Hutang Cinta Helena

Hutang Cinta Helena
90. Pindahan


__ADS_3

...Happy reading...


Hari cerah kembali datang seperti biasanya Helena pagi sekali sudah berkutat didapur sendirian kebetulan juga hari ini libur Helena juga membuat roti untuk dibawa ke panti nanti.


Aliza sudah mengatakan bahwa sudah setuju dengan rumah yang ditunjukkan oleh kak Anton hari ini bisa langsung pindah.


"Kak Erfan kau sudah bangun?" sapa Helena dengan menyungingkan senyum


"Hmm." jawabnya singkat khas orang yang baru bangun tidur, dia masih mengusap matanya yang masih terasa lengket.


Terlihat dia masih bermuka bantal dan berjalan masuk kedalam kamar Luna. Hanya ada dua kemungkinan dia masuk juga, pertama tidur lagi atau membangunkan putrinya karena sudah jadi kebiasaannya.


Helena kembali berkutat didapur kompor dan beberapa bahan masakan yang sudah dipotong sesuai selera untuk dimasak berbagai macam


Helena sudah menyelesaikan memasak menata diatas meja makan, kemudian mereka keluar bersamaan dengan Luna sudah segar seperti baru selesai mandi dan Erfan juga sudah terlihat segar tapi sepertinya belum mandi.


'Ayo-ayo duduk kita makan." Helena menuangkan susu digelas Luna dan juga jus digelas Erfan.


Erfan malah menyipitkan mata melihat penampilan Helena yang sudah rapi dengan gaya baju casual yang biasa dipakai saat keluar rumah. Walaupun begitu apapun yang dikenakan oleh Helena tetap saja terlihat cocok.


"Kau mau kemana?" tanya Erfan menunjuk Helena dengan garpunya.


"Iya aku baru ingin mengatakannya, temanku sudah menemukan rumah untuk ditempati aku akan mengantarnya hari ini." balas Helena duduk di sebelah Luna dan mulai makan roti selai coklat kesukaannya


"Tapi kan kita pergi ke panti hari ini Ma!" timpal Luna dengan suara manja memelas


"Iya, Mama gak akan lama, nanti Mama nyusul gimana?"

__ADS_1


"Janji?" Luna memberikan jari kelingking membuat Helena memautkan jemarinya dengan Luna dan mengangguk antusias seraya mendaratkan kecupan di pipi Luna


"Tapi temanmu itu bukan anak kecil kan? kemanapun minta di antar." ketus Erfan


"Bukan begitu hanya saja aku sudah berjanji padanya, lagian aku juga harus tau dimana dia tinggal." jawab Helena seperti merasa aneh dengan sikap Erfan


Cih bilang saja kau ingin melihat melihat pria lain awas aja kalau bener habis kamu!


Erfan mendengus kesal terus menyendok makanannya dengan buru-buru, bagaimana tidak kesal dirinya tidak bisa bersama dengan Helena siang ini.


Usai sarapan Helena langsung pamit kepada kedua ayah dan anak yang seperti tidak rela melepas kepergiannya.


"Walau kami bilang tidak tetap saja kau pergi." lagi-lagi hanya nada ketus yang keluar dari mulutnya itu, ingin rasanya Helena mencubit pipinyayang terlihat gembul itu


Ada apa sih kenapa dia marah-marah tidak jelas seperti ini! Aneh banget tapi lucu.


"Janji ya Ma?" tanya Luna lagi dijawab dengan anggukan oleh Helena.


Helena menaiki bus untuk sampai di hotel tempat Aliza berada hanya memakan waktu sekitar 20 menit lebihlah.


Begitu sampai benar saja tidak perlu masuk menyusul Aliza ternyata sudah menunggu didepan lobi hotel dengan kopernya.


"Helena!" Aliza berhamburan memeluk Helena yang malah malu karena menjadi pusat perhatian banyak m orang


"Zaa jangan lebay deh kamu udah dewasa tau jadi jangan manja!" Helena balas memeluknya menanggapi sahabatnya yang manja ini.


"Aku hanya manja sama kamu Naa." balasnya mengenggam tangan Helena

__ADS_1


"Kok aku gak percaya ya?" garau Helena mendapatkan pukulan di bahunya.


"Iss Helena!"


"Sudah ayo aku antar kamu, kita naik taksi aja." ajak Helena.


"Tidak perlu Naa, sebentar lagi. Nah itu kak Anton sudah datang!" tunjuk Aliza benar saja kak Anton sedang bersandar pada mobilnya. Mereka berdua menghampirinya.


"Loh kak Anton punya mobil?" tanya Helena tidak percaya karena Anton biasanya hanya pergi dan pulang kantor dengan motornya.


"Tentu saja, ayo naik aku akan bawa kalian berkeliling terutama Aliza yang baru disini." Anton mengkhususkan Aliza


Setelah Helena dan Aliza masuk Anton membawa mereka berkeliling, mobil melaju membelah jalanan yang terlihat sibuk walau akhir pekan, Mereka juga melewati gedung apartemen Erfan


"Helena itu adalah gedung apartemen mewah pak Erfan juga tinggal disana." Helena hanya mengangguk samar


"Benarkah berarti kau tinggal disana juga Naa?" timpal Aliza membuat Helena menoleh memelototinya dengan tajam


"Tidak bagaimana mungkin aku tidak sekaya itu." kilah Helena hingga pandangannya menangkap pemandangan yang membuat hatinya berdenyut nyeri.


Terlihat mereka bicara akrab kemudian Erfan membukakan pintu mobil untuk Mona, dan mobil Erfan melaju membelah jalanan yang entah kemana tujuannya.


Kanapa mereka bersama?


Hah, Helena kenapa hatimu terasa sakit melihat Erfan dengan perempuan bernama Mona itu. Walau Helena tidak tau siapa perempuan itu bagi Erfan dan mengapa mereka bersama ia hanya bisa mengenggam erat kepalan tangannya sendiri.


"Naa kamu ingin makan sesuatu?" tanya Aliza sedikit berteriak karena Helena tidak mendengarkan panggilannya dari tadi

__ADS_1


"Hmm tidak perlu repot, aku sudah makan tadi, jangan pedulikan aku." Helena tertunduk memainkan jemarinya dalam pangkuannya.


__ADS_2