
...Happy reading ...
"Diam!" Erfan memegang tangan Helena dan menarik kearahnya hingga Helena menubruk dadanya.
"Kau mau diam atau ku per**** disini!" ancamnya membuat Helena beringsut mundur menutupi bagian depan tubuhnya.
"Tidak tuan jangan aku akan diam." Helena memberi isyarat mengunci mulutnya dan membuang kuncinya
Cih ngeri amat sih!
"Bagus,kalau begitu patuh diamlah!" Erfan menjawab tidak menoleh sedikit pun pada Helena di sebelahnya.
"Tanda tangani!" Erfan menyerahkan sebuah map di pangkuan Helena.
"Apa ini Tuan?"
"Apa kau tidak bisa membaca!" balasnya ngegas
"Tentu saja bisa!" Cepat-cepat Helena membuka map itu yang ternyata berisi perjanjian.
"Perjanjian hitam diatas putih ini? Pertama pihak B berkewajiban melunasi hutang dalam waktu tiga bulan dengan pekerjaan yang ditetapkan oleh pihak A." Helena menoleh pada orang yang duduk di sampingnya
"Tunggu, tapi aku sudah punya pekerjaan," lanjutnya
"Dalam waktu seminggu kau pastibakan dipecat, tapi dengan gajimu diperusahaan itu kau butuh waktu 6 bulan untuk mencicil hutangmu," tegasnya
"Ck. Kau meremehkan pekerjaan orang lain, kedua Pihak B dengan suka rela memberi setengah gajinya tanpa paksaan."
"Oke dengan berat hatinaku setuju poin ini, Ketiga Jika Pihak B tidak mau membayar semua hutangnya, Pihak A akan membawa perkara ini ke jalur hukum." Helena hampir tersedak sendiri
"Jalur hukum! Tidak mungkin, kau pasti bercanda kan?"tanya Helena seakan tidak percaya dengan kondisi yang menimpanya sekarang.
"Kau bisa coba jika berkenan."
__ADS_1
"Ternyata kau sama menyebalkan seperti yang lainnya," cibir Helena dengan lirih
"Aku dengar!" Helena hanya bisa mencebik kesal hingga mobil berhenti.
"Jika dalam seminggu kau tidak memberi jawaban, aku akan menuntutmu!" Ucapnya yang membuat Helena bergidik ngeri.
Erfan menbawa Helena ke sebuah butik untuk menganti pakaian dan juga dandanannya.
"Tuan kau datang!" Sapa lelaki kemayu menyambut kedatangan Erfan dan juga Helena.
"Hapus semua make up diwajahnya, pakaikan pakaian yang cocok dengannya seperti pakaian formal," ujar Erfan lalu duduk di sofa.
"Hey sedang kau apa kan aku ini!" Helena merasa risih didekati oleh lelaki kemayu ini.
"Topeng mu sudah terbuka nona, turuti semua perkataan ku!" Erfan tidak memperdulikan Helena lagi.
"Tapi apa ini?"tanyanya lagi
"Nona tenang saja duduk disini?" Pinta lelaki kemayu itu.
"Bagaimana tuan?" tanya lelaki kemayu mempelihatkan penampilan baru Helena.
"Lumayan!"
"Aku sudah membayar, dan juga pilih beberapa set baju formal untuknya dan letakkan di mobilku," titahnya masih melihat Helena dengan mengangguk.
"Baik."
"Tuan kau menambahkan hutangku kalau membelanjakan begitu banyak pakaian mahal ini!" Helena merasa tidak enak hati
Tapi entah apa yang dirasakan Erfan, ia benar-benar ingin mengikat perempuan ini lebih lama lagi.
"Berarti bertambah juga lamanya kau membayar hutang mu!" Balasnya santai
__ADS_1
"Apa!" Helena melongo mendengar ucapan pria tampan ini, Helena berasa tidak bertenaga.
"Berhentilah melakukan itu, baca ini adalah pekerjaanmu untuk beberapa hari ke depan," dilemparkan map diatas meja sofa, Helena meraih dan melihat isinya.
"Ya ampun ini benar-benar pemerasan!" Gerutu Helena dalam hati
Helena mengikuti langkah Erfan yang hanya sendirian ia memilih berjalan mengendap-ngendap di belakangnya dan menjauh.
Perlahan hingga ia sampai pada tikungan dan lari meninggalkan lelaki itu dengan jurus langkah seribu untung saja dia memakai gaun selutut yang roknya mengembang hingga ia dengan lincah berlari.
Erfan yang melihat tingkah laku gadis yang diketahui bernama Helena itu berjalan pelan menempel di dinding berakhir dengan kabur membuat dirinya tersenyum tipis.
"Tuan, Nona itu kabur!" Ucap sang supir melihat Helena berlari menjauh.
"Biarkan saja, dalam waktu singkat dia akan bertemu lagi denganku,"
Erfan menyuruh supir untuk menyuruh untuk membuat sedikit keributan karena kehilangan Wanita bernama Helena itu
"Tuan nona Helena pergi!" Supir mulai berakting
"Benarkah, kemana perginya dia?" Erfan berputar mencari keberadaan Helena
"Wanita itu membuatku rugi!" umpat Erfan masuk kedalam mobil dan pergi, Erfan sebenarnya sudah melihat Helena yang bersembunyi di gang kecil penghubung dua bangunan.
"Ternyata otaknya juga tidak sepandai itu bersembunyi saja masih terlihat. Dasar bodoh!"
Erfan pun pergi dari sana dengan menyungingkan senyum tipisnya melihat pantulan Helena dari spion mobil.
Helena berlari sekuat tenaga untuk menjauhi mobil itu berharap tidak bertemu dengan pria tampan itu, walau ia jatuh cinta pada pandangan pertama, Helena mengatur napas yang ngos-ngosan
"Untung aku hebat, mana sayang make upnya bisa-bisa luntur." Helena melihat pantulan dirinya di kaca toko yang dilewati.
"Aku benar-benar tidak punya uang bagaimana membayarnya, baru pulang, kerjaan bosan huftt mana gajinya kecil lagi!" Keluh Helena memegang lututnya yang mulai terasa lemas
__ADS_1
"Lengkap sudah penderitaanmu Helena!" Teriaknya ditempat sepi seperti ini karena dia bingung bagaimana cara membayar pria itu
******