
...Happy reading...
Diruangan serba hitam itu dua orang diikat pada dua kursi dengan saling membelakangi masih dalam keadaan memejamkan mata.
Byurr..
Seember air di siram di wajah keduanya hingga merekqbgelagapan dan bangun dengan keadaan basah kuyup.
"Ada apa ini lepaskan!" Ronta wanita itu berusaha melepaskan diri dari ikatan kaki dan tangannya yang begitu erat.
Deon yang mengenali bahwa suara itu dari Nadin langsung memakinya.
"Diam kau wanita ******!" Bentak Deon kesal karena wanita ini ia ikut terjerat dalam hal ini.
"Deon aku hanya memberi kejutan padamu, bukankah kau sangat menyukainya?" tanya Nadin dengan seringai licik di wajahnya.
"Oh aku terkejut sekali kalau begitu!" balas Deon malas selama ini dia selalu bersenang-senang karena sama-sama suka, tapi melihat Helena benar-benar mengubah pandangannya tentang perempuan.
Klakk...
Lampu menyala dari ujung ruangan hingga sampai pada mereka berdua yang membuat mereka terkejut hingga terdiam.
"Sudah selesai?" tanya Erfan memakai sarung tangan berwarna hitam dengan ekspresi yang terlihat sangat menakutkan.
"Erfan! Aku tidak melakukan apapun, lepaskan aku!" pintanya dengan senyum gembira mengira Erfan akan menyelamatkan dirinya.
"Paman lepaskan aku tidak bersalah, wanita ****** ini yang melakukan semua ini!" Deon langsung mengatakan semuanya karena memang tidak terjadi apapun antara dirinya dan Helena.
__ADS_1
"Diam! Setelah apa yang kalian lakukan pada Helena kalian masih minta dilepaskan, tidak tau diri!" Erfan menunjuk wajah mereka berdua dengan tatapan menusuk.
"Kalian terlalu percaya diri, apa kalian yakin bisa kembali dengan selamat?" Erfan membelakangi keduanya dengan nada yang menusuk
Mereka berdua menelan ludahnya sendiri melihat, apakah benar mereka berdua akan mati disini? hingga tidak bisa selamat.
"Berikan!" Erfan mengulurkan tangan meminta sesuatu pada Anton yang berada di belakangnya. Anton dengan sigap memberi sebuah belati pada tangan Erfan.
"Tanganku terasa gatal, sepertinya aku harus melukai kalian untuk apa yang kalian lakukan kemarin kepada wanitaku." geram Erfan merenggangkan tangannya.
Erfan memainkan belati di depan keduanya, lebih tepatnya di wajah Nadin yang malah ketakutan dengan belati yang mendarat di pipinya.
"Tidak Erfan jangan, aku tidak melakukannya dengan sengaja! Shh apa yang kau lakukan! Aa wajahku!" teriaknya histeris merasa perih di pipi sebelah kirinya
"Maaf tapi aku sengaja." ucap Erfan dengan begitu gampang tanpa peduli teriakan histeris dari Nadin.
"Lihat ini persis seperti luka pada tubuh Helena kan?" tanya Erfan pada Anton
"Tidak mirip boss, luka Helena tersayat kurang lebih 5 cm." balas Anton dingin entah kenapa rasanya dibuat geram dengan sikap Nadin.
"Sepertinya harus membuatnya juga satu lagi pada pipi kanannya?"
"Tidak Erfan jangan, jangan lupakan keluargaku yang sudah menyelamatkan anakmu!" pekik Nadin saat melihat Erfan mendekatkan belati pada dirinya.
Erfan menjatuhkan belatinya begitu saja, membuat Nadin tersenyum menang tapi detik berikutnya dirinya malah merasa napasnya tercekat
"Keluargamu yang menyelamatkan Luna, lalu apa hubunganmu dengannya? Hah!" bentak Erfan membuat Nadin dan Deon ikut ketakutan.
__ADS_1
"Sudah berapa kali aku katakan jangan mengusik hidupku apa kau dengar! Tidak kan!" Erfan makin mengeratkan cengkeraman di leher Nadin
"Er-Erfan akh-aku me-" Nadin tidak bisa lagi berucap karena Erfan mencekiknya dengan begitu kuat bahkan wajahnya memerah, ia tidak bisa meraih tangan Erfan karena tangannya terikat.
"Bos kau bisa membunuhnya!" ucap Anton bukan berusaha menyelamatkan Nadin tapi tidak ingin Erfan mengotori tangannya sendiri.
"Biarkan saja!"
"Bukankah kematian terlalu mudah untuknya?" ucapan Anton membuat cengkeraman tangan Erfan mengendur dan melepaskan cengkeraman pada leher Nadin
"Kau benar!"
"Dan pukuli dia sampai dia tidak bisa menodai wanita manapun lagi!" tunjuk Erfan pada wajah Deon yang malah terlihat pucat.
"Tidak paman kau tidak bisa melakukan itu padaku! aku tidak melakukan apapun padanya!" teriak Deon membuat langkah Erfan terhenti
Erfan berbalik melihat Deon yang terlihat pucat karena tatapan tajam darinya
"Aku bukan pamanmu!" ucap Erfan dengan senyum sinis dan berlalu pergi
"Erfan! Jangan tinggalkan aku!"
Kali ini Deon merasa sangat menyesal tapi hukuman ini memang pantas di terima karena dirinya Helena terluka parah.
Erfan tidak mengubris teriak mereka Nadin, ada hal penting yang harus dilakukan yaitu melihat keadaan Helena yang berada dirumah sakit.
...*****...
__ADS_1