Hutang Cinta Helena

Hutang Cinta Helena
116. Aku mencintaimu


__ADS_3

...Happy reading...


Helena melepaskan pelukannya dengan menyembunyikan senyuman dan berbalik berlari terlebih dahulu meninggalkan Erfan karena malu


"Zira tunggu aku, jangan lari!" Erfan menyusul langkah Helena tidak begitu susah karena langkah besarnya, berhasil mendapatkan Helena dan memeluknya erat.


"Kak lepas!" Helena meronta berusaha melepaskan dari pelukan Erfan tapi terasa begitu erat hingga membuatnya kesusahan.


"Sudah kubilang jangan lari, tapi kau tidak mau dengar." Erfan makin mengeratkan pelukan seraya mendarat kecupan di puncak kepala Helena.


"Percuma aku lari, kau dengan mudah menangkapku!" cebik Helena kesal


Erfan tergelak mendengar perkataan Helena serta melihat ekspresinya yang lucu.


"Aiss kenapa kau tertawa segala su, kak? Memangnya ada yang lucu!" sungut Helena merasa tidak ada yang lucu.


"Tentu saja ada kau sangat lucu!" Erfan kembali memberi kecupan di pipi kanan Helena yang membuatnya bertambah malu saja.


Setelah puas melihat pantai dari sore hingga senja, sekarang Erfan dan Helena sedang bergandengan tangan dengan begitu mesra menyusuri jalan setapak menuju villa.


Lampu sepanjang jalanan sudah menyala, menambah indah suasana malam itu.


Mereka saling melempar senyuman diwajah masing-masing hingga Helena merengkuh tubuh Erfan dengan begitu erat. Karena angin bertiup kencang mereka terlihat seperti saling memeluk.

__ADS_1


"Kak kau benar-benar mencintai aku kan?" tanya Helena seakan tadi ia bermimpi walau cincin yang diberikan oleh Erfan sudah tersemat di jari manisnya.


"Tentu saja, aku mencintaimu Helena, bagaimana denganmu?" Erfan balas bertanya.


"Aku juga mencintaimu kak, tapi bukan karena kau penyelamatku dulu." ucap Helena lirih tapi masih bisa didengar oleh Erfan, langkah mereka terhenti.


"Lalu, kenapa?" Erfan melangkah menuju kursi panjang yang tidak jauh dari merekadan duduk di kursi itu


"Entahlah, saat pertama bertemu denganmu aku merasa ada perasaan akrab, jantungku berdetak dengan sangat kencang waktu itu." Helena mengingat pertemuan mereka yang pertama di bandara beberapa bulan yang lalu.


Erfan hanya menyimak dengan terus memainkan jemari tangan Helena.


"Begitupun dengan pertemuan selanjutnya, walaupun kau ketus tapi hatimu baik, kak katakan padaku bagaimana kau bisa baik sekali!"


"Ck. kau ini membuatku gemas!" Helena bangkit dan mencubit kedua pipinya hingga terlihat sangat Lucu.


Helena lalu melanjutkan menceritakan tentang semua hal yang membuatnya jatuh Cinta pada Erfan hingga menemukan kebenaran bahwa Erfan adalah penyelamat sekaligus penyemangat hidupnya.


Mereka melanjutkan menapaki jalan hingga sampai di dalam lingkungan villa yang begitu luas dengan diterangi banyak lampu gantung berwarna warni.


Helena tidak hentinya bergelayut manja di lengan Erfan yang memeluknya bahkan mengecup puncak kepalanya berkali-kali karena gemas.


"Wuu sepertinya ada yang baru saja meresmikan hubungan mereka?" Celetuk Anton melihat mereka berdua mendekat.

__ADS_1


"Ehem sayang aku juga mau dipeluk gitu dong!" Sindy merasa tersaingi hingga tidak mau kalah dengan pasangan yang baru jadian itu.


"Jangan iri kita bisa membuat adiknya Simon malam ini bukankah lebih romantis dari mereka." ucap suami Sindy memeluk istrinya dengan begitu mesra.


"Eh kalian ini tidak malu bermesraan didepan umum!" Anton yang merasa tidak bisa seperti mereka hanya bisa berkacak pinggang.


"Bilang aja kamu iri belum punya pasangan wekk!" ejek Sindy


"Siapa bilang! Ini juga lagi usaha ya kan sayang?" Anton menarik tubuh Aliza hingga berada dalam pelukannya


"Apaan sih gak ada kok, malu lah kak!" Liza memukul dada Anton yang sudah merengkuh pinggangnya, dirinya benar-benar malu bermesraan seperti ini


"HAHA kasian deh malah gak diakui." ejek Sindy mampu membuat Anton kesal tidak terkira.


"Kamu!" Anton menunjuk wajah Sindy mengibarkan bendera perang.


"Sudah berhenti bertengkar, makanan sudah  siap ayo-ayo duduk di tempat kalian masing-masing."


Aliza membawa nampan berisi hasil panggangannya dengan anton dan kemudian dirinya kembali membantu memanggang dengan Anton dan makan langsung saat makanan yang mereka panggang matang. Bahkan saling suap-suapan.


Kasmaran menyelimuti ketiga pasangan itu sementara Luna sedang asik bermain dengan anak Sindy yang bernama Rega.


Mereka bersama makan melingkari meja sesekali bercanda dengan begitu antusiasnya hingga menghabiskan semua makanannya

__ADS_1


...****...


__ADS_2