendengar perdebatan mereka hingga mendengar namanya terus dia merasa jengkel sendiri


Erfan yang tidak sanggup mendengar perkataan tentang dirinya, ia menutup laptopnya kasar dan berjalan menuju di meja tempat perempuan dan lelaki itu berada.


"Tu...tuan Erfan. Wanita ini mengaku sebagai pacarmu" ucapnya canggung melihat Erfan mendekati meja nya.


"Tuan Erfan, mati aku!" gumam Helena dalam hati, ia berbalik dan kembali membersihkan wajahnya dari sisa jus jeruk.


"Nona apa kita saling kenal?"Tanya Erfan mencoba melihat wajah perempuan ini yang terus menyebut namanya tadi.


"Mati boleh, malu jangan. Lakukan saja Helena!" Gumamnya dalam hati ke8mbali bersemangat menipu.


"Ah. Erfan akhirnya kau datang, aku sudah sangat merindukanmu, apa kau lupa saat kita berlibur bersama di eropa dulu," ucapnya manja dengan memeluk tubuh Erfan dan mencium pipinya dengan berani.


Erfan yang merasa benda kenyal menyentuh pipinya dengan lembut hanya terpaku dan menyentuh pipinya seakan masih terasa disana.


"Eropa?"tanyanya perasaan dia tidak pernah berlibur ke sana selama ini.


"Sayang katakan sesuatu, dia terus mengganguku, Maaf kan aku ya? kita bisa kembali seperti dulu 'kan, aku pasti akan menikah dengan mu!"sambung Helena tanpa tau malu mengarang semua itu didalam benaknya.


Helena memeluk lagi Erfan dengan terus menepuk punggungnya agak kuat untuk mengisyaratkan agar tidak mempermalukan dirinya.


"Maaf tuan Erfan" ucapnya dalam hati menangis, setelah ini Helena yakin riwayatnya akan tamat.

__ADS_1


__ADS_2