
...Happy reading...
Pagi harinya..
Helena yang bangun terlebih dahulu mulai membuka matanya perlahan menyesuaikan dengan cahaya matahari yang masuk melalui sela-sela jendela kamar
"Luna bangun sayang," tangan Helena terulur membangunkan Luna di sampingnya.
Helena bangkit duduk di atas tempat tidur mencoba membangunkan Luna dengan mata terpejam
Helena sedikit menggoyangkan tubuh Luna tapi penciumannya mencium wangi mint yang seperti milik Erfan, seketika membuat matanya membola karena yang dipegang bukanlah tubuh Luna
Degh..
Ini kenapa Erfan ada disini? Helena tidak berusaha mengangkat tangannya yang ternyata berada sudah di atas dada Erfan.
Ya ampun kenapa aku memegangnya seperti ini jika ketahuan bisa gawat lagi! Helena membatin dengan gunda seakan tangannya sudah menempel erat di dadanya.
Jantung Helena seakan berpacu lebih cepat dari biasanya bahkan Luna sudah berada di sebelah kiri Erfan dengan kata lain dari tadi ia memeluk pria tampan ini!
Mimpi apa aku semalam, kenapa bisa-bisanya tidur didekatnya? perasaan saat aku kesini dia tidak ada! panik Helena dalam hati
Belum habis keterkejutan Helena, ia melihat Erfan mengeliat seraya berbalik kearahnya dan memeluk pinggangnya yang membuat Helena terpaku ditempat
"Hust kita tidur sebentar lagi sayang," ucap Erfan dengan suara serak khas bangun tidur, berusaha mencari posisi ternyaman dan kembali tertidur nyenyak dengan memeluk pinggang Helena.
Sayang? uhh sweet banget sih, aku kan jadi tambah jatuh cinta kalau begini!
__ADS_1
Helena tertawa geli dalam hatinya, walau sebenarnya sebutan untuk Luna tetap dirinya seperti merasa bunga bermekaran di dalam hatinya
Pelan Helena mengusap rambut hitamnya dengan senyum, ia menyingkirkan tangannya perlahan juga, hingga bisa bangkit dan keluar dari kamar Luna untuk mandi
Beberapa saat kemudian Erfan mengerjapkan mata seraya mengeliat kecil tanda sudah saatnya dirinya bangun, Erfan bangkit melihat putrinya masih tertidur disebelahnya
Sementara Helena sudah tidak ada lagi, dia pasti sudah bangun menyiapkan sarapan untuk mereka berdua
Sesekali Erfan merasa jika Helena menyayangi putrinya seperti anak sendiri beda halnya dengan Nadin yang selalu mengacuhkan dan bahkan membuat Luna takut.
Erfan membangunkan putrinya dengan menghujani kecupan di wajahnya dengan pelan Luna mengeliat
Ayah!
Kau sudah bangun sayang
Hentikan ayah geli Luna tertawa karena ayahnya malah beralih menggelitik dirinya
Mereka berdua saling mengelitik hingga kelelahan, Helena masuk karena mendengar tawa keduanya yang terdengar hingga ke dapur saat dirinya sedang memasak.
"Kalian sudah bangun?" tanya Helena ikut tersenyum melihat keduanya.
"Ma- ups Kak Helena!" Luna mengangkat tangannya minta digendong oleh Helena yang mulai merapikan tempat tidurnya, Erfan hanya melihat Helena dengan tatapan tak terbaca.
"Pak apa tidak ingin bersiap ke kantor?" Helena beralih pada Erfan yang malah termenung sendiri, entah apa penyebabnya?
Erfan membuang pandangan kesegala arah karena ketahuan menatap Helena, ia bangkit dari tempat tidur dan keluar dari kamar putrinya.
__ADS_1
Apa yang ada di pikiranmu Fan! kenapa kau memandanginya seperti itu! Erfan mengusap kasar wajahnya begitu keluar dari kamar putrinya.
"Hemm apa mama sedang memasak?" tanya Luna mencium wangi masakan yang menguar hingga kekamarnya
"Benar sayang, ayo kita lihat dulu masakannya supaya tidak gosong," ajak Helena mengendong Luna ke dapur meletakkan Luna di meja makan yang belum terhidang makanan
Helena memasak dengan cepat agar Luna tidak menunggu lama karena juga harus dimandikan olehnya
Setelah selesai memasak Helena membawa Luna kembali ke kamarnya untuk mandi, setelah itu membenahi tampilan Luna dengan seragam sekolahnya yang tampak imut
Helena mendarat kecupan di pipinya yang mungil karena terlalu gemas. "Luna tunggu disini ya, Mama mau bersiap juga untuk pergi ke kantor."
Luna dengan cepat mengecup pipi Helena dengan senyum " iya Ma jangan khawatir Luna 'kan sudah gede!"
Helena tersenyum manis pada Luna meninggalkan dirinya di ruang tamu tapi Erfan yang berada diatas sana melihat mereka berinteraksi membuat dirinya tersenyum tipis bahkan hampir tidak terlihat sama sekali.
Erfan senang, ragu tapi juga bimbang pada dirinya sendiri. Senang karena putrinya mendapatkan sosok ibu yang diinginkan sejak lama tapi Erfan ragu pada hatinya yang terkadang berdebar tapi juga marah pada Helena
Apakah ini Cinta? Erfan bertanya pada dirinya sendiri tapi tidak menemukan jawabannya. Erfan takut karena tidak bisa membuat putrinya bahagia karena keputusan yang diambil.
"Sudahlah, entah apa yang ku pikirkan pasti ada yang tidak beres dengan diriku," ucap Erfan memijat kepalanya yang tiba-tiba terasa pusing
Entah kenapa hati Erfan terasa bimbang memikirkan hal bodoh seperti itu, lagian apa yang harus dipertimbangkan dari seorang Helena.
Mana mungkin dirinya bisa hidup bersama wanita bar-bar seperti Helena, Erfan bergidik sendiri membayangkannya.
****
__ADS_1
Otor pukul kepalamu boleh Fan, lupa atau amnesia kamu sekarang memang hidup serumah dengan Helena. Bodoh!!!