Hutang Cinta Helena

Hutang Cinta Helena
63. Ciuman pertama


__ADS_3

...Happy reading...


Suasana hati Helena begitu cerah hari ini, bagaimana tidak setelah berpikir semalaman ia menemukan titik terangnya, kemungkinan besar Erfan adalah Anak angkat keluarga Zergano.


Helena memakai kalung milik kak Fan untuk bekerja hari ini, setelah lama tersimpan Helena harus memastikan siapa pemilik aslinya. jika Erfan mengenali kalung ini mungkin saja mengenali dirinya.


Setelah berjalan dari halte bus ke kantor, Helena memasuki lift hingga sampai dilantai tempat dirinya bekerja.


"Pagi kak Sindi, kak Anton!" sapa Helena bersemangat mendudukkan dirinya dikursi kerjanya yang bisa berputar


"Tumben hari ini cerah banget ya? bisa dilihat dari wajah Helena." balas Sindy menggodanya lirik-lirikan dengan Anton.


"Ah gak kok diluar terik banget malah lebih dari cerah, bisa gerah kita nih." Sindir Anton


Desas desus antara Anton dan Sindy itu tidak pernah hilang malah mereka semakin curiga dengan Helena yang datang dengan senyum manisnya pagi ini, walau biasanya juga tersenyum tapi kali ini terlihat beda dari biasanya.


"Ish kak Anton mah gitu dia." cebik Helena mulai mengerjakan dokumen yang menumpuk di atas mejanya masih dengan senyum diwajahnya.


Tiba-tiba saja telpon kak Sindi berbunyi dengan sigap ia mengangkatnya beberapa kali mengangguk hingga akhirnya ditutup.


"Helena pak Erfan panggil kamu ke ruangannya dan bawa dokumen kerja sama yang mapnya warna biru." Sindy menoleh sedikit pada Helena melihat ekspresinya


"Ada apa kak  tumben dia manggil aku?" Helena bangkit mencoba mencari keberadaan dokumen yang diminta


"Gak tau, cepat masuk nanti dia marah loh," ucap Sindy tapi Helena tetap saja tersenyum senang


"Oke!" Helena bangkit dari duduk seraya mengambil map yang diminta oleh Erfan tadi membawanya ke ruangan bossnya.


"Ya ampun apa itu beneran Helena? dia bahkan sangat senang dipanggil oleh pak Erfan!" Sindy menunjuk Helena seakan tidak percaya dengan ini.


"Aku makin yakin mereka bukan sekedar boss dan sekretaris biasa," timpal Anton makin yakin

__ADS_1


"Aku juga," balas Sindy


Setelah mengetuk beberapa kali Helena di suruh masuk oleh si empunya ruangan, masih mempertahankan senyum yang menghiasi wajahnya.


"Ini filenya, pak." Helena menyerahnya dengan sopan, Helena dengan patuh berdiri tepat di depannya.


Erfan membolak balik dokumennya sekilas dan kembali meletakkan di depan Helena, menoleh melihat Helena yang berdiri menunggu dengan senyum.


"Pelajari dokumen ini dalam 15 menit ikut aku menemui klien," ucap Erfan dan kembali melanjutkan pekerjaannya menanda tangani beberapa dokumen.


"Aku?" Helena menunjuk dirinya sendiri terkejut dengan ini, karena ini pertama kalinya baginya.


"Ya siapa lagi Anton pekerjaannya menumpuk begitu pun dengan Sindy. keluar dan pelajari semua ini," seorang seperti Erfan bukanlah orang yang suka menyiksa karyawannya sendiri, itu sebabnya Sindy dan Anton betah bersamanya walau sering dihujat.


"Ba-baiklah!" Helena pun mengambil kembali file itu dan pamit


Dari mana dia mendapatkan kalung itu? pandangan Erfan tertuju kalung panjang yang dikenakan oleh Helena.


"Ya Pak?"


Itu sangat mirip dengan milikku dulu, tidak mungkin dia kan? kalung itu pasti banyak dijual di mana pun, sudahlah mungkin Zira tidak akan menyimpan kalung itu untuk waktu yang lama. Erfan mengeleng kepalanya pelan menghilangkan pikiran anehnya.


"Tidak ada pergilah," usir Erfan mengibas tangan menyuruh Helena keluar dari ruangannya.


Apa yang kau pikirkan Fan? mana mungkin Zira disini, gadis kecil itu benar-benar manis!


Pikiran Erfan melalang buana memikirkan gadis manis dimasa lalunya sebelum diangkat menjadi keluarga Zergano. Tujuannya hanya satu menemukan gadis itu dan membuatnya bahagia.


...🍒...


Beberapa saat kemudian Erfan pun langsung mengajak Helena untuk menemui klien sekalian makan siang tentunya.

__ADS_1


Helena dan Erfan pergi dengan mobil yang sama untuk lebih efisien, sebenarnya Helena bisa menyetir hanya saja bosnya ini tidak menyuruhnya.


"Pak dimana klien anda menunggu?" untuk hal ini Helena memang tidak tau karena Sindy yang biasanya menghandle.


"Di restoran," balasnya singkat


Helena hanya mengangguk paham seraya melihat jalanan yang dilewati banyak gedung pencakar langit.


Erfan tiba-tiba saja menghentikan mobilnya yang membuat Helena bingung sendiri


"Ada apa pak?" tanya Helena memiringkan kepala sendiri.


Erfan tidak menjawabnya malah makin mendekat pada Helena tanya sengaja ia menekan kursi hingga Helena jatuh kebelakang menarik serta Erfan hingga bibir mereka bertemu


Cup


Mereka saling terbelalak karena terkejut merasakan benda lembut itu saling menempel. Erfan cepat-cepat bangun karena kebodohannya sampai mencium Helena


"Naik kan lagi kursimu, dan pakai sabuk pengaman dengan benar, aku tidak akan bertanggung jawab jika kau terluka," Ucap Erfan menyapu bibirnya dengan punggung tangan sementara Helena memengang bibirnya dengan jantung berdebar tak menentu antara bahagia dan kesal


Ya ampun apa yang baru saja terjadi, itu benar-benar sebuah ciuman! ciuman pertamaku!!


Bahagia? tentu saja sejak mengetahui dia kak Fan, pikiran Helena dipenuhi olehnya, bahkan Erfan sudah menempati ruang dihatinya


Sementara itu Helena kesal karena lelaki itu terlihat biasa saja tanpa ekspresi padahal hatinya sudah berbunga-bunga dibuat olehnya.


Ck... Helena mencebik kesal karena melihat lelaki itu bahkan tidak mengatakan apapun


Helena, Helena kau benar-benar baper karena ciuman yang tidak sengaja itu, Aa dasar Helena kau tidak tau malu.


*****

__ADS_1


__ADS_2