
...Happy reading...
Greepp...
"Akhirnya kau kembali !" Erfan memeluk tubuh Helena yang masih basah kuyup tidak peduli dirinya ikut basah juga.
"Iya, tapi bisakah kita masuk masuk dulu? Aku kedinginan." Helena menyungingkan senyum di wajah pucatnya yang masih terlihat manis.
"Maafkan aku, cepat masuk!"
Erfan merengkuh tubuh Helena memberi sedikit kehangatan dan membawanya masuk kedalam rumah yang masih terlihat sama seperti saat Helena pergi tadi pagi.
"Dimana Luna?" tanya Helena mungkin saja Erfan berbohong kan tapi kekhawatiran langsung menyelimuti Helena saat mengingat Erfan tidak pernah berbohong.
"Di kamarnya baru saja tertidur, mandilah dulu nanti kau bisa sakit juga."
"Tapi Luna..." Helena takut jika demamnya serius.
"Dia juga tidak mau melihatmu sakit, mandilah dulu." Erfan mengusap pipi Helena dengan lembut serta menyunggingkan senyum.
"Baiklah!" Helena pun pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri dengan air hangat agar dirinya tidak sakit.
Setelah mandi Helena kebingungan sendiri karena semua pakaiannya sudah dibawa pergi kemarin jadi tidak ada yang tersisa di lemari
"Pakai ini saja," tawar Erfan memberi baju kaos dan celana selutut miliknya yang menurutnya paling kecil, hingga tidak bisa dipakai lagi. mungkin cocok untuk Helena.
__ADS_1
"Baiklah." Malu-malu Helena beringsut mundur dan kembali masuk kedalam kamar mandi untuk mengganti pakaiannya.
Setelah menganti pakaian Helena langsung masuk kedalam kamar Luna yang ternyata Erfan juga ada di dalam sana duduk di sebelah kiri Luna.
"Bagaimana dengan Luna??" tanya Helena langsung duduk di tepi tempat tidur disebelah kanan Luna.
"Aku sudah memanggil dokter kesini tadi katanya hanya demam tapi dia tidak mau makan dari siang tadi, itu yang membuatku khawatir." Erfan menatap putrinya dengan sendu.
"Luna kamu kenapa sayang?" Helena mengusap puncak kepalanya merapikan rambutnya seperti yang sering dilakukan.
"Saat dia bangun hanya menangis lagi dan terus menanyakanmu bahkan dia tidak mau minum obat, aku hanya bisa mengompresnya." Erfan mencium tangan putrinya beberapa kali
"Maaf!" Helena tertunduk dalam melihat wajah pucat Luna disertai dengan matanya sembab tanda dia menangis cukup lama.
"Ini salahku, seharusnya aku tidak pergi meninggalkannya tanpa pamit!" hati Helena amat merasa bersalah dengan keadaan Luna saat ini.
"Bukan salahmu, aku yang salah, aku yang terlalu memberi harapan padanya, setelah ini aku akan membuat dia terbiasa seperti dulu lagi tanpamu."
"Apa maksudmu?" tanya Helena apa setelah ini tidak ada kesempatan untuk dirinya bersama
"Ma, Mama!" Panggil Luna dengan suara lirih terdengar lemah, membuat mereka berdua menoleh padanya dengan mata berbinar.
"Luna, kamu sudah bangun bagaimana perasaanmu sayang?" tanya Helena mengusap pipinya dengan sayang.
"Mama peluk!" pintanya membuat Helena mendekat dan memeluk tubuh mungil itu seketika suara isakan terdengar disusul tubuhnya yang gemetar
__ADS_1
"Hiks.. Mama Helena jangan pergi ya, Luna gak mau mama pergi!" isak tangisnya juga terdengar lemah.
"Tidak mama janji tidak akan pergi lagi, tapi Luna jangan nangis ya?" Helena menarik tubuhnya membuat jarak melihat wajah Luna yang penuh air mata.
Helena menghapus air mata yang mengalir di pipinya seraya tersenyum dibalas senyum oleh Luna walau dengan pucat.
"Kata ayah Luna tidak mau makan tadi ya!" tanya Helena
"Luna mau disuapin sama Mama!"
"Mm baiklah, akan mama ambilkan makanan dulu ya!" Helena ingin bangkit tapi ditahan oleh Luna
"Mama jangan pergi!" Luna masih takut jika Mamanya pergi
"Tapi!"
"Kalian bisa di sini ayah akan mengambil makanannya." Erfan bangkit dan keluar mengambil makanan untuk putrinya karena sedari siang tadi belum makan hanya makan cakenya beberapa sendok.
Erfan hanya memanas bubur di microwave yang tadi memang disiapkan untuk Luna tadi ia tidak mau memakannya.
"Bubur datang!" Erfan masuk kedalam kamar membawa nampan berisi semangkuk bubur dan segelas air dengan senyum menghiasi wajahnya.
"Sini, sini biarkan aku yang menyuapi Luna yang manis ini!" Helena mencolek pipinya dengan gemas, Luna pun mengangguk bersemangat bersiap disuapi oleh Helena.
...*****...
__ADS_1