Hutang Cinta Helena

Hutang Cinta Helena
108. Diculik!


__ADS_3

...Happy reading...


"Lalu dimana dia?"Erfan sekarang merasa bingung juga ke mana dirinya harus mencari Helena.


"Entahlah, seharusnya dia masih berada disini dia tidak bisa pergi secepat itu, lagian disini susah mendapatkan taksi." jelas Aliza mencoba mengingat apakah tadi Helena bilang ingin pergi ke suatu tempat?.


"Kemana kau pergi Helena!" geram Erfan mengedarkan pandangan mencari keberadaan Helena disekitarnya hingga pandangannya tertuju pada CCTV yang dipasang di atas pintu masuk


"CCTV!" ucap Erfan sedikit menemukan solusi membuat Aliza melihat kearah pandangan Erfan tertuju.


"Yah Anda benar CCTV!" Aliza ingin masuk mencari keberadaan ruang keamanan tempat bisa melihat rekaman CCTV.


"Tunggu bukannya Anton juga tinggal disini? Apa kau mengenalnya?" Erfan teringat jika ini tempat Anton yang ingin dituju tadi.


"Iya dia teman satu apartemen denganku." ucap Aliza


"Panggilkan dia juga kita periksa ruang keamanan." suruh Erfan mengibaskan tangannya menyuruhnya pergi.


"Baik!" tanpa melihatnya lagi Aliza kembali masuk kedalam Apartemen untuk memanggil Anton yang masih tertidur karena demam.


...🍭🍭🍭...


Sementara Helena baru membuka matanya terlihat ruangan yang ditempati begitu gelap pandangan mencari sedikit cahaya yang mungkin bisa membawanya keluar dari ruangan ini.


Samar-samar pendengaran Helena mendengar suara dua pria orang sedang bicara membicarakan tentang sesuatu.


"Bagaimana dengan perempuan itu?" tanya salah satu dari mereka yang diduga atasannya.


"Dia belum sadar masih tidur." jawab yang lainnya terdengar patuh seperti seorang bawahan.


"Jangan biarkan dia bangun sebelum tiba waktunya jika dia sadar berikan lagi obatnya. Mengerti!" titahnya

__ADS_1


"Baik!" ucapnya patuh.


Helena berusaha melepaskan ikatan tangannya tapi begitu kuat, membuatnya kesusahan terlebih saat mendengar suara derap langkah mendekat.


Ini sebenarnya di mana kenapa begitu gelap, dan siapa yang menculikku seperti ini? Seseorang tolong aku!


Helena terpaksa memejamkan matanya lagi dari pada diberi obat yang tidak diketahui obat apa itu sebenarnya.


Diruangan lainnya seorang wanita sedang mengoyang gelas wine dan meneguknya sesekali dengan begitu anggun.


"Perempuan itu masih belum sadar nyonya kapan waktunya akan tiba?" tanya anak buahnya membuat dia meneguk semua isi gelas hingga tidak bersisa dan menaruh gelas diatas meja.


"Sebentar lagi, dan yah sebagai bonus kalian boleh melakukan apapun padanya setelah rencana kita berhasil." ucapnya dengan senyum licik menghiasi wajahnya


"Terima kasih Nyonya!


"Lihat saja Helena, Erfan tidak akan menyelamatkanmu dan akan merasa jijik pada wanita yang tidak tau diri sepertimu, dan bekas orang lain." ucapnya tersenyum penuh arti.


Anton sedang berada di depan layar komputer mengotak-ngatik dengan lihai walau keadaannya tidak baik-baik saja tapi tetap saja harus bekerja.


"Bagaimana?" tanya Erfan berada tepat di sebelah kanannya menatap layar komputer yang sama dengannya.


"Entahlah bos lihat ini, apa ini Helena?" tunjuk Anton pada sebuah Video di layar komputer.


"Benar itu Helena!" ucap Erfan sedikit berteriak


"Itu Helena kak!" Aliza mencengkeram bahu Anton dan menggoyangkan beberapa kali.


"Di sini dia edang berdiri di depan gedung apartemen dan saat dia kembali berbalik arah pintu masuk lagi, lihat yang ini, dia tidak terlihat masuk bahkan hingga 10 menit berlalu." jelas Anton menunjuk video lainnya.


"Lalu kemana dia sebenarnya?" tanya Erfan tidak bisa merasa tenang karena tidak tau kemana perginya Helena.

__ADS_1


"Entahlah bos, banyak kemungkinan tentang hal ini salah satunya adalah mungkin saja Helena diculik.


"Diculik!"


"Hanya dua CCTV ini yang saling berhubungan tapi tidak menangkap gambar disatu sisi tertentu yang mungkin alasannya kita tidak bisa menemukan keberadaan Helena."


"Jadi bagaimana ini!"


"Lihat mobil ini, dia melaju tanpa berhenti didepan pintu masuk apartemen padahal ini tempat satu-satunya yang memiliki tempat parkir didalam gedung kemungkinan besar mobil ini yang membawanya pergi." Ucap Anton yakin.


"Apa kau yakin?"


"Iya karena jalanan didepan adalah jalan satu arah." Anton mengangguk yakin.


"Lalu apa yang kau tunggu catat nomor platnya dan suruh anak buahmu mencarinya." Titah Erfan berjalan cepat dari ruangan itu menuju lift.


"Baik Bos!"


Anton langsung menghubungi salah satu anak buahnya untuk mencari keberadaan Helena dan salah seorang mengawasi ruangan keamanan.


"Kak bagaimana dengan Helena?" Aliza meraih tangan Anton karena khawatir dengan keadaan Helena.


"Tenanglah semuanya akan baik-baik saja, aku pergi!" Anton mengusap puncak kepala Aliza menenangkan.


"Kak, aku ingin ikut mencari Helena m, kumohon!" pintanya


"Baiklah kau harus patuh dengan perkataanku!" Aliza mengangguk cepat dengan patuh."Kita harus cepat atau Helena akan dalaam bahaya!" Mereka berdua bergegas keluar dari gedung apartemen itu bersama.


Akan mencari Helena yang entah berada di mana sekarang, semoga dia baik-baik saja


...****...

__ADS_1


__ADS_2