Hutang Cinta Helena

Hutang Cinta Helena
68. Tidak Menungguku?


__ADS_3

Baru Helena masuk kedalam kamar untuk berganti pakaian ponselnya bergetar disusul dengan bunyi melengking dari benda pipih itu pertanda ada panggilan masuk


"Aliza?" Helena bingung Kenapa Aliza menghubungi dirinya di jam segini, Helena mengeser layar ponsel untuk menjawab panggilannya


"Halo ada apa Zaa?" Tanya Helena tanpa basa-basi.


"Ya ampun Naa to the point banget sih!" Sungut Aliza yang terdengar kesal di sebrang sana.


"Maaf aku harus cepat berangkat ke kantor, gak bisa lama nanti bisa telat masuk!" balas Helena apa adanya


"Iss Naa, gua rindu tau sama loe, malah sombong amat lagi gak ingat sama gua!" kesalnya terdengar tidak suka padahal jarang-jarang ia menghubungi Helena.


"Maaf Zaa kamu tau aku sudah diusir dari rumah oleh Keysa, jadi mau tidak mau aku harus bekerja double untuk kebutuhanku disini!"


Helena menekan tombol loaspacker di gawainya dengan terus menganti dengan pakaian formal untuk ke kantor


"Iya berjuang Naa. Jangan putus asa pokoknya!" Aliza menyemangati sahabatnya itu agar tidak pantang menyerah dalam hidup karena saat dirinya bermasalah Helena selalu ada untuk mendukung dirinya


"Iya pasti, belajar yang rajin biar cepat pulang, aku juga rindu pengen meluk kamu," balas Helena tersenyum walau tidak dilihat oleh Aliza


"Nah itu yang mau aku omongin, aku bakal pulang dalam tiga bulan lagi!" Aliza terdengar sangat bersemangat.


"Loh kok cepat?" Helena sampai menghentikan aktifitasnya memakai lipstik dan menoleh pada ponselnya yang berada di atas nakas.


"Katanya Rindu tapi gak seneng aku pulang cepat gitu!" cebik Aliza bahkan ngedumel tidak jelas. Helena meraih ponselnya dan meletakkan di telinganya.

__ADS_1


"Bukan gitu Zaa, maksudku kenapa kamu bisa pulang secepat itu? Dua bulan lebih cepat."


"Denger nih ya, Aku tuh dapat dosen tampan ramah lagi  disini dia temen kakakku jadi dia bantu aku beberapa minggu ini hingga nilaiku naik Naa, keren kan?" ucap Aliza dengan bangga.


"Dan aku bisa pulang dalam tiga bulan dan dua bulan bisa nyantai sampai Wisuda deh!" lanjutnya dengan senyum yang menghiasi wajahnya.


"Baru kerasa dirinya pandai, kalau yang ngajarin pria tampan ck Zaa kamu benar-benar ya!" goda Helena tidak habis pikir dengan temennya yang satu ini.


"Hehe jangan gitu dong, aku semangat karena kamu, my best friend, rindu buat kamu banyak-banyak deh!" terdengar tawa Aliza


"Aku tunggu kabar kamu pulang Zaa tetap jaga diri walau tidak ada aku di sana," pesan Helena tidak mau sahabatnya kenapa-kenapa.


"Bye Naa. Mau lanjut belajar nih!"


"Gayamu Zaa... Byee!" Helena mematikan sambungan telpon dari Aliza.


Helena menghela napas panjang, jika temannya pulang lebih cepat pasti akan ketahuan dirinya tinggal dengan bos sendiri yang akan membuatnya kecewa, karena Helena tidak memberi tahu tentang hal ini.


"Apa aku harus mengatakan padanya tentang ini? Bagaimana jika dia marah? Karena aku berbohong selama ini?" Helena memandang cerminan dirinya di cermin, merasa ada yang mengganjal di hatinya.


Helena cepat-cepat menepis hal itu dirinya harus keluar dan sarapan Luna pasti menunggu dirinya dimeja makan.


Benar saja saat Helena keluar mereka berdua sudah duduk menunggu dirinya untuk makan bersama, Erfan yang mau makan terlebih dahulu malah kena marah oleh putrinya ini


Erfan pun menurut karena putrinya melarang padahal perutnya sudah dari tadi minta diisi makanan yang terlalu mengoda perutnya.

__ADS_1


"Maaf membuat kalian menungguku,  ini aku masak makanan kesukaan kalian, Ayo makan!"


Helena menyajikan makanan untuk kedua ayah dan anaknya itu sebagai tanda permintaan maafnya, padahal mereka juga bisa makan terlebih dahulu.


"Kak Helena juga duduk di kursi dan makanlah makananlah bersama kami!" ajak Luna menarik Helena hingga terduduk di kursinya.


"Baik-baik aku akan makan juga," ucap Helena tersenyum mengambil makanan untuk dirinya makan.


Mereka bertiga makan bersama sesekali Luna berceloteh menceritakan tentang sekolahnya hingga makanan tidak lagi bersisa.


Helena mengumpulkan dan mencuci piring sisa makanannya dengan cepat, seraya menunggu mereka berdua memakai sepatu, tqsetelah semuanya bersih ia meraih tas salempang miliknya dan berlari keluar dari apartemen.


"Kemana mereka apa mereka tidak menungguku?" Helena berlari menuju halte bus.


Beruntung hari ini ia memakai celana panjang,  hal ini memudahkan dirinya berlari menuju jalan raya dimana terdapat halte bus disana.


Entah kenapa Erfan dan Luna segaja pergi terlebih dahulu, padahal biasanya Helena akan diberi tumpangan hingga sampai di halte tapi entah kenapa hari ini meninggalkan dirinya mungkin saja mereka lupa. pikir Helena


Helena ngos-ngosan saat sampai di halte, masih banyak orang disana pertanda dirinya belum terlambat, Helena pun menyandarkan tubuh di tiang halte memulihkan sedikit lelahnya karena


10 menit menunggu akhirnya Bus yang ditunggu pun sampai hingga  orang-orang pun masuk tidak terkecuali Helena, begitu didalam bus Helena memilih berdiri karena kursinya sudah penuh.


Hingga 20 menit perjalanan dengan Bus akhirnya Helena sudah berada di depan gedung perkantoran group ZG yang menjulang tinggi


"Hari baru ayo kerja kerja!" ucap Helena menyemangati dirinya sendiri.

__ADS_1


****


Hay guys dukung terus karya Author ya biar Author semangat untuk kalian


__ADS_2