
...Happy reading...
Rumah Erfan pagi ini setelah sarapan terlihat sepi padahal ini adalah akhir pekan, terlihat mereka bertiga duduk bersebelahan di sofa ruang tamu.
Helena, Erfan dan Luna saling berpandangan dan menghela napas untuk kesekian kali, karena masalahnya mereka tidak tau mau memberi apa untuk apa untuk neneknya.
Ya, kemarin nenek datang kesini sekalian mengatakan bahwa ulang tahunnya akan diadakan di rumah besar keluarga Zergano jadi mengundang mereka tee
Luna yang biasanya banyak ide hanya bisa melirik Helena dan Erfan bergantian begitu pun dengan sebaliknya seperti berbicara di dalam hati
"Berhentilah memandang begitu tidak ada jalan keluar apapun sampai besok,"ucap Luna melihat keduanya bergantian
"Benar bagaimana ini!" Timpal Helena yang juga tidak punya ide sama sekali.
Helena dan Erfan melihat kearah Luna lagi seakan perlu jawaban darinya.
"Ayah, kak Helena kenapa kalian memandang aku seperti itu, apa ada ide di wajahku ini!" Mereka berdua mengeleng cepat secara bersamaan dan menghela napas panjang lagi.
"Bagaimana jika kita pergi berbelanja hari ini ayah?" Ujar Luna memberi ide gemilang.
Erfan menghela napas dan menjawab "Ini akhir pekan terlalu banyak orang berlalu lalang disana, sesak!"
Erfan memang malas pergi ke tempat seperti itu bukan karena dia tidak ingin tapi akan banyak mata perempuan yang melihatnyadan juga mengerumuninya membuat dirinya jengah.
"Ayolah ayah, Luna akan melindungimu dari wanita-wanita jahat itu," ucap Luna percaya diri seraya berkacak pinggang dengan berdiri di atas sofa membuat Erfan dan Helena tidak sanggup menahan tawa
"Kamu lucu sekali sayang!" Erfan mengusap puncak kepala putrinya dengan gemas, "Baiklah, Ayah setuju kalau begitu karena Luna mau melindungi Ayah." Lanjut Erfan mencolek hidung putrinya.
"Yeah tos dulu kak Helena!" Helena menanggapinya membalas tos dengan tidak kalah senang, akhirnya setelah sekian lama ia akan berbelanja juga.
"Ayo cepat bersiap-siap!"
Erfan sudah berdiri di tangga menuju kamarnya, Helena dan Luna pun menyusul untuk bersiap untuk pergi belanja akhir pekan bersama.
Dalam perjalanan Luna sesekali mengikuti lirik lagu yang diputar di dalam mobil ayahnya, begitu pun dengan Helena sesekali menimpali.
Hampir 35 menit perjalanan akhirnya mereka sudah tiba di salah satu pusat perbelanjaan mereka berjalan melewati beberapa toko hingga didepan toko pakaian
Mereka masuk beriringan kedalam toko itu, membuat beberapa pasang mata tertuju pada mereka dengan kagum.
__ADS_1
"Wah mereka serasi sekali!"
"He'em anaknya imut sekali, aku jadi pengen punya pacar tampan begitu,"
"Stt nanti dia dengar loh!"
"Biarin mana tau dia juga mau sama aku, hehe."
"Mimpi!!"
Salah satu karyawan menghampiri dan menyambut kedatangan mereka bertiga dengan senyum manisnya.
"Selamat datang apa ada yang bisa kami bantu tuan, nona?"tanya karyawan itu sopan sedikit menunduk.
"Aku ingin gaun pesta yang cocok untuk mereka berdua." Erfan menunjuk Helena dan juga putrinya.
"Baik silahkan ada di sebelah sini," Ajaknya berjalan terlebih dahulu menuntun mereka.
"Ini ada beberapa set untuk ibu dan anak silahkan pilih tuan, nona."
"Ibu dan anak?" Ulang Erfan melihat Helena dan Luna bergantian.
"Biarkan dia mencoba beberapa set ini, ini, ini dan ini juga." Erfan menunjuk beberapa dress untuk dicoba oleh Helena dan juga Luna
"Baik tuan!" jawab Karyawan itu menunduk dan mengambil dress yang diminta oleh Erfan tadi
Helena masih melihat-lihat sekitar hingga karyawan itu mempersilahkan dirinya untuk mencoba gaun yang sudah dipilih.
"Mari saya antar ke ruang ganti," ajaknya
"Tunggu, kapan aku memilih pakaian?, aku belum memilih satu pun!" Helena terheran sendiri serta menolak ajakan karyawan perempuan itu.
"Suami Anda yang memilih untuk Anda dan juga putri kalian,"
"Apa? Suami?!" Helena menaikan volume suaranya sangking kagetnya.
"Tunggu, saya tanyakan dulu ya?"Helena berjalan mendekati Erfan yang duduk santai disofa bersama Luna
"Apa Anda yang memilih itu semua?" tanya Helena menunjuk semua dress yang dipegang oleh karyawan wanita itu.
__ADS_1
"Tentu saja, sekarang cobalah!"
"Tapi?" Helena ingin menolak tapi--
"Berikan padanya untuk dicoba," ucap Erfan hingga Karyawan itu menyerahkan lima gaun sekaligus untuk dicoba oleh Helena, tapi dengan jelinya mata Helena melihat harga yang tertera di sana
"Apa kau yakin? Ini..ini terlalu mahal, aku tidak sanggup membayarnya nanti," keluh Helena mengiba karena uangnya tidak sebanyak itu.
"Coba sana atau kau yang membayar semua baju ini!"Ancam Erfan mampu membuat Helena tiba-tiba merasa lemah.
Aaaa kenapa dia selalu saja mengancam begini terus hingga aku tidak sanggup lagi, aku tersakiti dengan harga yang tertera ini!
Gumam Helena hanya bisa menangis dalam hati karena harga dress yang dipegang, seraya terus mengerutu Erfan
Helena mencoba satu persatu saraya menunjukan pada mereka berdua yang menilai penampilannya.
"Bagaimana? Apa cocok?" tanya Helena dengan senyum manisnya
Erfan melihat sekilas "Ganti!" Ucapnya kembali melihat ponselnya, begitu pun dengan gaun selanjutnya
"Ganti!"
"Ganti lagi!"
"Ganti!"
Ya ampun duda satu ini benar-benar menguji kesabaranku, apa dia gila? sampai semua gaun yang aku coba semua tidak ada yang cocok di matanya!
Helena yang sedang mencoba dress terakhir menahan geram dengan jawaban Erfan yang hanya ganti, ganti dan ganti lagi!
Helena keluar dari ruang ganti dengan lesu kali ini Erfan sudah menyimpan ponselnya memangku Luna seraya mencubit gemas pipinya
"Bagaimana dengan ini?" Tanya Helena tidak bersemangat sama sekali, membuat keduanya melihat Helena
"Berputar!" Helena dengan patuh m berputar beberapa kali dengan setengah hati seperti boneka yang kaku
"Lumayan, kita ambil semua begitupun dengan dress milik putriku," ucap Erfan dengan wajah datarnya.
"Semua!"
__ADS_1
****