Hutang Cinta Helena

Hutang Cinta Helena
54. Kenyataan pahit


__ADS_3

...Happy reading...


"Ayo cantik kita berdansa!" ajak Deon langsung merengkuh pinggang Helena membuatnya tidak bisa berkutik.


"Apa yang kau lakukan!" Helena berusaha berontak supaya lepas dari pria ini


"Mendekatimu manis!" Deon mencolek hidung Helena yang membuat dirinya melotot kesal


"Kau!"


"Ssttt. Jangan buat keributan musiknya sedang diputar!" Bisiknya mengoda dengan senyum manisnya, mulai berdansa mengikuti irama musik bersama.


Helena melihat kakek dan nenek Luna yang tersenyum bahagia, dirinya tidak mau merusak kebahagian mereka dan menuruti perkataan lelaki gila ini.


"Siapa namamu cantik?" Tanya Deon ditengah dansa mereka masih dengan dansa biasa, tidak mengalihkan pandangan dari Helena.


Sok sekali lupa dengan namaku, kemaren nyapa kayak teman baik, huffh jangan memancing kemarahanku atau kau nanti akan tau akibatnya.


"Menurutmu!" balas Helena ketus


"Aku tau namamu Helena cantik seperti dirimu!" Godanya lagi membuat Helena memutar bola mata jengah


Cih!!


"Kenapa kau manis sekali, apa- aww aww!" Deon tiba-tiba mengadu kesakitan dengan ekspresi yang tidak dapat diartikan tapi hampir membuat Helena tergelak.


Helena memang menginjak kaki Deon dengan hells, karena kesal Helena menginjak cukup kuat karena mulut Deon tidak bisa berhenti berucap seperti bibir tetangga julid saja.


"Oh maaf apa kau baik-baik saja, apa kau terluka? Tolong bantu dia!" Helena pura-pura khawatir seperti meminta pertolongan pada beberapa orang.


"Sttt aku baik-baik saja!" balas Deon mencoba tersenyum disela kesakitannya.


Erfan melepas Nadin, meninggalkan dirinya ditengah ruangan untuk mendekati Deon yang meringis kesakitan tapi berusaha tetap cool.


"Ada apa? Apa kau baik-baik saja Helena?"tanya Erfan khawatir.


"Ya aku baik-baik saja dan ini aku tidak segaja menginjak kakinya dengan hells yang ku kenakan sorry, ini pasti karena aku tidak terlalu pandai berdansa, maaf menganggu kalian semua!" Helena menjelaskan tentang kejadian sebenarnya menunduk merasa bersalah.

__ADS_1


"Deon lebih baik kau periksakan kakimu terlihat dahulu!" timpal neneknya,"Mungkin saja parah, Kay antar Deon menemui dokter keluarga," lanjutnya khawatir tapi tidak bisa meninggal pesta ini


"Baik Nyonya!"


Yang dipanggil dengan nama Kay itu memapah Deon yang kesakitan menemui dokter, Deon melihat Helena yang merasa bersalah.


"Tunggu saja kau kucing nakal, rasakan nanti jika aku sudah mendapatkanmu!" Deon tersenyum miring disela kesakitan kakinya yang juga terasa berdenyut.


Heh! Rasakan jurusku bahkan kau tidak bisa bertahan lebih dari 15 menit, dasar lemah!!


"Baiklah ini hanya kecelakaan kecil silahkan lanjutkan berdansa dengan pasangan kalian masing-masing!" Ucap nenek Luna membubarkan kerumunan.


Helena memilih kembali duduk memangku Luna seraya menahan tawanya dengan senyum dengan menoel pipi dan hidung Luna


Erfan pun tidak lagi berniat meramaikan dansa ia memilih duduk di sebelah Helena yang sedang bersama putrinya tertawa


"Kau sengaja melakukannya tadi?"


"Hah?" Helena menoleh pada Erfan kemana arah pembicaraannya sekarang


"Kau segaja menginjak kakinya tadi kan?" Bisik Erfan tidak mau orang lain mendengarnya.


"Lakukan hal itu jika perlu, jangan pernah dekati dia sampai kapanpun atau kau tau akibatnya!" Lagi-lagi  Erfan terus mengancamnya


"Kenapa kau selalu mengancamku? Memangnya ada apa dengannya?"Helena merasa heran kenapa dirinya harus menjauhi  Deon? Walau sebenarnya Helena memang tidak suka pada pria itu.


"Aku hanya memintamu menjauhinya apa begitu sulit bagimu!" Geram Erfan bangkit bahkan berdiri di depan Helena dengan wajah kesal.


"Tentu saja tidak sulit, aku hanya bertanya kenapa kau marah?" Balas Helena ketus


Erfan tidak menjawab pertanyaan Helena malah menghampiri beberapa petinggi perusahaan, tentunya bicara tentang bisnis yang sangat membosankan.


Nadin yang sedari tadi melihat Helena dan Erfan begitu dekat membuat dirinya diliputi kekesalan pada wanita itu.


Nadin menghampiri Helena yang sedang duduk di sofa bersama Luna yang terus tersenyum.


"Cihh, kau benar-benar tidak tahu malu masih berani menampakkan diri sebagai orang ketiga disini!" cibir Nadin mengibas rambut panjangnya kebelakang menunjukkan betapa percaya dirinya sendiri.

__ADS_1


"Ohh apa kau lupa? Erfan mengatakan bahwa kau berselingkuh jadi seharusnya kekasihmu itu orang ketiga namanya!" Helena bangkit menuding bahu Nadin


"Omong kosong!" Nadin menyingkirkan tangan Helena


"Seharusnya kau lebih tau dari pada diriku 'kan?" tanya Helena menaik turunkan alisnya


"Kau hanya mengarang, bagaimana mungkin Erfan mengatakannya kau tidak tau betapa menyedihkan dirinya saat itu!" Kesal Nadin menunjukkan bahwa Erfan sangat mencintainya.


"Ohh jadi kau mengaku sendiri sekarang, tukang selingkuh," ucap Helena dengan senyum menang.


"Kau!"


"Luna sayang!" Panggil Helena yang sedari tadi bersembunyi di belakangnya


"Iya mah!" jawabnya pelan


"Kita pergi cari makan yuk entah kenapa tiba-tiba merasa pahit?"


"Kenapa pahit?" tanya Luna tidak mengerti


"Pahitnya kenyataan orang didepan kita ini kali!" Helena tertawa kecil menutup mulutnya, Luna yang tidak mengerti tentang hal itu mengikuti langkah Helena yang membawanya


Setelah makan beberapa camilan dari pesta dilanjutkan dengan tiupan lilin serta memotong kue dan berakhir dengan menyerahkan kado untuk sang nenek.


"Nenek ini hadiah dari Luna!" ucap Luna menyerahkan hadiah yang tadi dipilih


"Ohh terima kasih cucu nenek bisa pilih hadiah juga sekarang!" pujinya mencubit gemas pipi cucunya.


"Ini dariku, selamat ulang tahun semoga diberi umur panjang!" ucap Helena malu karena ini hadiah yang dibeli oleh Erfan


"Ma ini hadiah dariku, hadiah kami mungkin sederhana tapi kami tulus memberikan padamu!"


"Baiklah karena acaranya sudah selesai jadi kami pamit dulu Luna juga harus sekolah besok," ucap Erfan pamit pulang


"Baiklah, terima kasih sudah hadir, kapan Helena jadi menantuku?" tanyanya


"Bibi bisa saja?" Helena tersenyum simpul karena malu dibicarakan begini.

__ADS_1


Hingga akhirnya mereka pamit pulang karena hari sudah hampir tengah malam


...🍒🍒🍒...


__ADS_2