Hutang Cinta Helena

Hutang Cinta Helena
71. Malu


__ADS_3

...Happy reading...


Lima bulan berlalu begitu saja...


Setelah sarapan bersama dan membereskan rumah karena hari libur sekarang mereka sudah bersiap-siap untuk pergi mengantar Luna ke rumah neneknya


Seperti sudah menjadi kebiasaan Luna akan ke rumah neneknya dengan diantar oleh Helena dan Erfan juga walau tadi Helena sempat menolak tapi ajakan Luna membuatnya tidak tega menolak


Dan setelah mendandani Luna dengan imut sekarang Helena bersama putrinya Erfan itu di kamarnya sedang memilih pakaian untuk  Helena


"Ini bagaimana sayang?" tanya Helena pada Luna yang berdiri duduk di tempat tidur di sebelahnya


"Tidak Ma, itu tidak cocok!" Luna menyilangkan tangan dan mengeleng membuat rambutnya berayun ke kanan dan ke kiri


"Lalu yang mana?" Helena ikut duduk di sebelah melihat isi lemari yang sudah diobrak abrik sedari tadi, tapi tidak ada yang cocok.


"Itu, yang paling sudut sepertinya cocok Ma!" Tunjuk Luna pada gaun warna biru langit dengan lengan warna putih transparan, panjangnya hingga ke bawah lutut, terlihat cantik.


"Ini?"


Helena bingung Kenapa ada baju yang dibelikan oleh Erfan saat itu di sebuah butik sebelum dirinya kabur dan kembali bertemu dengannya lagi karena kecelakaan kecil.


Luna mengangguk pasti karena dress itu sangat cocok dipakai Helena nanti


"Yang lain saja ya, ini atau ini!" Helena tidak ingin memakainya bukan karena jelek tapi tidak enak jika memakai pakaian itu.


"Tidak yang tadi cocok!" Luna berkacak pinggang, seakan pura-pura marah terlihat sangat lucu


Helena menahan tawa dan mengangguk menyetujuinya. "Baiklah kalau begitu Mama pakai dulu ya?" pamit Helena mengusap puncak kepala Luna dengan gemas

__ADS_1


Helena bergegas ke kamar mandi untuk mengganti pakaian dengan yang tunjuk oleh Luna yang memang sangat cocok pada tubuhnya


***


Memakan waktu lebih dari setengah jam akhirnya mobil yang mereka tumpangi sudah sampai di depan rumah besar keluarga Zergano


Nenek!" Panggil Luna dengan suara cemprengnya saat sudah turun dari mobil dengan Helena mengikuti langkahnya yang berlari menghampiri neneknya.


Nenek Luna langsung tergopoh-gopoh dari dalam Rumah menemui cucunya dan langsung memeluk meluapkan rindu bergantian dengan Helena


"Cucu nenek cantik sekali hari ini, Apa sudah makan?" tanyanya mencium pipi Luna dengan gemas


"Sudah Nek, tadi Mama Helena masakin banyak banget makanan, jadi Luna gak bisa nolak dan makan yang banyak begitupun dengan Ayah!" ucap Luna tanpa mengerem ucapannya.


"Ehem!" Erfan yang duduk di sofa berdehem menyadarkan putrinya agar tidak membuka aibnya tapi yang namanya Luna tidak mempan dengan tatapan ayahnya malah terus bicara sesuka hati. 0


"Tahukah nenek tadi ayah lebih banyak bahkan Luna tidak pernah melihat ayah makan sampai seperti kucing lapar, rakus!" Luna mendelik melihat ayahnya sekilas dengan sinis karena tadi ayahnya menghabiskan pasta keju miliknya.


Ya ampun anak ini benar-benar membuat wajahku tidak tau mau ditaruh dimana kenapa dia mengatakan semua itu!!


Erfan mengaruk tekuknya sendiri karena dia dibuat salah tingkah oleh kepolosan dan kejujuran Luna pada ibu angkatnya.


"Se-lahap itu kah? Bahkan disini Ayahmu tidak pernah makan se-lahap itu." nenek Luna hampir tidak percaya dengan semua yang dikatakan cucunya tapi Luna memang tidak pernah berbohong apalagi tentang ayahnya sendiri


"Itulah keunggulan Kak Helena ya kan?" Helena tersenyum kecil seraya mengangguk kikuk


Jangan tanya wajah Helena seperti apa sekarang ia sudah dibuat malu oleh Luna hingga ingin menyembunyikan wajahnya dari penglihatan semua orang bahkan beberapa pelayan terlihat berbisik.


Ahh kenapa dengan Luna!! Aku benar-benar malu!!

__ADS_1


"Luna terlalu memuji, tidak se begitunya juga," jawab Helena


Kalau begitu aku pamit dulu sama Helena mau ketemu klien ya Ma. Luna tinggal disini sama nenek ya? Nanti sebelum makan siang ayah jemput.


Iya ayah balas Luna patuh memilih main dengan mainannya yang serba pink itu


Helena dan Erfan berjalan keluar beriringan dari rumah keluarganya setelah berpamitan pada Luna dan ibu Erfan


"Kita mau kemana pak?" tanya Helena saat sudah duduk didalam mobil sedang memasang sabuk pengaman.


"Ulang tahun anak teman." jawabnya singkat


Mereka pergi ke sebuah pesta ulang tahun anak dari salah satu relasi sekaligus klien Erfan walau belum banyak orang yang datang, ia memilih datang terlebih dahulu karena malas bertemu lebih banyak orang.


"Ini masih sepi pak apa Anda yakin ini tempatnya?" Helena melihat sekitar yang terlihat sangat sepi, bahkan tidak terlihat tamu lain tapi gedung sudah dihias semenarik mungkin.


"Diam saja, tugasmu hanya tersenyum saat mereka menyapa mengerti!" ucap Erfan berjalan masuk, dan Helena mengandeng tangannya sepertinya mau Akting lagi.


"Fan akhirnya kau datang, dengan siapa ini? Apa pacarmu?" sapa teman dan juga kliennya itu


"Ya, bisa dibilang begitulah namanya Helena." Erfan memperkenalkan Helena


"Halo!" Sapa Helena tersenyum semanis mungkin seraya menyalaminya sekilas


Klien Erfan itu membalas senyumnya dan mengajak mereka menemui anaknya yang berulang tahun hari ini.


Erfan dan Helena diantara bergantian mengucap selamat ulang tahun pada anak berumur 9 tahun itu yang terlihat cantik dengan gaunnya.


Helena jadi kepikiran jika Luna ulang tahun nanti ia akan merayakannya juga.

__ADS_1


****


__ADS_2