Hutang Cinta Helena

Hutang Cinta Helena
88. teman satu apartemen


__ADS_3

...Happy reading...


Keesokan harinya setelah pulang kerja Helena sudah berjanji dengan Aliza untuk menunggu di restoran hotel dengan Helena membawa Anton menemuinya selaku penyewa apartemen yang akan di tinggali Aliza nantinya.


Aliza bangkit seraya melambaikan tangan pada Helena yang terlihat baru saja memasuki restoran bersama seorang pria di sebelahnya.


Helena pun membalas melambaikan tangan, dan menyikut lengan Anton yang masih berusaha mengingat perempuan itu seperti pernah dilihatnya di suatu tempat.


"Itu kak, dia Aliza!" Anton mengikuti arah pandang Helena, terlihat sosok perempuan manis yang memakai pakaian kasual.


Helena dan Anton menghampiri Aliza yang tersenyum bahagia pada Helena dan langsung berhamburan memeluknya.


"Helena akhirnya kau datang!"


"Tentu saja aku datang, Kenalkan kak ini sahabatku Aliza, Zaa ini kak Anton teman satu kantorku." Helena memperkenalkan keduanya.


"Aliza!" Aliza mengulurkan tangan yang langsung disambut oleh Erfan Anton.


"Anton." jawabnya tersenyum ramah.


"Oh ya apa kita pernah bertemu?" tanya Anton karena terlalu penasaran dengan sosok gadis cantik di hadapannya ini. Ia duduk berhadapan langsung dengan kedua wanita ini.


"Sepertinya tidak, Aku baru pulang kemarin aku hanya bertemu Helena dan orang menyebalkan." cebik Aliza diakhir perkataannya, rasa jengkel datang lagi mengingat orang itu.


"Orang yang menyebalkan siapa dia, kenapa tidak bilang padaku?" Helena mengusap punggung tangan sahabatnya merasa kasian.


"Dia merebut taksiku saat dibandara kemarin, sepertinya aku juga melihatnya dikantormu Naa." Aliza mengaduk minumannya beberapa kali dan meminumnya masih dengan raut wajah kesal.


"Uhh kasian banget kesayanganku inii!" Helena memeluk sahabatnya agar tidak marah lagi, kalau dipikir memang orang menyebalkan itu sangat menyebalkan.


Gleg.. Anton hanya bisa menelan ludahnya sendiri yang terasa kasar, akhirnya ia mengingat gadis ini.


kenapa gini amat ya, kan kemarin dia yang aku rebut taksinya! Anton meruntuki dirinya sendiri, ia tersenyum kikuk melihat interaksi keduanya.

__ADS_1


"Kau temannya yang di luar negri itu Helena sering bercerita tentangmu."ucap Anton padahal Helena baru kemarin bicara tentangnya


"Benarkah!" tanyanya antusias


"Tapi aku tidak tau jika kalian sama cantiknya." puji Anton hingga keduanya tertawa kecil.


"Hehe kak Anton bisa aja." balas Aliza malu-malu.


"Sudah-sudah jadi kak Anton bisakah kita langsung bicara tentang rumahnya." Helena mengalihkan pembicaraan karena dirinya tidak bisa lama-lama disini.


"Rumahnya tidak jauh dari sini kau tidak masalahkan jika ada teman satu apartemen."


Helena dan Aliza saling berpandangan


"Maksudku satu apartemen tapi beda kamar jadi tidak ada yang salah kan?" Anton meluruskan supaya tidak ada kesalahan pahaman.


"Ya apa teman satu apartemen itu seperti aku dan Helena tinggal dulu." balas Aliza dengan polosnya


"Benar!" Anton mengangguk membenarkan perkataannya seraya menegak minumannya.


"Kalian ngobrol saja, aku akan angkat ponselnya dulu." Helena berjalan keluar dari restoran itu mengangkat panggilan dari nomor Erfan.


Helena menghela napas berat sebelum mengangkat panggilan dari bos atau pria yang selalu membujuknya untuk bersama.


"Dimana kau sekarang!" suara dingin menusuk bisa diketahui jika dia sedang jengkel.


"Aku sedang direstoran."


"Aku tidak mau tau pokoknya kau harus pulang sekarang!" ucap Erfan tidak terbantahkan.


"Tapi Aku-."


"Apa aku meminta pendapatmu." tanya Erfan sontak saja Helena mengeleng kepala walau tidak dilihat oleh lawan bicaranya

__ADS_1


Tut..tut..


"Cih ada apa sih dengannya, Aneh sekali marah-marah saja bisanya." cebik Helena mengerakkan bibirnya dengan suara pelan.


Helena kembali masuk melihat mereka berdua sedang mengobrol mulai akrab hingga tersenyum bahkan tertawa.


"Kak Anton aku harus pulang dulu titip Aliza ya, antarkan dia kembali ke hotel setelah melihat apartemen itu, atau ku akan terlambat mendapatkan bus nanti." ucap Helena mulai meraih tas salempang miliknya


"Tapi Naa aku gimana?" Aliza memberenggut tidak suka.


"Aku bisa diusir jika pulang terlambat Zaa gak pa pa kan sama kak Anton." pamit Helena


"Oke deh hati-hati." dengan berat hati Aliza melepas kepergian Helena


"Aku akan mengunjungimu sekalian kita pindah ke apartemen kak Anton." Helena berjalan kearah luar melambaikan tangan berpamitan.


"Baiklah daahh!" Aliza ikut melambaikan tangan melihat punggung Helena yang perlahan menjauh dari pandangannya


"Jadi gimana? Mau langsung lihat sekarang?" ucapan Anton membuat Aliza kembali duduk.


"Boleh kak." Aliza mengangguk dan menyeruput kembali minumannya.


(Kalau begitu aku pesan taksi biar kita bisa kesana sekarang juga. Ayo!" ajak Anton berjalan berdampingan dengan Aliza menunggu kedatangan taksi online, dalam hitungan menit taksi berhenti tepat didepan mereka.


"Pak Anton ya?" tanya supir taksi online itu menyapa.


"Iya pak, ayo masuk!" ajaknya membukakan pintu untuk Aliza masuk kedalam taksi dan kemudian dirinya pun ikut masuk duduk di samping Aliza.


"Jalan pak, saya sudah kirim lokasi yang dituju." Perlahan taksi melaju membelah jalanan yang padat karena masih jam pulang dari kantor.


Sepanjang perjalanan keduanya hanya terdiam, Anton sibuk dengan ponselnya, sebenarnya bukan sibuk tapi merasa gugup dan Aliza mengengam erat ujung roknya entah mengapa dirinya juga merasa gugup seperti orang di sebelahnya.


*

__ADS_1


Maaf Reader karena belum sempat di edit kemarin Author benar-benar lupa🙏🙏. tolong dukungan beri bunga 🌷 atau kopi☕ buat Author. Atau bisa juga nonton iklan 10 kali 100 poin


__ADS_2