Hutang Cinta Helena

Hutang Cinta Helena
53. Dansa


__ADS_3

...Happy reading...


Erfan berjalan cepat melewati beberapa orang yang coba menyapanya tapi tidak digubris malah melewati mereka untuk mencari keberadaan Helena.


"Kemana perginya dia!" Geram Erfan terus mencari Helena kesegala penjuru tempat.


Hingga pandangan Erfan tertuju pada ibunya yang disebelahnya sudah duduk Helena dengan manisnya tersenyum tanpa beban.


"Syukurlah dia ada di sini!" leganya seraya mengelus dada


Seorang perempuan naik ke atas panggung mengucapkan kata-kata penghormatan untuk keluarga Zergano serta selamat pada nyonya Zergano yang berulang tahun hari ini.


"Dan Untuk acara inti malam ini kita sambut pasangan nyonya dan Tuan Zergano!" Perempuan pembawa acara itu disusul dengan yang lainnya menyoraki mereka.


Kakek Luna sedikit membungkuk pada istrinya yang disambut dengan malu-malu disertai pipi bersemu merah.


Membuat banyak mata yang melihatnya iri tidak terkecuali Helena merengkuh Luna sekarang dengan menyadarkan diri padanya.


Seorang pria tiba-tiba langsung berlutut didepannya setelah Tuan dan nyonya Zergano mulai berdansa.


"Maukah kau berdansa denganku?" tanyanya menampilkan senyum yang malah terlihat tampan.


Ya ampun kenapa dia terus mengikutiku! Helena melongo melihat Deon sudah berlutut didepannya seraya mengulurkan tangan padanya.


"Ma-" belum sempat Helena menolak tapi Erfan malah berlutut disebelahnya juga yang malah terlihat sangat, sangat tampan.


"Maukah kau berdansa bersamaku malam ini Helena?" Tanya Erfan tulus karena tak mau kalah dari Deon.


Bagaimana ini aku tidak bisa memilih keduanya, mereka keduanya keluarga Zergano tapi jika aku tolak tamatlah riwayatku.

__ADS_1


"Kenapa kau memintanya, dia pasanganku!" Deon dengan percaya diri menepuk dadanya bangga seakan Helena akan memilih dirinya.


Helena membulatkan mata tidak percaya Erfan mengajak dirinya berdansa, tanpa sadar Luna mengangkat tangannya menerima uluran tangan Erfan


Eh? Kenapa tanganmu bisa berjalan pada Erfan sih! Helena bingung sendiri!!


Erfan memberi isyarat pada putrinya seolah berkata 'kau yang terbaik sayang!'


Erfan bangkit seraya langsung menarik Helena dalam pelukannya membawa ke tengah gedung megah itu hingga mereka berdansa bersama.


"Kau licik sekali Luna!" Deon menoel hidung gadis kecil imut ini dengan gemas yang masih memakan cake yang tersedia di sini.


"Tentu saja aku 'kan belajar darimu kak Deon! Hehe.." Canda Luna terkekeh kecil


Dion membawa Luna dalam gendongannya dan menari kecil. Walau Dion tidak suka pada Erfan tapi Luna adalah anak manis yang membuat dirinya pun suka bermain dengannya karena Erfan pun tidak melarangnya.


Luna tidak bisa menahan tawa saat Deon bercanda bahkan mengelitik tubuhnya.


"Kau bisa menari seperti ini juga, kau belajar dimana?" tanya Erfan ditengah mereka menari saling mengengam tangan.


"Tentu saja aku ini satu paketan dalam satu serba bisa kau bisa membayar jasaku berdansa malam ini,"ucap Helena bangga pada dirinya sendiri


"Benarkah, apa kau berbohong lagi?"tanya  Erfan yang membuat pandangan mereka bertemu lagi yang tiba-tiba menciptakan getaran di relung hati keduanya


"U-untuk apa aku berbohong, gak ada gunanya." Helena mengangkat bahu seraya memalingkan pandangan kesegala arah.


"Baiklah kali ini aku akan percaya kalau begitu!" Erfan melanjutkan menari jantungnya berdegup seperti meletup-letup membuat Erfan mengeratkan pelukan pada pinggangnya.


Saat memalingkan pandangan tanpa terasa kedua sudut bibirnya berkedut membentuk senyum tipis karena hatinya terasa bahagia

__ADS_1


Nadin baru keluar dari kamar mandi setelah melakukan aksi panas dengan salah satu pria kaya yang hadir disini, ia melihat banyak orang sedang berdansa ditengah ruangan yang sangat luas itu


Wajahnya memerah saat melihat kedekatan Erfan dan Helena diantara kerumunan orang itu, matanya mencari keberadaan Dion tapi tidak bisa ditemukan.


"Perempuan liar, beraninya kau merebut Erfan dariku!" Geram Nadin mengepalkan kedua tangan disisi tubuhnya.


Dengan wajah tebalnya Nadin berjalan kearah Erfan dengan percaya diri, ia menarik bahu Helena dengan kuat hingga terlepas dari pelukan Erfan dan mengandeng tangan Erfan begitu mendapat celah.


"Erfan ayo kita berdansa, atau aku akan buat keributan disini!" Bisiknya manja seraya merapatkan tubuhnya pada Erfan dengan tidak tau malu.


"Beraninya kau mengancamku, kau pikir siapa dirimu, wanita ******." maki Erfan tepat didepan wajahnya yang masih tersenyum.


"Atau kau ingin sesuatu yang melelahkan sebagai ancaman misalnya kita men***** bersamaku aku sudah memesan kamar hotel, bagaimana?


"Lakukan jika kau masih berani, maka itu adalah hari terakhir kau melihat matahari!"


Karena malas membuat keributan dengan kesal Erfan menerima perkataan menjawab dengan menekankan disetiap kata atau sekedar memperdulikannya. Ia membiarkan Helena menjauh untuk beristirahat sejenak.


Nadin tidak memperdulikan wajah kesal Erfan ia memilih menyentuh tubuh Erfan  seakan membuat Helena cemburu


Kenapa perempuan itu sinis sekali, bahkan bisa tertipu oleh akting kami kami berdua, wweek!


Helena yang juga kebingungan sendiri berdiri di antara mereka malah menepi begitu saja, tapi tiba-tiba tangannya ditarik seseorang


"Ayo cantik kita berdansa!"ajak Deon langsung merengkuh pinggang Helena membuatnya tidak bisa berkutik.


"Apa yang kau lakukan!" Helena mencoba melepaskan diri dari pelukan Deon yang nyatanya sia-sia.


Ciihhh.. Aku benar-benar benci dengan pria yang satu ini, entah apa yang diinginkan dariku!, dikira dia siapa! cebik Helena dalam hati dengan terus meronta.

__ADS_1


****


__ADS_2