
...Happy reading...
Mereka berdua tersentak saat mendengar suara klakson mobil yang entah dari mana datangnya yang jelas sungguh menganggu
"Ck siapa sih ganggu aja!"Gerutu Helena dalam hati tapi mulutnya pun ikut berkata serupa, Helena mengigit lidahnya sendiri karena salah ucap.
Aduh apa yang aku katakan barusan, padahal aku ngomong dalam hati! bodoh kamu Helena!!
Helena pun berlari masuk kedalam apartemen terlebih dahulu meninggal Erfan disana dengan tanya dibenaknya.
Kenapa dia lari? apa aku menyakitinya? tadi kenapa dia bilang orang itu menganggu? Dan Kenapa jantungku berdetak seperti saat lari cepat saja, apa karena aku kurang olahraga beberapa hari ini?
Erfan bahkan memegang dadanya sendiri karena bingung kenapa detak jantungnya berpacu, apa karena memikirkannya? tapi dia memang manis!
Erfan menepis semua bayangan dibenaknya dan berjalan mengikuti langkah Helena yang sudah tidak terlihat lagi.
"Ahh yang benar saja, kenapa akhir-akhir memikirkan perempuan itu!" Erfan memijat kepalanya yang tiba-tiba terasa pusing.
Helena menguna jurus langkah seribu dalam sekejap berlari dan sampai di dalam apartemen Erfan masih dengan senyum bahagianya.
Disinilah Helena sekarang sedang duduk diatas tempat tidurnya menyembunyikan wajahnya yang memerah dengan menutup dengan bantal
Helena merasa jantungnya masih berpacu karena tidak sengaja mereka berdua berpelukan bahkan wajahnya sangat dekat membuat Helena yang membayangkan malu sendiri
"Apa benar aku jatuh cinta? Rasanya aku ingin memeluknya lebih lama lagi tadi, tapi mobil itu...."
Helena Kembali menendang selimut hingga jatuh ke lantai, isi pikirannya sendiri membuat dirinya salah tingkah bahkan over thinking
__ADS_1
"Helena sadar-sadar kamu benar-benar tergila-gila padanya jika terus begini!" Helena menepuk kedua pipi Pelan karena merasa panas dan juga tidak bisa berhenti tersenyum membayangkannya.
"Aku akan memberi tahu Aliza, sekarang, Aliza akhirnya aku jatuh cinta!" Baru ingin menyentuh ponselnya Helena malah menoleh melihat kearah pintu yang diketuk dari luar dan terbuka begitu saja.
"Ada apa?" tanya Helena masih tidak bisa mengkondisikan senyuman yang terukir di wajahnya.
" Masaklah salmon yang ada dalam kulkas yang kemarin ku beli, aku ingin memakannya malam ini!" ucap Erfan melihat Helena yang masih duduk ditempat tidur.
"Baik pak!" Helena tetap saja mengukir senyum hingga lesung pipinya terlihat, sungguh manis.
Erfan tidak beranjak malah memperhatikan Helena "Apa kakimu baik-baik saja?"tanya Erfan yang ternyata memperhatikan kakinya dari tadi.
"Kaki! kakiku baik-baik saja." Helena menggaruk tekuknya sendiri yang tidak gatal
"Oh!" Erfan pun pergi dari hadapan Helena tanpa mengatakan apapun lagi.
"Kenapa memangnya dengan kakiku? Apa ada yang salah dengan kakiku? Entahlah, tapi kenapa sih?
Setelah beberapa saat berdiri Helena tidak menemukan alasannya apapun. Helena kembali meraih ponselnya untuk menghubungi sahabatnya Aliza.
Helena menekan kontak sahabatnya dan berhasil masuk tapi tidak diangkat hingga Helena menghubunginya beberapa kali, entah sudah berapa kali Helena hubungi hingga akhirnya diangkat.
"Woii Zaa kemana aja sih capek aku hubungi dari tadi gak diangkat? udah puluhan kali gua hubungi juga!" kesal Helena padahal dirinya harus memasak sebentar lagi.
"Naa jangan ngegas dong, sellow napa!" cebik Aliza ikut kesal karena Helena teriak-teriak membuat telinganya sakit.
"Emang kenapa? marah, seharusnya gue yang marah tau!"
__ADS_1
"Mana ada Gua marah, yang ada suara loe cempreng," terdengar Aliza menahan tawa dari sebrang telpon
"Iss Alizaaa... kamu ini bikin kesel aja sih!" cebik Helena malah bertambah kesal karena tingkah sahabatnya ini.
"Udah-udah ada apa sih gak ada angin gak ada hujan loe hubungin gue? masih ada sebentar lagi nih!"
"Iya-iya, tapi asal kamu tau aja disini hujan tapi gak buat tanah basah," ucap Helena membanggakan diri.
"Hujan apaan tuh?" tanya Aliza tidak mengerti maksud perkataan Helena.
"Hujan cinta dihatiku hingga tumbuh benih-benih Cinta, aa kayak aku jatuh cinta Zaa!" Helena tersenyum-senyum sendiri membayangkannya.
"Puftthh..." terdengar Aliza tersedak disusul dengan batuk beberapa kali sebelum menjawab. "Yang bener loe jangan ngadi-ngadi!" kali ini berganti Aliza yang berteriak karena terkejut
"Benerlah gua malah sekarang tinggal serumah sama doi," balas Helena dengan senyum manisnya
"Aiss cakep! gercep juga loe udah jadi pacarnya." Aliza benar-benar bangga dengan sahabatnya ini karena berhasil menemukan cintanya bahkan tinggal serumah benar-benar luar biasa.
"Belom pacaran sih tapi gimana ya gua udah cinta banget sama dia!" kini nada bicara Helena terdengar sendu.
"Cepet loe deketin terus, nanti nyesel kalau ditikung sama cewek lain loh!" Aliza memperingatkan supaya Helena cepet bertindak.
"Bener juga, ya udah gua mau masakin makanan enak dan penuh cinta!" Helena dengan senyum langsung menaruh ponselnya tanpa mematikan sambungan telpon.
"Woi Helena, Helena!!"teriak Aliza tapi Helena tidak mendengarkannya lagi sudah keluar dari kamarnya.
Helena akan memasak dengan penuh Cinta agar orang yang memakannya merasakan Cintanya dan mereka pun akan bersama. begitu kira-kira isi pikiran Helena
__ADS_1
****
jangan lupa dukung terus karya Author ya