
...Happy reading ...
Hampir dua minggu Helena bekerja diperusahaan keluarga Zergano dan selama itu dirinya berusaha yang terbaik untuk menyelesaikan semua tugas kantor dan tugas di apartemen Erfan juga.
Terkadang Helena merasa lelah, tapi entah kenapa jika dia melihat senyum Luna yang membuat lelahnya seperti menguar pergi.
Hal itu membuat Helena bertambah semangat karena Luna seperti mood booster baginya.
Helena siang ini akan menjemput Luna di sekolah dengan mobil kantor, menunggu sampai tujuanya Helena memakan sandwich sebagai makan siangnya karena Erfan ada pertemuan yang tidak bisa ditinggal.
Helena turun dari mobil langsung melihat Luna menunggu didalam sekolah dengan temannya yang lainnya yang juga menunggu jemputan dari orang tuanya
"Mama!" Panggil Luna begitu melihat Helena turun dari mobil
"Hay gadis cantik ku!" balas Helena berlutut mensejajarkan posisi dengan Luna begitu gemas hingga mencium kedua pipi mungil itu
"Luna senang Mama jemput hari ini!" Luna malah membalas memeluknya
"Ya sudah, ayo kita pulang kekantor!" ajaknya seraya membawa Luna masuk ke dalam mobil.
"Apa ayah ada disana juga?" tanyanya bersemangat
Helena melihat sekilas jam di tangannya mungkin sebentar lagi meeting Erfan selesai. "Seharusnya sebentar lagi ayah akan kembali kekantor sayang." Helena ikut masuk mobil duduk di sebelah Luna
"Baiklah Luna mau ikut!"
Mobil yang mereka tumpangi pun melaju membelah jalanan yang ada di depannya dengan kecepatan sedang
"Luna belajar apa hari ini?"tanya Helena saat mereka sedang dalam perjalanan menuju kantor.
"Belajar mewarnai Ma."
"Coba Mama lihat!"
"Ini ma!" Luna mengeluarkan bukunya dan menunjukkan pada Mama Helena nya, Luna juga memperlihatkan hasil mewarnainya pada Helena dengan dengan bangga.
"Cantik dapat tiga bintang lagi," puji Helena karena Luna mendapatkan nilai yang bagus.
__ADS_1
Terima kasih Ma!" balasnya dengan senyum malu
"Sama-sama sayang." Helena mengusap puncak kepala Luna dengan hangat mendaratkan beberapa kecupan di pipinya
Ckiitttt....
Suara rem mendadak dari supir membuat Helena dan Luna agak terhuyung ke depan, beruntung Helena memeluk tubuh Luna agar tidak terbentur
"Ada apa pak?" tanya Helena khawatir
"Ma, Luna kaget!" Luna mengusap dadanya karena terkejut dengan rem mendadak
"Maaf nona, di depan ada mobil yang berhenti mendadak," balasnya karena supir pun terkejut karenanya. "Tidak ada yang terluka kan Nona?"
"Gak apa-apa kok semua baik-baik saja, lanjut jalan pak!"pinta Helena
"Biar saya turun nona lihat kondisi," balas supir mencoba melihat kondisi mobil
"Tidak usah pak kita lewat pinggiran aja, hati-hati!" Helena tidak mau berhenti takut nanti Luna tidak nyaman di sini.
Begitu melewati mobil yang berhenti mendadak ternyata Helena melihat Keysa yang sedang bersitegang dengan seorang pria yang wajahnya tidak jelas
Masa sih ada cowok yang mau sama keysa!
Helena bergidik merasa ngeri bagaimana ada cowok yang mau sama Keysa yang suka ngomel, ngerendahi, mulutnya itu setajam silet.
"Kenapa Ma?" tanya Luna melihat Helena bergidik.
"Gak sayang, sebentar lagi kita sampai." Helena kembali memasukkan buku milik Luna kedalam tasnya
Tidak lama kemudian Helena dan Luna sampai didepan gedung bertingkat perusahaan keluarga Zergano.
Helena dan Luna bergandengan tangan memasuki kantor dengan langkah santai.
"Mama kerja dilantai berapa?"tanya Luna saat mereka sudah masuk kedalam lift dan mulai naik karena memang jam istirahat belum selesai hingga tidak banyak orang disekitar.
"Lantai 17 sayang," balas Helena ramah
__ADS_1
"Luna tau, satu lantai dengan kantor ayah kan?" tebaknya yang ternyata benar, mungkin dia juga sering datang ke sini. Pikir Helena
"Benar!"
Ting pintu lift terbuka seseorang dari lantai 9 masuk bersama mereka.
Helena dan Luna hanya diam setelahnya sampai dilantai 17. Luna langsung keluar meninggalkan Helena dibelakang
"Luna jangan lari-lari!"
"Iya, ma!" Luna memperlambat langkahnya melihat sekitarnya terlalu babanyak orang berlalu lalang
Tiba-tiba seorang perempuan menabrak Luna hingga terjatuh dan meringis kesakitan walau tidak terluka
"Luna! Kamu tidak apa-apa nak!" tanya Helena khawatir melihatnya meringis
"Shhh tidak luka kok Ma, maaf tante Luna tidak sengaja." Luna langsung bangkit dan menunduk minta maaf walau sakit.
"Ternyata kau Helena, apa enak jadi bawahan perusahaan ZG atau kau cleaning service?" Keysa menertawakan Helena karena isi pikirannya sendiri.
Helena membenahi Luna tanpa menjawab Keysa, tidak untung baginya membalas perkataannya, Helena mengandeng tangan Luna menuju ruangan yang Ayahnya
"Kemana kau mau pergi! Bersihkan dulu sepatu mahalku ini!" bentak Keysa memenuhi ruangan kantor mungkin terdengar hingga ke dalam ruangan Erfan.
"Aku tidak sudi," ucap Helena tidak mengubrisnya terus berjalan
"Ck kau ya tidak tau sopan santun!" geramnya
"Trus kenapa mau ngadu silahkan." Helena menghentikan langkahnya dan menantang Keysa dengan berani.
"Makanya lain kali kalau jalan tuh pake mata, tanggung jawab cepat!" bentaknya lagi membuat Helena jengah dengan sikapnya.
"Tapi tante kok jalan pake kaki ya ma? memangnya mata kaki bisa digunakan?" tanya Luna dengan polosnya
Pufftt. Helena menahan tawa mendengar ocehan putrinya yang membuat wajah Keysa memerah karena marah.
****
__ADS_1