
...Happy reading...
Beberapa saat setelah Aliza baru saja mendarat di negaranya dan tempat dimana sahabatnya berada.
Sekarang Aliza sudah berada di bandara tepat dikota dimana Helena sedang berada sekarang, sebenarnya Aliza sudah mendarat 30 menit yang lalu, karena kepalanya pusing ia memilih istirahat di bandara sebelum mencari keberadaan Helena melalui Maps di ponselnya.
Aliza menghentikan salah satu taksi untuk ia tumpangi menuju lokasi Helena tapi seorang pria disebelahnya langsung menyerobot masuk kedalam taksinya.
"Hai apa yang kau lakukan, ini taksiku!" protes Aliza tidak terima ada orang yang mengambil taksinya
"Maaf tapi aku harus buru-buru!" Jawab pria yang memakai penutup wajahnya berupa masker "jalan pak!" pintanya membuat supir taksi itu melajukan taksinya
"Hay kau!"
Aliza tidak bisa berkata-kata lagi karena taksi yang ditumpangi pria itu sudah melaju menjauh meninggalkan dirinya .
"Aiss masih ada pria seperti itu ya, benar-benar tidak tau diri." umpatnya dengan menghentakkan kakinya kesal.
Aliza akhirnya memilih menunggu dan menghentikan taksi lainnya agar bisa menemui Helena secepatnya.
Setelah mendapatkan taksi Aliza mengatakan tujuannya pada sopir taksi. Tidak perlu waktu lama akhirnya Aliza sampai di depan gedung tinggi ini yang diduga tempat Helena bekerja
"Helena aku pulang!" serunya begitu keluar dari taksi.
Dengan semangat ia menyeret kopernya dengan agak kesusahan menuju lobi perusahaan itu, Aliza mengedarkan pandangan terlihat lobi kantor yang begitu luas hingga ia menemukan resepsionis untuk menanyakan tentang Helena.
"Permisi apa Helena Queenzira bekerja di sini?"
"Sebentar akan saya carikan, sepertinya memang bekerja di sini Helena Queenzira, kan." balas petugas resepsionis yang sedang mengotak-ngatik komputer di depannya.
"Benar, Helena!" petugas resepsionis mengangguk membenarkan bahwa ada karyawan yang bernama Helena itu.
"Tolong beritahu dia aku mencarinya."
__ADS_1
"Ada kepentingan apa ya?"
"Saya temannya yang baru pulang dari luar negri, saya tidak tau daerah sini, hanya tau dia bekerja di sini tolong panggilkan, aku mohon!"
Aliza menangkup kedua tangannya didepan dada meminta dengan mengedipkan matanya beberapa kali.
"Baiklah mohon ditunggu, Anda bisa duduk di sana." tunjuk petugas resepsionis itu pada sofa tunggu tidak jauh darinya.
"Baik terima kasih!"
Aliza menyungingkan senyum sekilas kemudian berjalan kearah sofa yang ditunjuk oleh petugas resepsionis itu dengan menarik serta kopernya
Aliza membuka ponselnya jam masih menunjukkan pukul 11 siang sebentar lagi waktu makan siang.
Saat mengedarkan pandangan ia melihat seorang pria berjalan cepat seraya membuka maskernya dengan gaya cool, dari postur tubuhnya dari belakang seperti pernah dilihat oleh Aliza.
"Tunggu bukannya dia...." Aliza mengingat setelan yang dipakai oleh pria yang merebut taksinya
"Hay tunggu kau sungguh ya! akan ku beri pelajaran!" Aliza bangkit ingin mengejar pria itu
Aliza hanya bisa berdecak kesal serta menghentak kakinya dan kembali duduk di sofa tunggu, seseorang menghampiri dirinya memberi segelas air putih.
"Terima kasih!" Aliza kembali menegak minuman yang diberikan untuknya sebagai pemadam amarahnya sedikit.
Dengan sisa kekesalan Aliza meraih dan membaca majalah perusahaan ini, yang sangat bagus juga menurutnya
"Maaf siapa ya, apa Anda mencari saya?"
Aliza yang merasa mengenali si empunya suara menoleh kearah suara yang sangat akrab di telinganya itu.
"Helena! Aaa akhirnya aku bertemu denganmu!" Aliza meloncat kegirangan seraya memeluk sahabatnya yang sudah lama tidak bertemu
Helena yang belum habis keterkejutannya membalas memeluk Aliza dengan erat. "Ka-kapan kamu pulang kok gak kabarin aku?" tanya Helena setelah beberapa saat saling berpelukan ala teletabis
__ADS_1
"Surprise, terkejut gak. aku baru sampai jadu langsung datang ke sini menyusul kamu, tau!"
Helena menghela napas panjang, untung tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. "Hah! Makin sayang deh sama kamu, ternyata secepat ini kamu pulang!"
"Ya karena aku rindu sama kamu tau!" Aliza kembali memeluk sahabatnya lagi.
"Duduk dulu kita bicara sambil duduk oke, aku diizinin keluar tapi harus kembali sebelum jam makan siang." Helena menarik lengan Aliza agar ikut duduk bersamanya.
"Jadi gak lama lagi dong!" Aliza memayunkan bibirnya tidak suka.
"Ya gitu deh, oh ya kamu bakal tinggal dimana Zaa?"
"Tinggal sama kamu lah, karena itulah aku datang kesini." balas Aliza tersenyum seraya memeluk lengan Helena dengan manja
"Tinggal denganku?"
"Ya kenapa emangnya?" Aliza yang semula bersandar pada Helena melihat kegelisahan di matanya.
"Maaf Zaa gak bisa, maaf banget ya?" tolak Helena bukan karena tidak mau, takutnya Erfan tidak mengizinkannya.
"Loh kok gitu sih, terus aku tinggal sama siapa dong, masa tinggal di kolong meja!"
"Kolong jembatan Zaa," ralatnya. "Pokoknya gak bisa ceritanya panjang, aku antar kamu ke hotel aja ya? Gak jauh dari sini biar kamu langsung bisa istirahat."
"Ya kali tinggal dikolong jembatan Naa gak mau! Tapi gimana ceritanya kamu ini gak bisa tinggal sama aku!"
"Aku ceritain tapi gak disini, ayo aku antar ke hotel gak jauh kok."
Helena mengajak Aliza menyusuri trotoar menuju hotel tidak terlalu jauh dari kantornya hanya berselang tiga gedung besar dan juga tinggi.
******
Tinggalkan jejak berupa like dan komen. Dukungan kalian adalah semangat Author untuk nulis yaya love you all reader 💕💕💕
__ADS_1
Baca juga novel lainnya yang berjudul 'My perfect Husband'