
...Happy reading ...
"Baik pak," Helena memeluk berkas yang ditangannya
"Serahkan sebelum makan siang." Ucapnya lagi terus menanda tangani dokumen didepannya
Sebanyak ini? Bagaimana mungkin? Apa dikira aku manusia super yang bisa segalanya dalam waktu singkat!
Helena memeluk erat berkas ditangannya tanpa menjawab, ia ragu bisa menyelesaikan semua ini. Apa bisa?
"Kenapa kau tidak sanggup?"tanya Erfan meremehkannya melihat Helena terdiam tidak beringsut.
"Saya sanggup pak," jawab Helena cepat tidak memberi kesempatan Erfan membully dirinya
"Rekan kerjamu ada Anton asistenku, dan Sindy sekretarisku dan kau jadi sekretarisku juga paham!" Ucapnya
"Iya pak!"
"Kalau begitu keluar!" Erfan menunjuk pintu keluar dengan ujung penanya tanpa menoleh pada lawan bicaranya.
"Baik!" Helena memilih patuh.
Ck dia lebih angkuh saat bekerja begini, dasar Duda angkuh lagi! gerutu Helena keluar dari ruangan itu
Helena keluar dari ruangan itu melihat rekan kerjanya ada dua orang yang tadi ada kak Sindi dan juga seorang pria yang lumayan tampan tampaknya ini asistennya kak Anton.
"Permisi kakak, aku Helena Queenzira mulai sekarang bekerja sama dengan kalian sebagai sekretaris juga," Helena menyapa keduanya seraya menunduk.
"Helena, selamat bergabung dengan kami, Anton pria tampan!" Anton menyugar rambutnya kebelakang dan beralih menjabat tangannya dibalas anggukan olehnya disertai senyum ramah.
"Wah Helena terima kasih bekerja di sini, kita bisa membagi tugas kalau begitu!" beralih Sindy memeluknya dengan hangat.
"Yeeh kamu mah maunya banyak, dasar perempuan!" gerutu Anton
__ADS_1
"Becanda kok!" balas Sindy yang sebenarnya hanya bercanda membawa Helena ke mejanya.
"Gak apa-apa kak Sindy, kak Anton, oh ya aku bawain roti untuk kalian berdua," Helena mengeluarkan isi dari paper bag yaitu roti yang dibawa tadi pagi.
"Makanan gratis nih, aku paling suka!"balas Anton antusias langsung mencomot satu roti yang terlihat sangat enak itu.
"Emm beneran enak loh ini!" ucapnya dengan mulut penuh roti.
"He'em kamu beli dimana Helena?" tanya Sindy ikut kepo mana tau bisa membeli untuk anaknya
"Aku bikin sendiri kak!" balas Helena dengan senyum canggung
"Beneran!" balas mereka berdua tidak menyangka
"Mending kamu jadi penjual roti aja ini enak banget," Anton memuji membuat Helena tersenyum melihat kehangatan dari mereka
"Kalian bisa aja," Helena tertunduk salah tingkah
Erfan memang sengaja memperkerjakan Helena menjadi sekretarisnya agar bisa terus memantaunya untuk waktu yang lama juga supaya tidak bertingkah.
Setelah beberapa saat becanda dan tertawa mereka bertiga akhirnya fokus dengan pekerjaan masing-masing begitu pun dengan Helena.
Helena sesekali melirik dinding kaca ruangan atasan terlihat Erfan sangat fokus dengan pekerjaannya dengan wajah serius
Tampan!
Helena melanjutkan pekerjaannya hingga selesai karna semua dokumen ini bisa dikerjakan dengan cepat, setelah menyelesaikan tugasnya Helena melirik jam di tangannya masih ada waktu satu jam lagi sebelum makan siang.
Helena menumpuk dokumen dengan langkah pasti, ia mengetuk pintu ruangan atasannya hingga mendapatkan persetujuan dari si empunya ruangan.
"Masuk!"
Helena membuka pintu masuk dengan langkah perlahan dan menutup pintu kembali setelah itu berjalan kearah meja Erfan.
__ADS_1
"Ini dokumennya pak, saya sudah menyelesaikannya!"
Helena menyerahkan hasil kerjanya pada Erfan yang menoleh sekilas padanya dan memeriksa dokumen yang baru diserahkan oleh perempuan ini.
Lumayan juga kerjanya!
Erfan langsung menutup map yang pertama dan menatap Helena didepannya dengan senyum manisnya.
"Lumayan, ambil file yang ada di sana!" Erfan menunjuk meja dekat sofa yang penuh dengan banyak dokumen yang di siapkan Erfan tadi
Helena berjalan kearah meja sofa mengambil semua dokumen itu dan kembali berdiri di depan Erfan ingin menaruh dokumen itu tapi dihentikan oleh Erfan.
"Kerjakan semua itu juga selesaikan sebelum pulang kerja nanti," ucapnya melihat file di depannya tanpa memperdulikan Helena yang melongo tidak percaya.
Grrrhh..... apa pria ini punya dendam terselubung padaku! Helena merasa geram karenanya keluarga dengan kesal.
Helena terus bekerja hingga tidak menghiraukan waktu makan siangnya karena Erfan memberi setumpuk pekerjaan yang harus diselesaikan hari ini juga.
Sesekali Helena menghela setelah selesai dengan satu dokumen beralih ke yang lainnya sungguh pekerjaan yang melelahkan, Helena juga sekali-kali memakan sisa rotinya tadi hingga tidak bersisa.
Helena tinggal sendirian di lantai ini karena semua sudah turun mencari makan siang walau tadi kedua rekannya mengajaknya Helena memilih di sini menyelesaikan pekerjaannya
Duukk.... satu kantong plastik berisi menu makan siang mendarat di meja membuat Helena sedikit membuat Helena tersentak kaget.
Siapa sih yang taruh makanan disini, mana gak ikhlas lagi! pakek acara dilempar segala memangnya aku minta!
Helena memejamkan mata menahan degup jantung yang baru saja kaget, setelah itu membuka matanya melihat si pelaku sebenarnya
"Pak..Pak Erfan!"
Helena buru-buru bangkit saat melihat tatapan tajam dari atasannya yang membuatnya bertambah kaget.
******
__ADS_1