
...Happy reading...
Setelah sampai di depan pintu rumah besar keluarga Zergano Erfan turun, dan ikut menyeret tuan muda Zergano yaitu Deon Zergano. Dan melepaskannya begitu saat sudah sampai di dalam rumah besar itu.
Brugh... suara Deon terjatuh terdengar begitu nyaring hingga membuat nyonya Zergano yang berada di samping ruang tamu ikut kaget dan melihat ada kegaduhan apa.
Betapa terkejutnya melihat Deon jatuh terduduk dengan keadaan begitu menyedihkan bahkan wajahnya terlihat lebam yang begitu jelas. Nyonya Zergano cepat-cepat mendekatinya dengan khawatir.
"Erfan apa ini? Kenapa dengan Deon seperti ini! Apa yang terjadi padanya!" Nyonya Zergano mengusap puncak kepala dan pipi cucunya yang terlihat begitu ketakutan
"Tanyakan saja padanya," balas Erfan santai bahkan tidak menghiraukan keadaan Deon sekarang.
"Deon ada apa?" nyonya Zergano mengguncang bahu cucunya agar kembali tersadar dari tatapan kosongnya.
"Tidak nek, aku takut!" Deon beringsut mundur seraya tertunduk menghindari tatapan tajam dari Erfan.
"Takut?" Erfan tertawa sumbang. "Kau hampir saja membunuh seorang perempuan karena napsu bejatmu itu!" lanjut Erfan menunjuk wajah Deon dengan geram.
"Apa benar seperti itu? siapa perempuan itu?"
"Tidak nek aku tidak melakukannya, dia tidak mau aku sentuh dan melukai dirinya sendiri, aku tidak bersalah, tapi aku sangat takut melihatnya." tubuh Deon terasa bergetar karena takut.
"Ya ampun bagaimana ini mungkin, sudah berapa kali nenek bilang, jangan sakiti perempuan baik-baik, sekarang bagaimana keadaan perempuan itu?" Nyonya Zergano beralih menatap Erfan mencari jawaban.
"Sedang dirawat di rumah sakit. Dengan kondisinya yang buruk." jawab Erfan n
__ADS_1
"Ya ampun siapa wanita itu Deon? katakan!" Nyonya Zergano mengguncang bahu cucunya
"Maaf nek aku benar-benar minta maaf, aku tidak segaja, dia terluka didepan mataku tapi aku tidak bisa mencegahnya."
"Katakan siapa perempuan itu?" tanyanya lagi
"He-Helena nek." jawab Deon ketakutan tapi tiba-tiba terlihat raut wajah neneknya berubah
"Helena! Kau memperlakukan Deon seperti ini hanya karena seorang wanita ****** itu?" tanya Nyonya Zergano tidak habis pikir dengan isi pikiran Erfan.
"Ya karena aku menghormati seorang wanita termasuk Anda Nyonya Zergano, jika Anda punya anak perempuan apakah mau di nodai seperti itu?"
"Erfan!"
"Aku tidak peduli jika itu benar-benar wanita ****** yang menemani dia, tapi itu Helena yang sudah dianggap ibunya sendiri oleh Luna. Bagaimana jika dia tau kakaknya yang bejat ini mau menodai ibunya?" tanya Erfan mampu membuat nyonya Zergano bungkam
"Ayahmu tidak akan memaafkanmu karena melakukan hal ini pada Deon."
"Apa yang bisa dilakukan, aku sudah memegang 15 % saham perusahaan, walau membunuhku saja tidak bisa membuatnya puas. Bagaimana jika aku mengurung cucu kalian ini kedalam penjara? Apa dia akan memaafkanku?" Erfan memberi pilihan yang sangat sulit
"Beraninya kau, anak tidak tau diri!" Erfan tersenyum miring melihat ayah angkatnya turun dari lantai atas dengan amarah yang sangat terlihat dimatanya.
"Bagaimana ayah pertunjukkanku bagus kan?" tanya Erfan yang membuat wajah tuan Zergano bertambah marah.
"Bawa Deon istirahat, anak yang kita pungut ini benar-benar membuat masalah." ucap tuan Zergano dengan amarah.
__ADS_1
Salah satu pelayan ditugaskan memapah Deon masuk kedalam kamar dengan keadaan masih babak belur bahkan sudut bibirnya mengeluarkan darah.
"Bagus sekali, kau sudah sangat berani sekarang!" tuan Zergano duduk di sofa dengan amarah tidak hilang dari wajahnya.
"Kau yang mengajarkannya padaku tuan Zergano?" ucap Erfan tersenyum miring
"Aku akan menuntutmu karena memperlakukan pewaris satu-satunya keluarga Zergano seperti ini!
Erfan masih tersenyum dan menjawabnya "Mudah saja bagaimana jika aku menuntut cucumu itu juga karena menodai perempuan baik-baik. Lagian dengan tuntutan ini dia bisa mendekap di penjara selama bertahun-tahun." ucap Erfan dengan begitu gampang
"Beraninya kau!" Tuan Zergano bangkit seraya menunjuk wajah Erfan dengan penuh amarah.
"Tenang, anda punya riwayat jantung, jika tidak mau terbaring dirumah sakit dan berita tentang cucumu ini menyebar tidak terkendali." ucap Erfan
"Aku pamit, semoga jantung Anda baik-baik saja." Erfan berlalu dengan senyum berjalan pasti tanpa menoleh sedikit pun kebelakang
"Lihat dia anak kurang ajar beraninya dia menantang kita." geram tuan Zergano terduduk di sofa dan melempar gelas yang berada di atas meja
"Sabar tidak baik marah." Nyonya Zergano mengusap bahu suaminya berusaha memenangkannya
"Itu semua karenamu, dia dan Deon tidak ada yang becus kau mendidik mereka." sentak tuan Zergano dengan amarah
"Bukankah kau juga ikut mendidik mereka kenapa aku yang disalahkan karena kesalahan mereka." selalu begini dia akan disalahkan jika Erfan dan Deon berbuat kesalahan.
"Tetap saja itu karena kau tidak becus!" bentaknya
__ADS_1
"Sudahlah, aku akan melihat kondisi Deon sekarang." Nyonya Zergano memilih pergi, atau perdebatan mereka akan berbuntut panjang hanya karena masalah ini.
...****...