Hutang Cinta Helena

Hutang Cinta Helena
109. Hampir putus asa


__ADS_3

...Happy reading...


Erfan berhenti di pinggir jalan raya, ia tidak tau lagi kemana harus mencari keberadaan Helena dari tadi siang dan sekarang hari sudah malam, rasanya hampir dibuat putus asa karena hal ini.


Luna juga beberapa kali menghubunginya menanyakan tentang Helena, yang membuat Erfan hanya bisa beralasan mereka sedang pergi bersama.


Erfan menghela napas berat, ia benar-benar merasa frustrasi dengan hal ini. penampilannya saja sudah terlihat sangat berantakan.


Ponselnya berdering membuat fokusnya teralih pada ponsel, ia menoleh sekilas melihat namanya yang tertera tanpa mau menjawab beberapa saat.


Hingga ponselnya kembali berdering lagi membuatnya terpaksa mengangkatnya mungkin saja ini berita baik.


"Ada apa?" tanyanya tanpa basa-basi


"Bos mobil yang menculik perempuan itu ada di pinggiran kota di gedung terbengkalai." ucap orang dari seberang sana.


"Cari perempuan itu sampai ketemu." titahnya


"Tapi sepertinya Anda tidak perlu kemari, ini terlihat sebagai umpan saja mungkin perempuan yang Anda cari masih di sana." ujarnya melihat keadaan gedung yang tidak dijaga dengan ketat


"Baik urus yang di sana."


Erfan ingin kembali melajukan mobilnya mencari Helena tapi notifikasi di ponselnya membuatnya menghentikan pergerakannya.


Erfan meraih ponselnya serta membukanya, ternyata ia mendapatkan pesan dari nomor yang tidak dikenal


Siapa iniii!


"Bagaimana apa kau sudah lelah? Wanitamu ada bersamaku, sedang bersenang-senang dengan seorang pria, tidak-tidak dengan banyak pria tepatnya."


Erfan mencengkeram ponselnya kesal bisa-bisanya ada orang yang berani menjual Helena


Satu lagi pesan terakhir mengirimkan selembar foto dan lokasi padanya

__ADS_1


"Sial!!"


Erfan melajukan mobilnya dalam kecepatan penuh ke lokasi yang baru saja dikirim oleh orang yang tidak dikenal itu tidak lupa mengirim pada Anton juga dan menyuruhnya melacak nomor ponsel itu.


"Anton cari siapa yang mengunakan nomor ini aku akan memberinya perhitungan!" geram Erfan menahan kekesalan.


Erfan bertambah geram saat jalanan macet, bagaimana jika terjadi sesuatu dengan Helena.


...⚘⚘⚘...


Setelah Nadin mengirim pesan singkat pada Erfan, ia tersenyum menang dan keluar dari kamar mandi saat melihat Deon sudah tepar setelah diberi obat bius.


"Bawa perempuan itu masuk!"


Anak buahnya membawa Helena dan menidurkan disebelah Deon tentunya, terlihat begitu seksi dengan pakaian yang terbuka.


Nadin melihat keduanya dengan senyum gembira, sebentar lagi dia akan membuat kesombongan wanita ini hilang dan dia juga akan dibuang oleh Erfan.


Nadin mengecup pipi Deon sekilas dan pergi dari sana meninggalkan mereka berdua yang tertidur di atas tempat tidur.


"Bagaimana?" tanya Nadin kepada anak buahnya


"Sudah beres,  boss aku sudah memberi obat pada wanita itu! Dan juga memasang camera disudut ruangan seperti yang anda perintahkan."


"Bagus, sebaiknya kalian pergi dari sini biarkan mereka menikmati malam berdua saja tanpa gangguan."


Nadin berlengang pergi setelah mengunci kamar itu disusul oleh dua anak buahnya keluar dari hotel bintang lima itu


Tinggallah mereka berdua diatas tempat tidur yang sama pula dengan


"Lihatlah, Erfan. tidak ada wanita yang setia padamu, kau bisa melihatnya sendiri sekarang!" Nadin tersenyum puas dan tertawa didalam hatinya


Tidak berselang lama Helena terbangun dari pingsannya karena tadi ketahuan jika dirinya sadar dan tidak tau apa yang mereka lakukan.

__ADS_1


Helena memegang kepalanya yang terasa berat serta berdenyut pusing bahkan menjambak rambutnya sendiri.


"Shh dimana ini?" Helena menyikap selimut tapi betapa terkejut dirinya hanya memakai pakaian pendek, entah milik siapa ini.


Kasur di sebelahnya seperti bergoyang membuat Helena menoleh bersamaan dengan itu muncul sosok pria disampingnya yang bertelanjang dada.


"Aaa!!!" pekik Helena beringsut mundur hingga terjatuh dari tempat tidur


"Jangan berteriak!" Bentaknya karena merasa terganggu, melihat penampilan Helena seketika Deon menelan ludahnya sendiri.


"Kau!" Helena menunjuk wajah Deon kesal.


"Ah kau datang kesini untuk mengodaku?" godanya menaik turunkan alisnya mulai turun dari tempat tidur.


Helena menarik selimut menutupi tubuhnya sendiri. "apa yang kau lihat?" sentaknya tidak suka dengan tatapan yang diberikan oleh Deon.


"Oh ayolah kita bisa menghabiskan malam dengan bahagia ke sinilah, mendekatlah!" Deon melambaikan tangan agar Helena mendekat kearahnya


"Jangan harap!" Helena terus mundur menjauhi Deon yang terus mendekatinya dengan langkah besarnya hingga jarak mereka dekat.


Deon yang mendapatkan kesempatan malah menarik tangan Helena hingga jatuh kedalam pelukannya, dan memeluk pinggangnya.


"Lepaskan aku!" bentak Helena meronta berusaha lepas dari pelukan Deon tapi sepertinya sia-sia


"Tidak sebelum aku mencicipi tubuhmu." ucap Deon dengan senyum penuh arti dan menunduk mulai memberi kecupan basah di leher Helena yang membuatnya meremang.


"Ti-dak egh.." tubuh Helena tiba-tiba terasa panas tapi pikirannya malah teringat dengan Erfan.


Helena mengigit bibir hingga terasa sakit membuat kesadaran kembali pulih, Helena mendorong tubuh Deon sekuat tenaganya dan menampar wajahnya yang terdengar begitu nyaring.


"Jangan beraninya kau menyentuhku!" bentaknya menunjuk wajah Deon yang terlihat kesal.


****

__ADS_1


__ADS_2