
...Happy reading...
"Emm tidak ada sayang semua baik-baik saja mungkin banyak nyamuk nakal di sini jangan khawatir, oke?" Erfan mengusap puncak kepala putrinya dengan senyum, melirik Helena yang mengulum senyum sendiri.
Aish aku terpaksa mengatakan untuk diri sendiri, kau menertawakanku karena ini kan? Erfan melirik Helena dengan sorot mata mengancam tapitidak membuat Helena takut hanya menghentikan aksinya
"Bagaimana Luna tidak khawatir, kita ke dokter rumah sakit saja ya, Luna takut Mama kenapa-kenapa." ucap Luna dengan penuh kekhawatiran
Erfan mengusap kasar wajahnya sendiri harus memutar otak mencari alasan agar putrinya percaya bahwa Mamanya baik-baik saja.
"Kita makan dulu sayang, kalau setelah makan Mama baik-baik saja berarti Mama tidak apa-apa dan tidak perlu ke rumah sakit, mengerti?"
"Oke kalau begitu, jadi Mama lapar?"
"Iya sayang makanya seperti ini."
"Tapi Mama terlihat pucat, sini Luna suapi saja."
"Tidak biar Ayah saja, Luna juga makan yang benar ini makan rotinya."
"Suapi Luna juga dong Ayah aaa!" pinta Luna langsung membuka mulutnya minta disuapi
Akhirnya Erfan menyuapi mereka berdua dengan bergantian, Luna sesekali juga menyuapi potongan roti miliknya untuk sang ayah juga.
Akhirnya mereka harus turun juga setelah beristirahat, terlihat Mona, Aliza dan Della juga ikut menunggu, entah kemana pacar mereka semua tumben tidak bersama
Mereka saling melirik sesekali tertawa seperti ada sesuatu yang disembunyikan dari Helena yang terlihat sangat mencurigakan
__ADS_1
"Ada apa dengan kalian kenapa melihat aku seperti itu, apa ada yang salah?" tanya Helena melihat lagi pakaian panjang hingga menutupi semua tanda merah yang ada di tubuhnya.
"Tidak ada kau terlihat sangat berseri-seri pagi ini, pemandangan indah sekali." celetuk Mona menopang dagu dengan kedua tangannya.
"Oh ya bagaimana malam pertamamu hah? apa ada sesuatu yang seru?" tanya Aliza tersenyum penuh arti seraya menyikut lengan Helena
"Kepo kalian apa tidak ada kerjaan lain?"
"Tidak ada tuh."
"Oh iya apa yang membuat kalian melakukan hal panas itu semalam hingga terdengar suara aneh diluar kamar, hah?" Della ikut mengoda Helena hingga pipinya memerah
"Maksudmu?" Helena pura-pura lupa saja, dirinya benar-benar malu jika membahas tentang kejadian semalam.
"Sudahlah lupakan suamimu datang!" Aliza jadi takut sendiri melihat kedatangan ke empat pria yang entah datang dari mana. Terlebih Erfan pasti mengetahui sesuatu tentang rencana mereka.
"Jangan mengalihkan pembicaraan, kalian pasti melakukan sesuatu padaku kan!" Helena menunjuk mereka dengan tatapan menusuk yang mencurigakan.
"Hah yang benar! Kalian!" Helena seolah tidak percaya berarti hal semalam disengaja hingga dirinya tidak punya baju untuk dipakai.
"Sudahlah lupakan sayang, bukankah berkat mereka kita sudah melakukannya semalam." Erfan memeluk tubuh Helena dan menyandarkan dagunya di bahu Helena.
"Kak..." bantah Helena tapi lagi-lagi Erfan mendaratkan kecupan di pipinya tanpa rasa malu padahal ada banyak orang yang melihat.
"Baiklah awas saja kalian huh!"
"Haha dia ngambek!" tawa mereka pecah
__ADS_1
"Tenang 'kan ada pawangnya tuh hoho!" ucap Mona malah membuat Helena merengut kesal.
"Tuh kak mereka membully aku lagi!" ucap Helena manja seraya memainkan jemari didada suaminya
"Berhenti kalian beraninya membully istriku, kalian kenapa hanya diam disitu, kesini dan urus wanita kalian ini!" kini Erfan menunjuk para pria yang jugaterlihat menahan tawa.
"Iya Ayah paman Anton, paman Yolan dan kak Deon tidak bisa mengurusi pacarnya hingga membuat Mama Helena sedih hukum saja mereka, orang yang membuat kesalahan harus dihukum!" Luna berkacak pinggang ikut andil membela mamanya
"Kamu benar sayang." Pandangan licik di wajah Erfan muncul begitu saja melihat ketiga pasangan didepannya yang tangannya saling tertaut
"Hukuman apa yang cocok untuk mereka sayang?" tanya Erfan lagi membuat mereka bertambah khawatir
"Berjalan seperti ayam saja mengelilingi air mancur di depan!"
"Hehe Luna yang terbaik!" Helena meminta tos yang langsung di sambut oleh Luna
"Hey kalian mau kemana cepat kesin!" Erfan memberi isyarat supaya mereka yang mau pergi mendekat padanya
"Aku sibuk Fan, ibuku baru saja memanggilku meminta dibawa calon menantunya ke rumah." ucap Yolan berkilah padahal ingin lari dari hukuman Erfan.
"Aku juga bos, ada pekerjaan dan ingin mengantar pacarku pulang!" ucap Anton bersungguh-sungguh karena acara pernikahan bos banyak pekerjaannya yang tertinggal.
"Aku juga ada janji dengan...." Belum selesai Deon bicara langsung di potong oleh Erfan
"Bohong kalian banyak sekali alasannya, keluar dan terima hukuman kalian karena mengatai istriku!" titahnya
"Nanti saja...."
__ADS_1
"Sekarang!" ucapannya tidak bisa terbantahkan, membuat mereka takut.
Mereka berhamburan keluar dan menerima hukuman yang dibuat oleh putri kecil Erfan itu yang benar-benar cerdik pandai sekali menghukum orang yang membuat mamanya sedih. Kerja bagus Luna!