Hutang Cinta Helena

Hutang Cinta Helena
18. Akhirnya Bercerai


__ADS_3

...Happy reading...


Hari ini Erfan dalam suasana hati senang, Wanita yang bernama Helena itu akan pergi dan Nadin sudah resmi bercerai dengan dirinya.


Aah sebentar lagi aku bebas! Dari kedua wanita yang menganggu hidupku.


Serunya dalam hati, bahkan tanpa sadar menyungingkan senyum sendiri, Anton yang mengendarai mobilnya saja sampai bergidik ngeri karena senyum Erfan.


Mereka akhirnya sampai di pengadilan agama, Erfan langsung masuk ke ruangan yang disediakan.


Tidak perlu waktu lama ia dan Nadin hanya menanda tangani surat perceraian dan mereka pun resmi bercerai.


Dalam waktu singkat Erfan bisa langsung menceraikan istri yang terpaksa ditampung selama ini, betapa senang hatinya keluar dari ruangan itu.


Nadin yang juga ikut keluar berjalan kearah Erfan saat baru keluar dari persidangan perceraian mereka.


"Erfan tega sekali kau padaku!" Nadin berdiri di hadapan Erfan dengan kesal.


Erfan tidak mengubrisnya malah berjalan kearah mobilnya yang sudah ada Anton didalamnya.


"Erfan dengar penjelasan ku dulu semua tidak seperti yang kau lihat, aku dipaksa!" Nadin memegang tangan Erfan agar dia berhenti berjalan.


Erfan tersenyum miring  seraya menyentak tangan Nadin dengan kasar dan bertanya, "Jadi maksudmu aku buta begitu?" Erfan tersenyum tapi raut wajah benar-benar tidak ramah.


"Bu-bukan begitu..." Nadin ketakutan dengan tatapan tajam Erfan yang menusuk.


"Ingat Nadin jika kau tidak punya keluarga maka reputasimu itu bisa ku hancurkan dalam sekejap, jadi berhenti mengangguku. Paham!" ancam Erfan dengan wajah kembali datar.


"Tapi aku!"


Erfan yang kesal mengeratkan rahangnya, melihat Nadin dan mencengkeram dagunya dengan tenaga.


"Karena Deon aku terpaksa menikahimu 4 tahun lalu, jadi aku cerai kau karena dia juga. Kita impas, jadi pergilah!" Erfan menyentak hingga Nadin terhuyung ke samping.


"Tapi aku di paksa oleh Deon!" Nadin akan mencoba belas kasihan Erfan hingga dapat.

__ADS_1


Amarah Erfan benar-benar tidak terkendali kini dengan kesal ia mencengkeram leher Nadin bahkan mengangkat hingga kakinya tidak berpijak di tanah lagi.


"Dipaksa atau kau yang menawarkan diri, mungkin kau butuh kekayaannya karena telah mengandung anaknya? Begitu kan?"


"Ti-dak i-tu uhuk...ti-dak be-nar!" Nadin mulai kesusahan bernafas memegang tangan Erfan agar melepaskan cengkeraman nya.


"Lalu katakan bagaimana yang sebenarnya?" Erfan tidak melepaskannya begitu saja.


"A-ku uhuk.." wajah Nadin Memerah karena kekurangan oksigen .


Anton yang mencari keberadaan Erfan sejak tadi malah melihat hal mengerikan seperti ini "Erfan hentikan dia bisa mati! Lepaskan dia!"


Melihat Anton Erfan tersadar dan melepaskan cengkeraman hingga Nadin jatuh terduduk di atas tanah memegang lehernya seraya mengisi ruang oksigen dalam dirinya.


"Ayo masuk kita pergi kalau begitu," Erfan membiarkan Nadin tanpa berniat menolong begitupun dengan Anton.


"Aku benar-benar mencintaimu, tapi aku terpaksa karena kau tidak pernah menyentuhku. Aku ini wanita normal Fan!" Teriak Nadin mengaku yang sebenarnya dengan berderai air mata.


"Cih.. Aku tidak pernah tertarik menyentuh wanita bekas sepertimu," ucapan Erfan mampu menohok hati Nadin, hingga Erfan pun berlengang pergi setelah mengatakan semua itu.


Ada pekerjaan yang harus dilakukan adalah membereskan kekacauan Nadin ini bukan untuknya, tapi untuk keluarga Nadin yang tidak bersalah apapun.


Tidak perlu waktu begitu sampai di dalam ruangannya ia disambut oleh pelukan seorang perempuan yang tidak lain adalah Mona.


"Kak Fan kau datang!" Mona mengeratkan pelukan


"Mona berhenti memelukku begitu." Erfan melepaskan tangan Mona yang melingkari pinggangnya bukan karena canggung tapi risih dekat dengan perempuan.


"Aiss kakak gak asik," cebiknya kesal mengandeng tangan Erfan untuk duduk di sofa bersamanya.


"Ada apa kau kemari?" tanyanya memilih duduk disofa single.


"Untuk mengunjungi mu, kau pasti bosan disini sendiri, aku bawakan kau makan siang," ucap Mona menunjukkan kotak makanan yang tadi dibawa dan mulai membuka bekal makan siang.


"Kau memasaknya sendiri?"tanyanya Erfan melihat menu mewah yang dibawa oleh Mona.

__ADS_1


Melihat makanan Erfan malah teringat Helena yang makan makanan sederhana yang dimasak oleh Erfan dengan lahap.


Apa dia sudah makan? Ahh bodoh amat dengan perempuan itu dia pasti sudah pergi dari rumahku.


"Ayo kak dimakan!" Mona menyajikan makanan Untuk Erfan begitu pun dengan dirinya.


Erfan makan seperti biasa tidak ada yang spesial walau menu makanannya mewah, ia hanya tidak mau membuang makanan walau dia sudah sukses tapi dia tidak lupa bahwa dirinya pernah kesusahan untuk makan walau hanya sehari sekali.


Erfan menghabiskan makanan untuknya dengan cepat karena setelah ini akan ada rapat yang harus dihadiri.


"Kau mau tambah lagi kak?'


"Tidak, Terima kasih makanannya, aku harus rapat sekarang." Erfan bangkit dari duduk.


"Tapi makanannya...!" Mona menyayangkan bekal makanannya belum habis.


Ceklek...


"Fan aku benar-benar lelah menghubungimu!" Yolan langsung nyelonong masuk tanpa permisi sama sekali.


"Kebetulan kau datang, Mona membawa makanan, kau belum makan siang kan, duduk dan makanlah!" Erfan menarik Yolan dan menekankan bahunya agar duduk.


"Tapi aku..!" Yolan bimbang antara menolak atau menerima, jika menolak tidak enak dengan gadis cantik ini, jika menerima Erfan akan pergi padahal dirinya mau membahas hal penting.


"Habiskan makanan itu, nanti cari aku lagi!" Erfan menekan kuat bahu Yolan agar tidak bangkit, ia pun berlengang pergi dari ruangannya itu.


"kak Fan tunggu!" Mona tidak mau Erfan pergi.


"Habiskan makanan itu, kau tau aku tidak suka jika kau membuang makanan?" Erfan yang sudah diambang pintu pun keluar tanpa bisa dihentikan.


"Itu.." Yolan ragu untuk mulai pembicaraan.


Mona tersenyum manis walau raut wajah sedih, " Makanlah kak,"


Yolan akhirnya makan dengan gadis bernama Mona itu dengan canggung hingga mereka menghabiskan semua makanan tidak bersisa.

__ADS_1


******


Dukungan kalian adalah semangat Author untuk nulis dan untuk update terus. jangan lupa like, coment and follow terus ceritanya. Love U all reader 💕💕💕


__ADS_2