Hutang Cinta Helena

Hutang Cinta Helena
42. Bisnis di Bar


__ADS_3

...Happy reading ...


Usai meeting pagi ini Erfan menyuruh Helena dan Anton untuk berkumpul di ruangannya untuk membicarakan tentang calon investor


Tentunya calon investor ini bukan sembarang orang saja tapi sudah banyak bisnis yang berkembang melalui naungannya.


"Helena bisnis ini kamu yang tanggung jawab masalah proyek ini!" Ucap Erfan melempar berkas ke hadapan Helena


"Loh kenapa saya pak?" Protesnya karena yang dihadapi bukan calon investor pada umumnya


"Memangnya kenapa? Takut?"


"Ya jelaslah, bukan rahasia umum lagi bahwa tuan Renzo ini adalah lelaki hidung belang yang menghabiskan sebagian besar waktu kerjanya di bar, tidak mau!" Keluh  Helena menolak mentah-mentah.


"Mau bonus apa tidak?"


"Ya maulah pak, tapi saya itu gak pernah masuk bar gimana dong, nanti kalau terjadi apa-apa gimana?"


"Ini tanggung jawabmu, aku tidak mau tau dapatkan tanda tangan kontrak dalam 24 jam." Erfan memutuskan tanpa bisa diganggu gugat


Bukan Helena namanya namanya jika menerima semua perkataan Erfan selalu ada saja yang diperdebatkan


"Pak saya ini seorang wanita, jika ke bar pasti diganggu sama lelaki hidung belang tidak terkecuali Orang yang bernama Renzo itu."


"Cih, lihat dirimu tidak ada bagian tubuh yang menonjol semua rata, kenapa percaya diri sekali akan digoda!" Ejek Erfan melihat Helena dari ujung rambut hingga ujung kaki


Rata katamu! Ingin rasanya Helena membentak bosnya ini jika tidak takut gajinya jadi korban nanti.


"Jika kau berdandan seperti lelaki pasti tidak ada yang tau, atau apapun itu!" Erfan mengibas tangan seakan itu hal yang sepele


Lihat ini aku seberisi begini apa yang kurang besar, eitt bukan berarti aku gendut dasar lelaki bermulut besar!

__ADS_1


"Sudahlah terserah kau saja ingin bagaimana yang penting kontrak kerja sama itu."


"Sidihlih tirsirih kii siji. Arghh," geram kesal Helena mengikuti perkataan Erfan dibuat dengan huruf i


"Dan satu lagi, Anton berikan padanya!" Erfan menghentikan langkah Helena.


Anton baru tersadar dari terkejut dengan sikap Helena yang sangat berani berdebat dengan bos yang juga tidak terlihat marah seakan itu hal biasa


"Eh,I-ini Helena," dengan gugup memberi kotak yang bisa ditebak isinya


"Ponsel? Kenapa memberiku ini?" Helena baru teringat bahwa ia hampir sebulan tidak memakai benda pipih ini


"Untuk kepentingan kantor, mana tau kau tersesat, Anton sudah menyimpan nomorku, disana." Erfan berucap seraya mengangkat bahunya


"Nomormu?"


"Kenapa ada masalah? Lagian aku yang memberimu ponsel itu,"


"Kau boleh keluar," Erfan mengibas tangan menyuruh Helena keluar


Helena melangkah kakinya kesal dan pergi meninggalkan Erfan diruangnya, Ia mulai berfikir macam-macam, bagaimana nasip gajinya jika dia diberi ponsel se bagus ini.


"Anton kau yang bertanggung jawab dengan proyek yang satu lagi, dan berikan apa yang diminta."


"Baik bos!" Anton pamit keluar dari ruangan Erfan juga 


**


Saat jam makan siang Helena tetap memilih makan dimejanya sendiri, beruntung ia nanti tidak ada lagi pekerjaan bisa pulang lebih awal.


Helena pulang kerumah Erfan, mengobrak-abrik isi lemari Erfan, mana tau ada pakaian pria yang bisa dipakai. Lagian Helena tidak memiliki uang untuk beli baju.

__ADS_1


Ragu-ragu Helena pun berdandan seperti lelaki karena itu ide dari Erfan, ia meminjam wig dari kak Anton katanya sih milik temannya.


Helena mengunakan kaus longgar dengan luaran kemeja tidak lupa celana jeans selutut milik Erfan, Helena tertawa sendiri melihat penampilannya dicermin.


"Lucu juga ya?" Helena membolak balik beberapa kali.


Sebelum keluar Helena berulang kali memotret dirinya maklum ponsel baru yang terlihat imut dengan pakaian kebesaran.


Erfan akan pulang nanti sore karena ada pertemuan dengan kliennya nanti malam sementara Luna sudah diantar kerumah neneknya


"Calm down Helena," ucapnya seraya menghela napas beberapa kali untuk menenangkan diri. Sebelum melangkah keluar untuk pergi ke tempat tujuan.


Helena yang sudah memesan ojek online jadi begitu keluar sudah ada bang ojek yang menunggunya di persimpangan jalan.


Helena langsung naik ke jok belakang setelah memastikan ojek ini adalah pesanannya.


"Ke Bar XX, bang!" Ucap Helena seraya menepuk bahu bang ojek.


Bang ojek itu langsung melajukan sepeda motornya ke alamat yang akan dituju oleh Helena , tidak butuh waktu lama taksi sudah berhenti didepan Bar


"Makasih pak, ini!" Helena langsung memberi dua lembar uang 20 rb karena jaraknya memang tidak terlalu jauh


"Terima kasih!"


Dari sebuah mobil yang berada didepan Bar, ada yang melihat Helena dengan senyum miring.


"Ternyata dia bisa juga berdandan seperti itu juga," ucap orang itu tersenyum seraya memotretnya beberapa kali penampilan Helena yang terlihat seperti bocah


Helena memeluk dirinya sendiri saat masuk kedalam sana, ini pertama kalinya ia masuk ke tempat seperti ini, tubuhnya tiba-tiba meremang melihat beberapa pasangan saling bercumbu di pintu masuk.


Ya ampun mataku benar-benar ternodai karena ulah si Erfan gondrong! umpat Helena dalam hati kesal

__ADS_1


****


__ADS_2