Hutang Cinta Helena

Hutang Cinta Helena
44. Mabuk


__ADS_3

...Happy reading ...


Braakkk....


Suara pintu ruang VVIP itu terbuka secara paksa menampakkan sosok yang tadi melihat Renzo dengan tatapan tajam seakan bisa melubangi tubuhnya.


Renzo tersenyum menang mengusap lengan Helena naik turun tapi yang diganggu  sudah oleng karena ulahnya.


"Erfan!" Renzo pura-pura terkejut dengan keberadaan Erfan, tapi tidak melepaskan pelukannya pada tubuh Helena.


"Br*ngs*k!" Tanpa ba bi bu lagi satu bogem berhasil mendarat di pipi pria bernama Renzo itu, terkenal karena dia salah satu pria brengsek yang ada di kota ini.


"Jangan berani menyentuhnya!" Bentak Erfan meraih tubuh Helena yang lunglai tidak bertenaga.


"Ck Erfan kau benar-benar payah, kenapa aku tidak boleh menyentuhnya? Apa urusanmu?" Goda Renzo pada temannya yang marah karena seorang wanita, ia tersenyum karena hal ini membuatnya makin gencar mengerjai Erfan.


"Apalagi perempuan ini memang punya daya tariknya sendiri, adek manis." Renzo mengangguk seraya memperhatikan Helena dari ujung kaki hingga kepala.


"Pokoknya kau tidak boleh menyentuhnya atau ku patahkan kakimu hingga tidak bisa sembuh sampai tahun depan!" Ancam Erfan tapi Renzo seperti  menulihkan dari perkataan Erfan


"Kenapa kau begitu kejam, nona manis pasti mau denganku ya kan?" Tanya pada Helena yang sudah memejamkan matanya


"Kau! Enyahlah!" Sentaknya


"Sombong sekali kau, adek manis  ini pasti mau denganku," Ujar Renzo makin gencar menganggu Erfan


"Dia wanitaku jangan pernah kau mengganggunya paham!" Bentak Erfan seakan menandakan Helena miliknya.


Wanitaku? Cukup manis!

__ADS_1


Erfan mengakui hal seperti itu supaya Renzo tidak menganggu Helena di masa depan.


"Wanitamu kok aku tidak tau ya?" tanya Renzo tidak percaya


"Sudah kuberi tahu padamu kan?, minggir kau!, ayo Helena!" Erfan merangkul bahu Helena dan membawanya keluar dari Bar itu.


Melewati beberapa orang yang melihat mereka dengan bingung tapi berbeda dengan Renzo yang malah tergelak.


"Pfffttt... baru kali ini dia posesif seperti itu karena seorang wanita," ucap Renzo melihat kepergian keduanya.


"Mereka lumayan juga, serasi cocokuntuk bersama dari pada dengan mantan istrinya dulu." Ucap Renzo


"Tuan ujung bibir anda berdarah!" Wanitanya memegang pipi serta ujung bibirnya yang berdarah.


"Tidak apa, aku baik-baik baby!" Renzo memeluk perempuannya dengan mesra. Hingga Renzo kembali melanjutkan aktivas yang tadi tertunda la bersama wanita


Erfan memasukkan Helena kedalam mobilnya serta memakaikan sabuk pengaman sebelum melajukan mobilnya meninggalkan bar itu.


"Hmm panas!"  Helena mengeliat merasa tidak nyaman dan mulai membuka kemeja luarnya.


"Gadis kecil ini nakal juga." Erfan tersenyum tipis melirik Helena sekilas


Erfan menyalakan AC mobil pada yang paling dingin tapi Helena bergeliat tidak nyaman bahkan mengenggam tangan Erfan. Yang dipegang malah terlonjak kaget apalagi saat tangani dibawa keleher Helena


"Dingin tangannya dingin!" Ucapnya memeluk erat tangan kanan Erfan.


"Kali ini aku izinkan kau,"


Sepanjang perjalanan Helena tertidur sesekali tertawa bahkan mencubit pipi Erfan seperti mencubit pipi anak kecil.

__ADS_1


"Kau membuatku jengkel!, sudah tau tidak bisa minum malah memaksa, mabuk gini aku juga yang repot," cebiknya kesal memperhatikan jalanan.


"Cihh lepaskan aku," sentak Erfan tapi Helena tidak melepasnya malah memeluk tangan Erfan lebih erat, ia melajukan mobil dengan kecepatan penuh agar cepat sampai.


Erfan menghentikan mobilnya didepan gedung apartemennya, sekarang Helena malah bersandar memeluk tubuhnya


"Kau nakal sekali," geram Erfan melepas tangan Helena , Erfan dengan cepat ia memutari mobil untuk membukakan pintu untuk Helena.


Erfan memapah Helena kedalam apartemen dengan susah payah karena tangan Helena terus menggerayangi tubuhnya bahkan masuk kedalam baju.


"Cih, kau jika begini berat juga," dengan susah Erfan memapah Helena turun dari mobil.


"Kau lepaskan tanganmu dari sana!" Bentak Erfan yang tidak mempan pada Helena sedikit pun malah dia tertawa sendiri.


Arggghhh!!! Geram Erfan mengenggam tangan Helena agar tidak bermain di tubuhnya dengan cepat membawanya masuk kedalam rumah.


Baru membuka sepatu mereka, Erfan memapah Helena kedalam ruang tamu. Belum sampai disofa, langkah Erfan terhenti


Hoekk.....hoeekkk


Helena memuntahkan isi perutnya pada bajunya dan juga baju yang dikenakan Erfan.


Beraninya wanita ini! Geramnya


Erfan yang terkena muntahnya mematung seketika ia bahkan langsung melepaskan  Helena hingga ambruk mencium lantai.


Aagrhhhhh.. teriak Erfan frustrasi menyugar rambutnya dengan kesal


Erfan berlari kedalam kamarnya sendiri dengan pikiran kalut karena baru pertama kalinya ada yang melakukan hal menjijikkan padanya

__ADS_1


"Helena!!!!"


***


__ADS_2