
...Happy reading ...
Erfan membersihkan diri untuk waktu yang lama hingga 45 menit lamanya bahkan ia sudah menghabiskan satu botol shampo dan sabun yang ada di kamar mandinya
Erfan turun kedapur untuk mencari makanan untuknya sendiri, ia mengambil sebuah roti yang tadi dibuat oleh Helena dan berjalan kearah ruang tamu untuk bersantai.
"Semoga saja perempuan itu sudah tidur di--"
Belum selesai bicara Erfan merasa seperti menginjak sesuatu, sontak saja ia tersentak melihat Helena masih terkapar di dekat sofa
"Ya ampun kenapa dia masih disini, apa salahku! hingga harus mengurus perempuan yang merepotkan ini!" Erfan bertanya pada angin.
Erfan tidak sanggup mengunyah rotinya lagi karena sudah tercekat melihat Helena masih berada di lantai masih dengan posisi yang masih sama.
Erfan menyeret tubuh Helena bukan seperti saat membawa Helena pulang tadi, tapi sekarang Erfan menarik kerah bajunya hingga tubuh Helena seperti mengendong seekor anak kucing
"Entah apa hutangku pada mu di masa lalu, sampai harus mengurusmu begini!" Kesalnya mengerutu sepanjang jalan menuju kamarnya
Erfan menaruh Helena dalam bathup miliknya, ia berfikir keras bagaimana cara membersihkan tubuhnya yang dipenuhi sesuatu yang menjijikan
"Jika aku mandikan dengan baju sekalian pasti dia akan demam besok, tapi Kalau ku lepas bajunya dia pasti menuduhku lelaki yang bukan-bukan," Erfan perang batin dengan dirinya sendiri hingga mondar-mandir.
"Tapi jika dia mengotori rumahku, aku juga yang capek 'kan?"
Erfan benar-benar merasa buntu bahkan memijat kepalanya sendiri tidak berniat berhenti dari m mondar-mandir terus memikirkan bagaimana cara memandikan Helena
"Tidak mungkin juga aku meminta tetangga, ini sudah sangat malam,"
__ADS_1
Hah! Erfan mengepalkan tangan dan mendaratkan kepalan di telapak tangan lainnya seraya menghela napas panjang
Erfan akhirnya punya ide gemilang, ia mencari masker untuk misinya kali ini
Erfan memakai masker untuk menutupi matanya agar tidak ternodai, dengan susah payah Erfan melepas baju Helena dan digantikan membalutnya dengan handuk yang ada di sana
Bahkan tanpa sengaja Erfan menyentuh sesuatu hal yang tidak diketahui. Author juga tidak tau apa itu?
Erfan memegang shower di tangan dengan hati-hati menekannya tapi malah menyiram dirinya sendiri basah.
Byuurrr...
Erfan gelagapan seraya menyapu wajah sekilas dan dengan hati-hati ia mulai memandikan Helena lagi.
"Hmm. Jangan ganggu aku!" Teriaknya membuat Erfan malah meloncat karena kaget mendengar suara Helena yang tiba-tiba.
Bukannya tadi dia tidur?
Entah berapa lama Erfan memandikannya, sekarang setelah memakaikan handuk kimono, ia mengangkat Helena dengan mata yang tertutup masker
Erfan meletakkan Helena dengan hati-hati di tempat tidurnya, ia terlihat lebih manis jika tertidur dengan tenang
"Kau di sini dulu jangan berkeliaran!" Ujarnya pada Helena
Erfan kembali kekamar mandi untuk membersihkan sisa pertempuran sengitnya menyiram Helena tadi, mungkin isi kamar mandinya sudah kacau balau.
Huffhhh....
__ADS_1
Akhirnya Erfan bisa bernafas lega karena sudah membereskan kekacauan di kamar mandi miliknya
Erfan merenggangkan tangan dan kakinya yang pegal karena terlalu banyak yang dilakukan
"Syukurlah wanita ini sudah tidur!" Erfan menghela napas lega.
Erfan berjalan pelan menuju pintu untuk keluar sekedar membuat kopi untuk dirinya sendiri, tapi Helena bicara lagi-lagi membuatnya kaget.
"Ayah..ayah!" Terlihat Helena masih tertidur dengan mengerutkan dahinya seperti tidak tenang.
Erfan mengurung niatnya untuk pergi mendengar celotehan Helena membuat Erfan geram ingin memarahinya tapi dia masih tertidur.
"Hey kau sudah bangun!" Erfan menguncang pelan tubuh tapi ia tidak bangun.
"Emm tidak ayah!" Ucapnya lagi dengan mata terpejam tapi hampir menangis karena sedih
"Ada apa lagi dengan wanita ini! Ada apa dengan ayahnya? Ck mana aku tau," Erfan mengangkat bahunya sendiri karena tidak tau menahu tentang Helena ataupun ayahnya.
Erfan mendekati Helena yang masih memejamkan mata dengan wajah tidak tenang bahkan menoleh kanan kiri
"Ayah...ayah....jangan!" Helena meraih tangan Erfan seraya mengenggamnya dengan erat.
"Ck. Aku bukan ayahmu! Lagian aku tidak setua itu," Erfan membiarkan Helena mengengam tangannya untuk sesaat agar lebih tenang.
"Kenapa dia mengeluarkan keringat padahal baru aku mandikan, perempuan ini benar-benar biang masalah," cebik Erfan
Tidak tega Erfan meraih tisu di nakas dan mulai mengelap keringat dengan tisu seraya menyentuh kening Helena dengan punggung tangan.
__ADS_1
"Panas, dia demam??"
***